Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
ternyata


__ADS_3

Pagi-pagi erlita sudah ada di dapur, ditangannya ada baby namira yang sudah ikut terbangun juga.


"bi....apa aryo tidak pulang semalam?" tanya erlita.


"oh tuan aryo pulang nyonya... semalam saya liat dia bersama non naina"..jawab bi Lastri sambil mempersiapkan sarapan nya.


"Ohh...ya sudah...ayoo namira sayang...kita ke taman belakang olahraga dulu..."


Erlita pergi bersama bayi mungil itu,tidak di pungkiri ada guratan kesedihan di wajah cantiknya,entah apa yang sedang dipikirkan oleh erlita mendengar bahwa aryo mulai bersama dengan naina kembali setelah sekian lama aryo tak lagi menemui naina di kamarnya.


Demi keinginan sang mama aryo kembali harus berhubungan dengan naina.


"kasihan sekali nyonya...tapi non naina juga kasihan...huhff binggung milih yang mana" gumam bi Lastri melihat kepergian erlita ke taman belakang dan memikirkan kehidupan di keluarga Hardiansyah tersebut.


#####


"Mas bangun...kita kesiangan...masss"


Aryo hanya mengeliat dan kembali membenarkan selimut yang menutupi tubuhnya.


"Masss....apa kamu tidak ke kantor?"


"Aku ngantuk....mau tidur lagi..." jawab aryo yang masih menutup rapat matanya.


Akhirnya Naina keluar dari kamar dia melihat bi lastri sendiri sedang memasak,dia menghampiri bi lastri tapi sebelum sampai di dapur naina melihat erlita dan Namira ditaman belakang.


"Pagi kak...." sapa naina.


"pagi namira cantik....." lanjutnya lagi.


"pagi nai....."


"tumben kakak bangun sepagi ini....."


" ini kan hari minggu nai,aku ingin mengajak namira olahraga"..


"apa aryo belum bangun?" tanyanya lagi sambil mengajak namira bercekrama dan di bayi mungil itu tertawa-tawa dibuatnya.


"hah?? hari minggu...pantas saja mas aryo tidak ke kantor....aku malah lupa hari kak.." jawab naina cengengesan.

__ADS_1


" Mas aryo masih mau tidur katanya kak"


"kak...maaf"...lanjut naina sendu seakan dia tau kekalutan hati erlita,ya...wanita mana yang bisa membiarkan suaminya bermalam bersama wanita lain walaupun tak dipungkiri bahwa wanita itu juga berstatus sama dengan dirinya... sebagai seorang istri.


Erlita menutupi kegundahan hatinya dengan tersenyum manis ke arah naina..sambil berkata


" sudahlah nai.....aku mencoba berdamai dengan takdir ku...memang sulit tapi aku slalu mencobanya"


"ayooo sayang...anak mama cantik..kita mandi dulu..." ucapnya sambil menggendong namira.


"nai aku ke atas dulu ya...mau mandi bareng namira"


"Ya kak.....aku siapkan sarapan juga"


erlita berlalu dari taman belakang sambil berbicara dengan namira seolah bayi itu sudah bisa menanggapi ucapan nya.


Naina menatap mengiringi kepergian erlita bersama namira,tiba2 air mata nya menetes tidak di pungkiri selama ini dia bener2 iri akan kedekatan Namira dan erlita,dia ingin sekali memeluk dan mencium Namira setiap saat tapi semua ditahannya...dia bener2 harus merelakan namira menjadi anak erlita sesuai perjanjian nya dengan sang nyonya besar.


#####


drtt...drtt...drtt


Dia kemudian terbangun dan menjawab telpon yang masuk.


"Ada apa fer? pagi-pagi sekali kau sudah menelpon!" jawab aryo setelah melihat siapa yang menelepon dirinya.


"Maaf pak ini sudah hampir jam 10 jadi saya rasa tidak kepagian saya menelepon"..saut orang di sebrang telpon.


" benarkah?" aryo melihat jam dinding dikamar dan benar saja jam sudah menunjukkan pukul 09.45.


" Ada perlu apa fer?"


" bisa kita ketemuan pak,aku sudah dapat informasi penting"


" kita ke kantor saja...disana lebih aman"


"baik pak"


Aryo beranjak ke kamar mandi, sebelum ke kamar mandi dia baru menyadari bahwa dia ada dikamar naina..."ohh shit,kenapa aku tak mengabari Erlita"..gumam aryo sambil mengacak rambutnya.

__ADS_1


krek....


Pintu terbuka..


"mas sudah bangun?" naina masuk dan memang berniat membangun kan aryo yang di rasa sudah cukup tidurnya karna jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.


" kenapa kamu gak bangunin aku nai..?"


"aku sudah bangunan mas dari pagi tapi mas bilang masih ngantuk"


"siapkan baju ku nai....aku mau pergi" aryo sambil berlalu ke kamar mandi.


selesai mandi aryo pergi ke lantai atas untuk menemui erlita, setelah berpamitan dengan istri dan anaknya aryo pergi ke kantor sesuai janjinya ketemu asisten nya.


#####


" bagaimana fer?"....tanya aryo setelah mendarat kan pantat nya dikursi kebesaran nya.


"Aku menemukan seseorang yang mendengar rencana mereka di rumah sakit pak"


"Daniel??apa dia ada dibalik ini semua?"


"benar pak"


"sudah ku duga,anak itu terlalu menuruti dan menyanyangi mama"


" kau tau apa alasannya fer? alasan mengapa naina melakukan semuanya?"


"Uang" jawab fery sang asisten singkat.


"ternyata...hehmmm"... senyum aryo kecut mendengar alasan tersebut.


"Tapi pak....ini..." fery melanjutkan perkataannya sambil menyodorkan map berwarna coklat ke pada aryo.


aryo membuka map tersebut dan berkata


" cerita kan dengan detail fer?....aku ingin tau semuanya" wajah aryo sudah tak terbaca lagi....dia terlihat marah dan geram.


"Daniel...."gumam aryo.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2