
Hari ini naina tidak enak badan,nyonya ratna yang sudah kembali dari urusan pekerjaan nya di luar negri sudah kembali beberapa hari yang lalu.
"Bagaimana keadaan naina ar?" tanya nya disela-sela perbincangan pekerjaan mereka diruang kerja nyonya ratna.
"Dia tidak enak badan ma...tadi erlita sudah mengantarnya ke dokter,sekalian namira juga ke dokter"
"Ada apa dengan namira?"
"tidak apa-apa ma hanya kunjungan dokter anak setiap bulan,mama tau kan er sangat protektif dengan namira"
"Apa selama ini naina menjauh i namira?"tanya nyonga ratna.
"Dia menjaga jarak ma,dia bilang tak ingin namira tergantung padanya atau terjalin ikatan batin dengannya...jadi bila dia pergi dia akan baik-baik saja tanpa namira".aryo menjelaskan alasan naina tak terlalu dekat dengan namira...dan nyonya ratna dapat melihat wajah sendu dari putranya itu.
"Jangan libatkan hatimu ar"..ucap nyonya ratna seakan memperingati aryo soal perasaan nya pada naina.
"Mama yang melibatkan hatiku" jawab aryo sambil berlalu dari ruang kerja nyonya ratna,dan setelah aryo keluar dia membuang nafasnya dengan berat.
"Banyak yang harus dikorbankan untuk keluarga ini ar,karna itu janjiku pada papamu dan juga kakekmu...."
#####
Di ruang keluarga semua orang sudah berkumpul kecuali naina yang memang badannya masih lemas.
Nyonya Ratna sedang bermain dengan namira,ya bayi kecil itu sekarang sudah berusia 1,5 tahun dan mulai berjalan ke sana sini walaupun sedikit sempoyongan.
"Sini...sini..sayang.....jalan ke oma...ayooo" ucap nyonya ratna,si kecil pun dengan senang hati berjalan ke arah omanya.
"Bagaimana keadaan naina tadi er?" tanyanya kemudian.
"Ya ampun ma aku lupa..." jawab erlita sambil menepok jidatnya sendiri.
"Kabar gembira ma...naina hamil lagi! ternyata kau tokcer juga ya ar" ucap erlita tersenyum sambil mengerlikkan sebelah matanya.
"Baguslah...semoga semua sesuai dengan rencana"...ucap nyonya ratna dan tiba-tiba suasana jadi hening.
mendengar naina hamil lagi entah apa yang dipikirkan aryo.
menurut dia semua serba cepat,bahkan masih lekat diingatannya peristiwa 1.5 tahun yang lalu tentang bagaimana perjuangan naina saat melahirkan namira, hampir saja nyawa naina jadi taruhan nya.
__ADS_1
#####
"Kau masih lemas?" tanya aryo memasuki kamar naina sambil membawa nampan berisi makanan karna naina tidak ikut makan malam tadi.
"Iya mas...." jawabnya singkat.
"Apa masih mual?"
naina hanya menggelengkan kepalanya.
kehamilan naina kali ini sedikit menyusahkan dirinya,memang rasa mual tidak sering terjadi tapi nafsu makannya yang kian merosot.
"aaaa.....buka mulut nya...ayo dimakan dulu aku suapin" kata aryo.
"Aku gak mau makan telor mas"
"Bukannya kamu suka telor balado bikinan bi lastri?...aaaa ayo buka mulutnya.."
Karna tak mau mengecewakan aryo,naina membuka mulutnya dan menguyah nasi beserta telor balado yang menjadi makanan kesukaan nya itu,tapi baru saja menelan makanan itu... tiba-tiba perut naina seperti di aduk2 dia lari ke kamar mandi dan memuntahkan semua makanan itu.
"Kamu gak papa nai?" tanya aryo cemas sambil memijat tengkuk belakang naina.
Aryo mengiring naina duduk di tepi ranjang,dia kemudian jongkok di depan naina....
"pengen makan sesuatu?"...
"kamu harus makan sesuatu, setidaknya biar perutnya tidak kosong"lanjut aryo.
Naina menatap aryo ragu...dia ingin sekali makan sesuatu tapi takut aryo marah bila dia memintanya.
"emmmm jam berapa mas sekarang?" tanya naina.
"jam 8 malam,ada apa?"
"emmmm itu...mas ...anu..emmmm"
"bilang aja kau mau apa? mumpung masih sore kau mau makan apa?" tanya aryo sambil menatap naina,naina yang tak berani menatap balik aryo dia melayangkan tatapan matanya kesegala arah.
"Mas....boleh tidak aku minta martabak manis?...yang banyak kejunya...tapi jangan pale coklat pake cream tiramisu aja"
__ADS_1
"Hanya itu?"
naina mengangguk....
"Ya udah aku beli aja sekarang ya....kamu tunggu sebentar... kayaknya di depan komplek ada yang jualan martabak"...aryo berjalan hendak meninggalkan naina,tapi keburu naina meraih tangan aryo.
"Ada apa?" tanya aryo
"Aku mau martabak di cafe XXX,emmm....dr. daniel tau tempatnya...."
"Ya udah aku tanya daniel alamatnya dimana"
"Tidak mas....aku mau mas daniel aja yang beliin..." suara naina kemudian dengan sedikit pelan...aryo mengerutkan keningnya...merasa heran dengan permintaan naina.
" kenapa?"
"Hah?" ditanya seperti itu spontan naina mendongak ke atas menatap aryo.
"kenapa? kenapa harus daniel yang beli?aku juga bisa membelinya" tanya aryo ada sedikit rasa cemburu di setiap kata-kata dari mulutnya.
Naina diam...dan hanya meremas tangannya dengan tangan yang satunya.aryo melihat itu hanya bisa menghembuskan nafas beratnya.
sambil mengacak puncak kepala naina...dia berkata
"baiklah aku telpon daniel dulu"
tut...tut...tut...
"Apa ar?" jawab yang di sebrang telpon.
" niel...naina ingin martabak manis dengan toping keju dan cream tiramisu"
" yaakkk ar! kau pikir aku tukang martabak...kalo naina pengen ya kamu beliin dong... bukannya telpon aku...gimana sih jadi suami" terdengar daniel mencak2 diujung telpon.
"dia ingin kamu yang beliin di cafe X XX.... katanya kamu tau tempatnya..
dia lagi ngidam niel...."
" apa!!!!! naina hamil lagi??"
__ADS_1
bersambung....