Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Tugas lagi?


__ADS_3

Aryo termenung di dalam kantor nya,banyak sekali sesuatu yang dia pikirkan saat ini,apa yang dikatakan mamanya masih terpatri jelas di ingatan nya.


'Dia menemui seseorang yang menjadi alasan keberadaan nya di sini' begitu kata sang mama.


'Apa sebenarnya yang terjadi...? siapa yang membuat naina begitu rela mengorbankan hidup dan masa depan nya sendiri?, begitu penting kah orang itu?'...begitulah isi pikiran aryo yang bener2 membuat nya pusing dan tak bisa konsentrasi bekerja.


"Fery...ke ruangan ku Sekarang..!" ucapnya di telpon memanggil asisten pribadi nya.


tok..tok...tok...


"Masuk..."


"Ada yang bisa dibantu pak?" tanya fery sang asisten.


"Kau tau naina kan fer?"


"Ya ...pak"jawab fery.


"Cari tau siapa dia secepatnya fer... berasal darimana dia.... keluarga nya.. segalanya fer..".. perintah aryo pada fery.


"Tapi ingat fer.... lakukan dengan sembunyi-sembunyi..kau tau bagaimana mama kan?" lanjut aryo.


"Baik pak...saya punya orang kepercayaan yang bisa membantu kita,saya yakinkan dia orang saya pak dan tak akan berhianat"..jawab fery


"Baiklah... kembali ke ruangan mu..".


#####


"Aaaarrr..... bagaimana ini?" ucap erlita panik sambil menimang2 namira kecil yang menangis tak mau berhenti,dia sudah membuat susu untuk Namira tapi bagi itu seakan tak menghiraukan dan tetap setia dengan tangisan nya.


"Apa badannya panas er?"....tanya aryo yang tak kalah paniknya.


"Dia tidak panas ar...tapi dari tadi tak mau minum susu.... bagaimana ini?"


"sini...sini..sini..sama papa sayang...anak papa cantik....." aryo mengambil alih Namira ke dalam gendongan nya.


"sayang jangan nangis lagi ya...cup..cup..cup..."


mereka berdua terus menenangkan namira walaupun bener2 tak ada hasilnya.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya seseorang dari arah pintu.


"Tante dinda..... Namira nangis terus gak mau berhenti dan dia gak mau minum susunya"... jelas erlita.


"sini ar....biar aku gendong..kau siap kan mobil kita bawa ke rumah sakit".


#####


"Bagaimana anakku dong?" tanya erlita panik.


"Ada sedikit masalah dengan lambung nya,makanya dia tak menerima asupan susu.. untung segera di bawa ke sini jadi kita bisa menangani dengan cepat" dokter menjelaskan tentang masalh si bayi yang tidak mau menyusu dan terus menangis.


"saya akan meresepkan obat dan vitamin..kalo dirasa dia sudah mau menyusu lagi tolong obatnya jangan di berikan lagi".


" terimakasih dok"


"sama-sama" saut sang dokter dan pamit undur diri.


#####


"Bagaimana keadaan namira kak?" naina yang ada di depan kamar erlita.


"Namira baru saja tidur...jangan kawatir dia sudah baik-baik saja" jawab erlita.


Naina mengurungkan niatnya yu untuk masuk ke kamar Erlita karna bayi mungil itu baru saja tidur, sebagai seorang ibu dia sangat kawatir dengan keadaan namira.


" kalo begitu aku ke bawah dulu kak,biar namira istirahat saja nanti kalo sudah bangun aku akan menemui nya"...dijawab dengan anggukan dan senyuman kecil oleh erlita.


Di tengah tangga ketika dia akan turun kebawah berpapasan dengan aryo yang hendak naik ke kamarnya.


"Sudah bertemu dengan Namira nai?" tanya aryo menghentikan langkahnya.


"Tidak mas...nanti saja Namira baru saja tidur,kasian kalo aku menganggunya,aku kebawah dulu mas"...jawab naina sambil berlalu meninggalkan aryo.


"Tunggu nai...."


"Ya...mas?ada apa?"


Aryo menatap lekat ke mata naina,seakan sedang mencari sebuah jawaban dari beribu pertanyaan di dalam kepalanya, memandang istri mungilnya itu dengan intens.

__ADS_1


"Tidak ada nai.... pergilah istirahat kau pasti lelah karna baru saja sampai"..


"Ya udah mas aku turun dulu"...


Aryo hanya memandang punggung wanita mungil itu dan kemudian menghembuskan nafas beratnya,dan berlalu ke kamarnya.


#####


Di meja makan.


"Bagaimana keadaan namira er?"...tanya mama ratna.


"sudah baikan ma...seminggu ini namira sudah kembali seperti sedia kala,dia sudah mau menyusu dan tidak sering nangis lagi"...


"Jaga dia dengan baik er..."..lanjut mama ratna.


"Iya ma..."


"Bagaimana proyek mu di luar kota ar?apa sudah selesai?"


"semua aman ma...aku sudah datang meninjau nya bersama fery". jawab aryo.


"Bagaimana perjalanan mu nai? mama ratna beralih ke naina yang sedang asyik makan.


"Baik ma,....dan terimakasih ma atas semuanya...."jawab naina sambil tersenyum seakan kebahagiaan nya bertemu adik dan mamanya masih melekat di dirinya.


"Hemmm..... setelah ini kau tak boleh lagi berpergian dan jangan terlalu capek...ingat itu, Tugasmu harus segera kau laksana lagi"


" Pergilah ke dokter hari ini untuk konsultasi... asisten ku sudah membuat janji tadi" lanjut mama ratna.


"Nai... mengerti ma...." jawab naina menjawab mama ratna sambil mengangkat ujung bibirnya sedikit.


"Memangnya nai punya tugas apalagi ma...? bukankah tugasnya sudah selesai?"..tanya aryo heran akan kata2 sang mama,lalu beralih ke naina yang seketika tertunduk ketika matanya beradu pandang dengan mata aryo yang tajam seakan meminta jawaban dari gadis kecil itu.


"Dia harus hamil lagi....sampai melahirkan keturunan seorang lelaki di dalam keluarga Hardiansyah...itu tugas utamanya"..


pletak....suara sendok jatuh dari genggaman tangan erlita..."maaf".


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2