
Telat jam up......maklum udah jadi sih... dari tadi tapi terkendala...aku nya ketiduran 😀😀ðŸ¤
*******
Pada akhirnya papi Kenzo dan Ferdi berangkat ke kantor nya masing-masing, Papi Kenzo bahkan sudah ditunggu anak sulungnya Rasya, Rasya sekarang sudah menjabat sebagai wakil Ceo yang suatu saat harus menggantikan sang papi, didikan Ferdi beberapa waktu yang lalu membuat Rasya semakin handal. Namun Rasya yang merasa belum mampu mengendalikan perusahaan besar sang papi masih menolak untuk di jadikan seorang Ceo menggantikan sang papi yang pengen segera pensiun.
"Kenapa bukan kak Ferdi aja pi?" kata Rasya
"Dia adik ipar kamu Ras!"
"Ya maksud aku dia aja pi! semua juga tau pi di tangan dinginnya perusahaan berjalan lancar dan berkembang baik!"
"Dan kamu gak lupa kan! kalo dia menjalankan perusahaan papa Kenan!"
"dia gak bakalan ninggalin perusahaan papa tersayang nya itu!" lanjut papi Kenzo
Papi Kenzo tau Ferdi begitu menyayangi Kenan, karena sakit nya pun Kenan bisa menekan Ferdi yang kala itu menjabat sebagai manajer keuangan di perusahaannya Krisna untuk keluar dan menjadi Ceo di perusahaan miliknya.Perusahaan Kenan adalah perusahaan milik sang papa Aryo dulu, sedangkan milik Kenzo adalah cabang perusahaan yang bergerak di bidang lain, namun dengan handal nya Kenzo juga bisa membesarkan perusahaan tersebut menjadi seperti ini.
Kenan hanya punya Ferdi yang bisa di handalkan, karena Krisna punya perusahaan sendiri di bidang perhiasan dan beberapa di bidang fashion, dan Haris? setelah kematian kedua orangtuanya Haris memindahkan perusahaan pusatnya ke negara di mana dia tinggal bersama sang istri.
tok..tok... tok...
"Masuk!"
"Maaf pak ada pak Kenan menunggu di luar!'
"Suruh masuk!"
Beberapa saat kemudian papa Kenan masuk dan menghempaskan dirinya ke sofa.
__ADS_1
"Tumben ke sini?tanpa telpon dulu?" tanya papi kenzo
"Mau ngajakin kamu makan siang, sekalian ke makam bunda!'
"Kok ke sana?" papi Kenzo heran karena biasanya dia datang kesana sendiri-sendiri.
"Kangen aku!"
Kata papa Kenan, bagi papi Kenzo dan Namira, Kenan teteplah adik bungsu nya yang kadang menyebalkan dan manja bahkan kadang bisa dijahili sesuka hatinya.
"Kita telpon kak Mira?"
tanya papi Kenzo seakan tau mau papa Kenan,.dan benar saja papa Kenan menganguk-angguk seperti anak kecil yang diberi permen. akhirnya papi Kenzo menelpon kakak mereka satu-satunya yaitu Namira. dan tak butuh waktu lama mereka berkumpul bertiga di sebuah restoran di dekat taman makam orangtua mereka.
papa Kenan benar-benar seperti anak kecil bila di dekat kakak sulungnya, dari tadi dia sudah menempel pada kakaknya tersebut, bahkan beberapa kali dia minta di suapi kakaknya.
"Kenapa nih anak?" tanya Namira pada Kenzo.
Bila kangen pada sang mama erlita dan semua keluarga nya yang telah lebih dulu mendahului mereka, Kenan memang akan terlihat manja pada saudara-saudaranya.
Akhirnya Kenan angkat bicara, semalam dia bermimpi bertemu dengan mama erlita, mama kesayangannya. Kenan terasa tidur di paha sang mama dengan tangan yang membelai rambut Kenan penuh kasih sayang.
Kenan menceritakan seolah-olah mama Erli benar-benar nyata, dia bilang dia akan ada di tengah- tengah keluarga kita.
"Itu cuma mimpi Ken, mama sudah bahagia disana!"
Kata Namira yang sudah membelai rambut Kenan adik bungsunya tersebut dengan posisi yang sama seperti yang di ceritakan Kenan, mereka memesan private room untuk acara makan siangnya kali ini, hingga mereka bebas tanpa ada yang melihat dan mendengar curhatan mereka.
"Mungkin tandanya kamu bakalan nambah cucu Ken! cucu perempuan, cantik dan baik sama seperti mama Erli!" kata Kenzo menenangkan hati kembaran nya tersebut.
__ADS_1
"Benarkah Enzo? tapi Nai sudah USG.... anaknya Lelaki!"
"Kayla?" tanya Namira.
"Iya kak ya... jangan-jangan Kayla hamil!" ucapnya sumringah sambil bangun dari pangkuan kakaknya.
Namira senang dengan semua kebahagiaan adik-adiknya, Mengenang bagaimana depresi nya Kenan ketika mama Erli meninggal kan mereka dulu kadang membuat Namira sesak,makanya setiap kali Kenan bilang kangen pada mama erli, pada bunda Naina atau pada papa Aryo, dimanapun Namira berada, apapun yang dia kerjakan dia akan tetap memilih menemui adik bungsunya tersebut.
Kali ini mereka berkumpul bertiga, Namira seakan kembali ke masa 35 tahun yang lalu, dimana dia masih sama-sama muda, dimana mereka masih bersama mama,papa dan oma mereka. Kenan tetaplah Kenan yang manja di depan kedua kakaknya, Enzo yang garang pun akan luluh tanpa jaim di depan kedua saudaranya dan Namira tetaplah kakak lemah lembut yang mereka berdua sayangi.
Setelah makan siang yang cukup panjang, mereka bertiga melangkahkan kaki ke taman makan tersebut, makam mereka yang sangat terawat, Namira menabur kan bunga ke setiap makam yang mereka kunjungi karena memang posisinya berjajar, di antara mereka ada satu tempat kosong yang bahkan sudah di pesan oleh om Richo,adik dari bunda mereka yang memang masih hidup.
Namira berhenti di satu makam yang memang adalah makam orang yang selalu dan selalu dia kagumi, papa Aryo!
Di taburi bunga di atasnya dengan tenang dan pelan.
"Pa...mira di sini lagi! papa tau Kenan manja lagi! biasa anak itu selalu menyusahkan kita!"
"Papa tau Kenan dan Kenzo ber besan hi hi hi hi hi mereka unik sekali ketika membela anak mereka masing-masing!"
"tentu saja papa tau siapa yang menang! Kenzo memang tak pernah mau kalah! dan si manja akan selalu jadi penurut !"
Begitulah Namira, bila datang ke makam sang papa, dia akan banyak bercerita tentang hal-hal yang terjadi di keluarga nya. Aryo sosok yang sangat dia kagumi! sebagai satu-satunya anak perempuan di keluarga Hardiansyah dia selalu menjadikan papa Aryo sebagai cinta pertama dalam hidupnya.Lain Namira lain dengan Kenan dia selalu menjadikan mama Erli sebagai orang yang paling dia sayangi, setiap kesana makam mama Erli yang akan dia kunjungi lebih lama, bercerita disana dengan segala kesenangan dan kesusahan nya. Begitupun Kenzo yang lebih memilih sang bunda yang tak pernah dia lihat secara langsung, baginya bunda nya adalah wujud malaikat nyata dalam hidup Lelaki yang di paling dia sayangi yaitu papa Aryo.
Mereka bertiga berkumpul, saling merangkul dan tersenyum melihat beberapa pusara di hadapan mereka.
Beribu terimakasih mereka ucapkan kepada Tuhan yang memberikan kesempatan mereka untuk hadir ke dunia ini melalui wanita mulia yaitu bunda Naina dan di rawat tanpa lelah oleh mama Erlita.
Kenan tersenyum rasa sesak di dadanya karena kehadiran sang mama dalam mimpinya terbayar sudah dengan datang ke sini bersama kedua kakaknya, kembali dia merangkul manja bahu yang kakak dan berjalan meninggalkan makam tersebut.
__ADS_1
bersambung