Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Perdebatan Raisya- Ferdi


__ADS_3

"Keputusan Abang mutlak Raisya!!! abang tidak mau kamu mengalami kesakitan!!" kata Ferdi


"Abang gak tau bang!! ini tuh bisa pake cara biasa!! dan dokter juga sudah mengatakan aku gak papa!! aku kuat abang!!" bantah Raisya


"Gak mau tau!!! turuti abang kali ini!"


'Raisya selalu menurut sama abang!!"


"Makanya sekarang nurut lagi!!


"Gak mau!! pokoknya aku mau lahiran normal!!" ucap Raisya


"Aku gak ngijinin!!" Ferdi kekeh.


Melihat dan mendengar perdebatan mereka semakin sengit Naina yang kebetulan ada di sana, menyuruh Kamilaa anaknya untuk mengajak Daddy nya beli mainan Barbie keluaran terbaru yang dia incar.


"Udah Fer!! nanti di bicarakan lagi! ini Kamilaa udah nungguin kamu!" sela Naina


"Ayo Daddy.. katanya mau ajakin Mila!" ucap Kamilaa yang baru saja datang karena Naina memanggil nya.Ferdi akhirnya menuruti kemauan Kamilaa,dia keluar ke Mall yang terdekat dengan rumah utama demi memenuhi janjinya pada Kamilaa.Setelah kepergian Ferdi, Naina menyerahkan Nawfal pada baby sitter nya dan berbincang dengan Raisya di teras belakang.


"Kak Kris mana kak?" tanya Raisya


"Ke kota S meninjau perusahaan nya di sana yang di pegang sahabat nya!" jawab Naina.


"kenapa berdebat sama Ferdi?" tanya Naina


heehhhh


Raisya menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Naina.


"Aku gak boleh lahiran normal sama abang!" kata Raisya


"Mungkin saja Ferdi takut, ini kembar 3 Sya, bukannya lebih aman di Caesar saja?" kata Naina.

__ADS_1


"Tapi aku sudah konsultasi dengan dokter kak, dan kondisi aku memungkinkan untuk normal,lagian dari faktor usia aku juga gak berbahaya lagi!"


"Ferdi hanya tidak tega melihat ketiga wanita yang disayanginya merasakan sakit saat melahirkan Sya!" kata Naina.


"Pertama aku,sampai dua kali malah! lalu Kay..dia juga pernah melahirkan kembar juga,yang ke dua malah Ferdi ikut menunggu di depan kamar bersalin!" jelas Naina


"Iya kak! maksud aku,aku pengen konsultasi lagi dengan dokter berbeda, barang kali bisa!" ucap Raisya lirih,dia merasa Naina juga menyuruhnya untuk melahirkan secara Caesar juga ,sama seperti Ferdi.Seperti membaca gelagat dari sikap Raisya, Naina akhirnya berkata..


"Bukannya aku membantu Ferdi Sya! kami hanya khawatir!" ucap Naina dengan lembut serta memegang tangan hangat Raisya.


"Tapi kalo dokter mengijinkan kamu lahiran normal, kakak akan mendukung mu!" lanjut Naina dan di balas senyuman dan pelukan hangat dari Raisya.


"Maaf nyonya Raisya, saatnya makan camilan dan susu Anda!" kata Kiki asisten yang dipilih Ferdi untuk nya.


"Baiklah akan aku makan nanti!" kata Raisya, namun dia masih melihat Kiki berdiri disampingnya dan seakan sedang memastikan bahkan nyonya nya itu makan dan minum susu dengan baik.


"Ya Tuhan Kiki! baiklah...baik..aku makan sekarang?!"


Akhirnya Raisya selalu kalah dengan Kiki yang memang di perintahkan Ferdi untuk mengatur pola makan dan segala keperluan Raisya demi Raisya sendiri dan ketiga anaknya.


#########


"Bang!....abang....udah denger kan penjelasan dari dokter?" kata Raisya begitu keluar dari ruang dokter dan berada di dalam mobil di parkiran.


"hemmm!" saut Ferdi.


"Abang iihh gak asyik!!"


"Emang sejak kapan abang asyik?" saut Ferdi lagi.


"sejak abang jadi Mr. posesif!! kayak peran Ceo di novel-novel yang Raisya baca!"


"Jangan bilang juga kamu bayangin aku jadi ketua Mafia!" kata Ferdi yang juga tau tentang semua novel yang di baca Raisya, siapa lagi kalo bukan Raisya yang memaksakan kehendaknya.

__ADS_1


"Kok abang tau?? iih abang dukun ya?"


"Ya abang dukun beranak!!'' kata Ferdi Sewot, Raisya hanya tertawa terbahak melihat kekesalan sang suami tanpa aba-aba Raisya menciumi suaminya dengan tertubi-tubi.


"Makin cinta deh! cup....!"


"hemmm!"


" Makin sayang deh!cup....!"


"hemmm!"


"Makin gemes deh! cup...!"


"Hemmm!"


"Makin pengen di hajar!" bisik Raisya dengan sensual nya, dengan penekanan kata di hajar penuh dengan makna.


"Raisya!!! tak tau tempat!!" ucap Ferdi mengalihkan hawa panas akibat hasrat nya yang tiba-tiba naik gara-gara ulah nakal istrinya.


"Idih!!! ini gara-gara anak-anak kamu bang!! bikinnya abang dulu juga gak tau tempat dan waktu!"


"Mana ada abang seperti itu!" kilah Ferdi seperti biasa.


"dah yuk pulang!! udah gak sabar aku!!" ucap Ferdi yang gak dimengerti oleh Raisya.


"Kenapa buru-buru bang?" tanya nya.


"Pengen segera hajar kamu!!" ucap Ferdi dengan tenangnya,hingga membuat Raisya menelan salivanya pelan.


'mampus aku!!' batin Raisya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2