Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
62


__ADS_3

"A-apa??" bagaimana bisa ken?" meledak sudah tangisan namira mendengar berita dari Kenan,kenanpun ikut menangis saat menelepon sang kakak.


"kakak kesana sekarang ken...kakak kesana..."


Alex yang binggung melihat istrinya menangis sesenggukan, langsung bertanya bertubi-tubi.


"Ada apa mira?....sayang ..ada apa? siapa yang telpon? kenapa kamu nangis?"


"Kenan Daddy... Kenan....hiks...hiks...."


"apa yang terjadi pada Kenan?"


"Bencana banjir sudah hiks....hiks...hiks..." bahkan namira tak bisa melanjutkan ceritanya, Alex hanya diam sambil memeluk istrinya, berusaha menenangkan namira daripada menanyakan apa yang terjadi.


"Dad....naina dan kayla belum ditemukan...hiks..."


"apa maksud kamu mir?"


"Banjir menghancurkan vila yang mereka tempati dad...hiks.....dan syila serta anak-anak jadi korban....hiks...hiks..."


"Apa?? kita ke sana sekarang!!"


terlihat Alex sedang menelepon seseorang..


"Martin! siapkan tiket pesawat ke kota S sekarang juga!" perintah nya pada asisten pribadinya.


Ditempat syila di rawat, Kenan nampak sabar menyuapi bubur pada syila.syila tak dapat melihat apapun sekarang, benturan benda keras di sungai menciptakan gumpalan darah yang membeku di kepalanya, sehingga menganggu syaraf matanya,dokter mengatakan bisa saja sewaktu-waktu dia melihat kembali namun dokter tidak bisa memastikan kapan.


Mata syila bahkan sudah tak bisa terbuka sempurna, karena terlalu banyak menangis i anak-anaknya hingga membuat bengkak matanya.


Disela-sela menjaga syila, Kenan dan juga Jay masih mencari informasi keberadaan naina dan Kayla, mereka berharap Naina dan kayla ditemukan oleh seseorang.


Banyak korban banjir yang belum ditemukan,kadang kala tim SAR menemukan mayat di antara tumpukan lumpur yang terbawa arus sungai.


karena harus menjaga syila, terpaksa Jay lah yang pergi sendiri menyusuri desa-desa disepanjang sungai untuk mencari informasi keberadaan Naina dan Kayla.


3 Hari telah berlalu, Syila tidak mau dipindahkan ke RS kota,dia masih mau disana mencari keberadaan putri-putrinya, walaupun belum ada titik terang dimana Putrinya berada, desa-desa yang jaraknya berjauhan membuat mereka memakan waktu yang cukup lama, apalagi kondisi yang terus-menerus hujan.


"Bagaimana Roni? apa dia selamat?" tanya Kenan pada Jay.


"Roni di temukan di salah satu desa di bantaran sungai pak...dan dia sedang di rawat sekarang sudah melewati masa kritis"


"syukurlah....beri bantuan pada keluarganya Jay..."


"baik pak"


"kita berangkat lagi Jay,kita cari mereka lagi"

__ADS_1


"baik pak"


Syila berada di rumah yang disewa Kenan bersama kakaknya Namira, Namira meminta bantuan Nayra untuk mengasuh anak-anak nya sementara waktu dan dia menemani syila dan kenan dalam pencarian Naina.


Alex mengijinkan namira untuk menemani adiknya.


di klinik tempat naira di rawat...


"Alhamdulillah sebuah keajaiban anak kecil itu bisa pulih kembali...lihat mereka saling menyayangi" kata suster yang dulu menolong Naina.


"Iya seneng melihat mereka" suster yang lain ikut berbicara.


"Dokter rangga sudah datang?"


percakapan mereka terhenti ketika dokter rangga dokter yang mengelola klinik itu datang bersama istrinya.


"Bagaimana keadaan kayla sus?"


tanya istri dokter rangga dengan antusias.


dia beberapa hari ini memang terus ikut dengan suaminya hanya untuk bermain dengan kayla dan Naina.


Namun istri dokter rangga ini sepertinya lebih tertarik pada Kayla.


"keadaan Kayla sudah baik dok,begitu juga dengan Naina"


"berarti mereka datang hanya untuk berlibur atau bahkan berkunjung ke sanak sodara nya"


dokter rangga menimpali omongan si suster.


"Ya udah sus...saya masuk dulu"


"baik dok.."


Didalam ruangan nya istri dokter rangga mengutarakan keinginannya,dengan penuh pertimbangan saat dirumah tadi,bahkan dia sudah meminta alamat-alamat panti asuhan yang cukup bagus sebagai referensinya.


"Pa...gimana kalo kita adopsi Kayla aja pa?" ucap istri dokter rangga dengan antusias.


"mama serius?" tanya dokter rangga.


"Kita tanya mereka nanti ma..." lanjutnya


"hanya Kayla pa...kalo Naina kan sudah mengerti kalo dia bukan anak kita,jadi Kayla saja ya.... kalo sudah besar nanti dia gak akan ingat kalo kita bukan orang tua kandungnya.


untuk Naina mama sudah mencari panti asuhan terbaik untuk menampung dia pa"


"Ma...mereka tidak bisa di pisahkan! jangan aneh-aneh"

__ADS_1


"pa...kita masih bisa mempertemukan mereka setiap bulannya...nanti Naina juga masih bisa mengunjungi Kayla pa"


Dokter rangga yang sangat menyayangi istrinya itu sedang menimbang tentang rencana istrinya,menikah selama 7tahun belum juga membuahkan hasil membuat dokter rangga kadang merasa kasihan terhadap istrinya yang sering kesepian dirumah,makanya dia sering membawa istrinya ke klinik miliknya.


"Okey ma...aku setuju,nanti kita kasih pengertian sama Naina"


"bener ya pa....aduuhhh mama seneng,mama nemui Kayla dulu pa..."


"jangan dulu ma... suster bilang tadi mereka istirahat habis minum obat".


Di atas ranjang klinik Kayla sedang bermain dengan bonekanya,mainan yang dibelikan oleh dokter rangga dan istrinya.


dokter rangga bahkan memberi uang pada Naina 2 hari yang lalu hanya dipakai buat pegangan kata dokter rangga waktu itu.


Naina melihat sebuah tas rangsel dan gendongan miliknya di lemari kecil disamping ranjang.tas itu berisi baju yang di berikan suster pada mereka.


"dek.... mau pulang gak?" tanya Naina.


"ye..ye..ye... kay mau pulang" seketika Naina membungkam mulut adiknya.


"jangan keras-keras...kita mau main petak umpet sama suster" ucap Naina.


"benarkah?"


Naina mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Kayla.


"ayo..." setelah mengemasi semua yang dia butuhkan saja.


"mainan nya jangan dibawa ya dek..berat"


"bonekanya kay mau...."


"ya udah boneka aja ya?"


"ok kakak cantik! apa kita akan ke tempat mama dan papa?"


"Kay...dengar kakak,kita main anak-anak an ya sekarang,..nah kay jadi anak kakak sekarang jadi kay harus selalu nurut sama kakak, kayak kita nurut sama mama dulu..gimana?"


bocah kecil itu mengangguk tanda paham.


"Kakak janji sama Kayla....kita pasti pulang!...kalo kakak janji kakak selalu menepati kan kay?"


"iya...kay sayang kakak nai" ucap bocah kecil itu sambil memeluk Naina.


' kakak gak akan membiarkan kita terpisah kay,...kakak janji kita pasti pulang' batin Naina.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2