
Part ini sesuai judul ya... flash back ke Richo, adik yang menjadi alasan adanya pengorbanan Naina.
Jadi ini sebelum kehidupan anak-anak Aryo dewasa sampai menginjak dewasa'.Makasih yang masih setia....
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Setelah Drama pemisahan Aryo dari tubuh Naina,ya.. Aryo enggan melepaskan Naina, dia bahkan sudah tak mempedulikan Daniel yang berulang kali membujuk nya agar membiarkan jenazah Naina di rawat.Setelah bujuk rayu Daniel,akhirnya Aryo melepaskan Naina dan bersiap mengantar kan Naina ke peristirahatan terakhir nya. Suasana duka nampak menyelimuti rumah keluarga besar Hardiansyah, semua yang ada di rumah tersebut berduka termasuk semua para pelayan yang memang mengenal baik Naina, sebagai gadis yang baik dan sabar.
Nyonya Ratna berulang kali pingsan, dia tak sanggup melihat jasad wanita yang akhir-akhir ini dekat dengannya, rencananya untuk memberi kejutan pada Naina musnah sudah, nyonya Ratna memang berencana menjadikan Naina sebagai menantu keluarga Hardiansyah sang sesungguhnya, Erlita sendiri yang memberikan ide itu padanya. Mereka sudah tak lagi memikirkan bagaimana pendapat orang lain tentang keluarga Hardiansyah, nama baik tak lagi menjadi prioritas utama bagi nyonya Ratna, yang terpenting adalah memberikan status bagi Naina, wanita yang sekarang menjadi jantung keluarga Hardiansyah.
Namun Tuhan nyatanya lebih mendengar dan mengabulkan permintaan Naina, Naina pergi untuk selamanya, Dia bahkan meminta seluruh keluarga Hardiansyah agar tutup mulut akan status anak-anak mereka,yang secara otomatis menutup semua informasi tentang keberadaan Naina di keluarga tersebut, hingga nama baik dan nama besar Hardiansyah masih tetap terjaga dengan baik.
"Ar..... bersabar lah!" kata Daniel.
"Seharusnya dia tidak pergi Niel!! seharusnya kita tak mengenalnya!! Seharusnya dia tidak masuk ke dalam keluarga Hardiansyah!!!kita sudah membunuh nya Niel!!!" kata Aryo sendu.
Daniel hanya diam, namun air matanya mengalir begitu saja, bagaimana pun juga Daniel ikut andil dalam masuknya Naina dalam keluarga besar nya. Namun Daniel juga manusia biasa, mana dia tau bahwa semuanya akan berakhir seperti ini, dia bahkan tak pernah berpikir akan kehilangan Naina secepat ini.
__ADS_1
"Jangan bilang begitu Aryo!! bagaimana dengan Namira? bagaimana dengan si kembar kalau kau berkata seperti itu!!!" kata Daniel mencoba menenangkan Aryo.
Daniel tak mau meninggalkan Aryo dengan keadaan seperti itu, dia lebih memilih selalu berada di dekat sepupunya itu.
Sedangkan Richo, masih terduduk di samping makam sang kakak yang masih merah. Richo berulang kali mencium batu nisan kakaknya.
Seumur hidupnya, Naina lah sosok pengganti sang Papa, kakak perempuan nya itu selalu menjadi panutan untuk Richo, walaupun Richo belum tau sepenuhnya tentang kisah Naina, namun sedikit banyak dia tau bahwa sang kakaklah yang berjuang demi kesembuhan nya.
"Kak......hiks...hiks..... Richo kangen!" gumam Richo pelan, belum juga dia berbincang dengan kakaknya, sang kakak malah lebih memilih pergi untuk selamanya.
Sebuah belaian di punggung nya membuat Richo menoleh, lagi-lagi wanita itu yang datang dan selalu menenangkan dirinya,pikir Richo.
"Richo pergi dulu kak! nanti Richo kembali lagi!"
Richo berdiri di ikuti Erlita, berjalan menjauh meninggalkan Naina sendiri di bawah batu nisannya. Erlita menoleh sesekali, akhir-akhir ini Erlita banyak berandai-andai.
Andai dia yang di posisi Naina! maka tak banyak yang akan bersedih, karena nyatanya tidak ada keluarga yang akan menangisinya kecuali keluarga suaminya.
__ADS_1
Andai dia bisa memberikan keturunan untuk keluarga Hardiansyah, maka tak akan ada Naina yang mengorbankan hidupnya untuk keluarga nya, Erlita merasa ikut andil akan kepergian Naina.
Erlita mengantar Richo ke rumah sakit,di sana juga si kembar masih di rawat.Richo perlahan masuk ruang rawat Mama nya.Richo duduk di kursi,di samping ranjang rumah sakit tersebut, memegang tangan sang Mama yang masih setia menutup matanya.Richo tau Mama nya sudah sadar, namun tak mampu membuka mata nya.
"Kakak sudah pergi ma! Richo sekarang hanya punya Mama!! bangunlah Ma!!" kata Richo pelan, mengeratkan genggaman tangannya.
"Kak Nai, sudah bahagia di sana ma! ayo bangun!! Richo butuh Mama!" ucapnya lagi sambil berderai air mata.
Sang Mama hanya diam, keinginan nya untuk bersujud di kaki anaknya untuk meminta maaf bahkan tak di kabulkan oleh Tuhan, Tuhan lebih memilih mengambil anak gadisnya, bahkan dia berdoa agar segera menyusul Naina agar bisa bersujud di kaki anaknya.
Tak sepantasnya ibu bersujud di kaki anaknya, namun penyesalan sang Mama yang menyeret Naina masuk ke dalam keluarga besar Hardiansyah, membuatnya menyesali keputusan nya seumur hidup.
Tak ada seorang ibu yang benar-benar membenci anak-anaknya, tak ada seorang ibu yang ingin membuat anaknya menderita, Saat itu!! kehilangan suami bersamaan dengan sakitnya anak bungsu nya membuat sang Mama memilih membenci Naina yang di rasa tak bisa menjaga Richo adiknya.
Yang tersisa hanya sebuah penyesalan!
"Bawa Mama pergi bersama mu Nai.......bawa Mama pergi bersama mu!" ucap nya dalam hati dengan airmata yang menetes pelan dari matanya yang masih terpejam.
__ADS_1
bersambung......