Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Hukuman untuk Haris


__ADS_3

"Sayaaaang......."!


rengek Haris di ikuti ketiga pasang mata anak-anak nya., Delina duduk tenang dengan camilan kesukaannya di samping si kembar yang sudah tau tingkah sang papi bila berbuat salah pada maminya.


"Sayaaaang!!! Mine..... Mine...maafkan aku!! aku tadi benar-benar lupa!!"


rengek Haris sambil mengikuti pergerakan Kayla yang sedang membuat kan makanan ke tiga anaknya.Haris ada urusan bisnis dengan kliennya, namun karena hari libur klien yang juga temannya sendiri malah mengajak Haris untuk main golf, dengan tanpa beban dia menurutinya, apalagi ponsel di tangannya hampir habis baterai nya. Haris benar-benar lupa kalau Kayla hari ini " Me Time" bersama Raisya dan mama Syila.


"Aku benar-benar lupa Mine!"


kata Haris lagi hampir putus asa, Kay meletakkan makanan untuk Rio dan juga Eno. Dengan tenangnya Rio yang selalu tau hukuman apa yang di berikan sang mami ke pada papinya, berjalan mendekati Haris yang sudah duduk di depan Kayla.


"Pi....hari ini Eno akan tidur dengan Ina, jadi papi bisa tidur di kamar aku!!" ucap Rio sambil menepuk-nepuk bahu sang papi.


"Ya kan No?" lanjut Rio


"No problem!!! saut Eno.


Haris menghela nafasnya pelan, dia sangat sadar si kembar selalu berada di kubu Kayla kalau sang mami dalam mode marah, intinya mereka tak mau diikut sertakan menjadi korban si mami galak! walaupun tak di pungkiri si kembar selalu diam-diam membantu Haris. Sebenarnya sering kali Kayla menghukum Haris tak boleh masuk ke kamar mereka, Kayla selalu membawa Delina tidur bersama nya bila itu terjadi. namun dengan ide cemerlang Rio, Haris selalu bisa masuk ke kamar dan mengganti kedudukan Delina,dan itu selalu berhasil membuat Kayla mereda marahnya. di otak Rio, intinya jika Kay sang mami marah, maka papi nya wajib menempel seperti perangko walaupun dengan menurunkan harga dirinya, merengek di depan sang istri.


Seperti saat ini....


"Mine...sayang.....!" rengek Haris


"Kamu keterlaluan Bee!! kasihan kakakku!!"


akhirnya Kayla buka suara Setelah si kembar membawa Delina masuk ke arena bermain sambil membawa makanan mereka. Kayla merasa kesal dengan tindakan Haris, sekali-kali bule satu ini juga perlu di kasih pelajaran. Kayla merasa sedikit bersalah dengan kakaknya Ferdi dan sang papa karena menitipkan ketiga anaknya tanpa pengasuh,karena Haris janji juga akan "Me Time" dengan anak-anaknya di rumah papa Kenan menemani Ferdi kakaknya.

__ADS_1


"Iya Mine!! aku janji tak akan mengulangi semuanya lagi! janji Mine!! jangan mendiamkan aku! aku tidak tahan kamu diamkan!!"


kata Haris yang sudah memeluk istrinya, Kayla hanya pasrah saja, melihat Kayla diam saja, Haris berpikir bahwa Kayla sudah memaafkan nya, senyuman tipis tertib di wajah harus, lega rasanya bisa memenangkan hati sang istri, namun ternyata Kayla diam karena teringat kata-kata dari Raisya


"Heleh!! lagaknya kamu mau hukum suami!! nanti ujung-ujungnya di buat mendesah luluh juga!!"


Gak!!! Kayla tak mau kalah dari sang suaminya, hukuman Haris tetap harus di laksanakan.


"Lepas Bee!! " ucap Kayla dingin, dan Haris mulai berkesiap, dia berpikir berarti istri galaknya ini belum luluh hatinya.


"Kay...Mine.....!"


"Malam ini jangan coba-coba mempengaruhi si kembar!! kalau sampai nanti malam kamu bisa masuk kamar ku! maka bersiaplah untuk tidur di apartemen selama seminggu!!!" ancam Kayla karena tak mau kecolongan seperti biasanya.


Kayla meninggalkan Haris yang masih mematung di tempatnya, Setelah tersadar Kayla telah hilang dari hadapannya, Haris segera berlari mengejarnya, Haris benar-benar tak putus asa.


cepat kaya masuk ke dalam kamar membawa Delina yang masih kecil dan menguncinya, bersamaan dengan itu si kembar menghampiri Papinya.


"Berhasil pi?'' tanya Eno.


"Gagal!!!" saut Haris dan beralih memandang kedua anaknya dengan tatapan memohon, Rio yang lebih tanggap ekspresi sang papi langsung menarik tangan Eno dan menariknya ke belakang tubuhnya.


"Terima hukuman papi!! jangan libatkan kami!!" kata Rio.


"Ayolah Rio sayang! ini selalu berhasil!" mohon Haris pada keduanya.


"No papi!! ancaman mami kali ini lebih sadis dari papi!!" kata Rio

__ADS_1


"Papi bisa memberikan apa yang mami kamu ancamkan!! uang sangu sekolah kan? nanti papi tambahi!! atau mau mainan? nanti papi belikan!! papi bisa semuanya!!" kata Haris merayu


"Papi tau apa ancaman mami?!!" kata Eno


"Apa?" tanya Haris


"Rio dilarang les karate lagi!!" kata Rio.


"Papi bisa Carikan pelatih yang tak harus menyita waktu belajarmu di sekolah, jadi mami tak akan curiga!!" kata Haris


"Kalo kamu Eno?" tanya Haris,karena Eno tak terlalu suka les karate.


"Papi tak akan sanggup!!" kata Eno


"Papi pasti sanggup!!" Haris percaya diri sekali.


"Heehh!!! Eno gak boleh ketemu uncel Ferdi selama 1 bulan!!, Eno gak boleh nginep di rumah uncle juga!!" kata Eno


"Halah kecil itu No...papi bisa jadi pengganti uncle,gimana??"


"Sorry papi!!! aku tetap tak bisa membantu!! aku lebih milih uncel Ferdi!! jangan kata sebulan!! seminggu gak ketemu uncel aja Eno lebih baik dipotong uang jajan nya daripada gak ketemu uncel!!" kata Eno berlalu di susul oleh Rio


"Pi....aku gak bisa menghianati Eno! bye papi!!!"


"Ooh Tuhan!!! sebenarnya bapaknya aku apa Ferdi sih??!!" gerutu Haris.


"Haciihh...haciihh........ Sepertinya ada yang lagi ngomongin aku deh Sya!'' kata Ferdi yang tengah asyik memeluk istrinya sementara triple Bi sudah mengarungi mimpi.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2