
Setelah menata hatinya di dalam lift, rasanya Ferdi siap bertemu dengan Raisya, gadis yang sudah dia tolak 2 kali itu, Raisya yang tak tau kalo Ferdi di ajak makan siang bersama, masih setia dengan ponselnya di sofa lobby kantor Ferdi. Ferdi sudah bersikap biasa saja di samping papi Kenzo.
"Sya...ayo berangkat!"
Raisya mendongak melihat sang papi, melihat disana ada Ferdi, Raisya kaget namun melihat wajah biasa saja dari Ferdi, Raisya sadar diri dia akhirnya berdiri dan berusaha bersikap biasa-biasa saja.
Mereka berangkat ke restoran untuk makan siang, restoran yang tak jauh dari kampus Raisya dan kantor Ferdi. papi Kenzo memang sengaja menyuruh Raisya ke kantor Ferdi karena dia ada perlu dengan Ferdi dan memang kampus Raisya lebih dekat ke kantor Ferdi.
sesampainya di restoran mereka memesan makanan yang ada di menu.
Ferdi biasa makan di sana bersama Amar atau Adel jadi Ferdi hafal betul dengan makanan yang ada disana, namun saat memesan makanan, ponsel Ferdi berbunyi dan meminta papi Kenzo memesan menu apa saja.
"Iya Del ada apa?"
"Hallo Fer, aku boleh ijin pulang gak?"
"emang kenapa?"
"Erika sakit, ibu bilang demamnya tinggi!"
"Apa?? tapi dia gak papa kan? gak dibawa ke rumah sakit Del?"
"ini udah di panggil in dokter! kan sebelah rumah dokter, kebetulan pas ada di rumah!"
"Ya udah minta anter Amar aja Del!"
"udah ini! makasih ya Fer..."
"iya...salam buat anak-anak kamu!" tut....
Raisya yang mendengar percakapan Ferdi dengan seorang wanita yang di yakini nya adalah Adel sekertarisnya Ferdi merasakan panas dalam dadanya, jujur saja melupakan Ferdi menjadi hal mustahil bagi Raisya tapi dia sudah berusaha untuk tak memperdulikan Ferdi meskipun dia tak bisa melupakannya. papi Kenzo yang memperhatikan tingkah anak gadisnya hanya tersenyum tipis.
"Kenapa Fer? ada masalah?" tanya papi Kenzo
Raisya menatap tajam sang papi, papinya seakan memancing emosi Raisya, karena Raisya tau jawaban apa yang akan di berikan Ferdi! dan hari ini bukannya hari keberuntungan Raisya, dengan tenang Ferdi menjawab pertanyaan papi Kenzo.
"Sekertaris aku Om, anaknya sakit jadi ijin pulang!"
"ohh dia sudah menikah?" tanya Kenzo pura-pura tak tau.
__ADS_1
"udah punya dua anak Om tapi dia sudah bercerai dari suaminya, kdrt om! kasihan dia!"
percakapan yang membuat panas telinga Raisya itu di hentikan karena kedatangan seorang pelayan yang membawa pesenan mereka.
satu persatu pesenan di hidangkan di atas meja, Ferdi sibuk mengirim pesan pada Amar, memerintahkan Amar untuk membawa anak Adel ke rumah sakit saja, dan memberikan ijin Amar untuk tidak kembali ke kantor hari ini. setelah mengirim pesan dia menyimpan ponsel nya dan mulai memakan makanan yang ada dihadapannya.
Setelah beberapa kali suapan Ferdi menyadari sesuatu.
pletak....suara sendok yang terbentur piring.
papi Kenzo dan Raisya kaget, karena Ferdi yang meletakkan sendok nya dengan kasar.
Ferdi dengan cepat mendorong kursi yang di dudukinya, dan secepatnya berpindah ke samping kursi yang di duduki Raisya.
"Sya...muntahkan makanannya!!" perintah Ferdi, Raisya yang binggung hanya diam saja sambil mengunyah makanan yang memang sudah ada di mulutnya.
"Muntahkan makanannya Sya!!" bentak Ferdi dan tanpa rasa jijik dia mencoba membuka mulut Raisya dan berusaha membuang makanan yang ada di mulut Raisya. papi Kenzo masih diam saja karena tak paham dengan situasi nya, sedangkan Raisya terus berusaha menolak apa yang dilakukan Ferdi dan malah menelan makanannya. Raisya sudah memakan separuh dari makanan yang dipesannya, memakannya dengan lahap karena kesal melihat Ferdi yang masih asyik dengan ponselnya tadi.
"Apa apa Fer?" tanya papi Kenzo.
belum juga Ferdi menjawab pertanyaan papi Kenzo, wajah Raisya terlihat merah dan matanya sedikit melotot, Raisya seketika memegang leher nya dan membuka mulutnya lebar karena susah bernafas.
"Om buka pintunya?" perintah Ferdi, dengan sedikit berlari papi Kenzo membuka pintu dan betapa kagetnya sang sopir melihat majikannya membuka pintu dengan sangat panik. papi Kenzo berada di depan sedangkan Ferdi sedang memangku Raisya yang terlihat susah bernafas.
"Cepat jalan pak!!" bentak Ferdi.
"Sya... lihat aku Sya!!! Raisya!!!" Ferdi mencoba membuat Raisya terjaga, namun lambat laun mata Raisya tertutup.
"Lebih cepat lagi pak!!" bentak Ferdi membuat sang sopir kaget dan segera menancapkan gasnya.
Sesampainya di rumah sakit, Ferdi berlari dengan Raisya yang berada di gendongan nya menuju ruang UGD.Raisya di tangani oleh dokter ahli di UGD sedangkan Ferdi dan papi Kenzo menunggu di depan dengan gelisah.
"Darimana kamu tau?" tanya papi Kenzo
"Aku sering memesan menu itu om, aku hafal betul dengan makanan itu!"
"Maksud ku darimana kamu tau kalo Raisya alergi daging kepiting?"
"Aku harus tau apapun tentang wanita yang ku cintai om!" ucap Ferdi tegas.
__ADS_1
papi Kenzo hanya bisa menghela nafasnya saja.
flashback on
Beberapa bulan yang lalu
3 hari setelah pertengkaran Raisya dengan Ferdi, Kenzo menemui Ferdi dikantornya, dia merasa harus ikut andil dalam masalah putrinya tersebut.
melihat Raisya 3 hari ini membuat jiwa ayah dalam diri Kenzo meradang! marah? ya... itulah yang di rasakan oleh Kenzo, namun dia tak mau gegabah, dia tak mau melihat masalah hanya dari sisi sebelah saja, tanpa tau masalah secara keseluruhan.
"Ada yang bisa aku bantu Om?"
"Apa yang kamu lakukan pada Raisya?"
Ferdi menelan Saliva nya dengan susah payah, jujur dia merasa gugup dengan sorot tajam mata Kenzo! sodara kembar sang papa angkatnya itu.
"Om... Raisya hanya salah paham! dia mengira aku dan Adel sekertarisku berhubungan!"
"Kenapa tidak di jelaskan saja!!"
"Mau menjelaskan apa Om? aku bahkan tak punya hubungan apa-apa dengan Raisya Om!" ucap Ferdi semakin lirih.
"Mau sampai kapan kamu mempermainkan anakku!!" terlihat jelas kalo Kenzo sudah sangat geram dengan Ferdi.
"Om tolong! tunggu sampai aku bisa mengatasi masalah kak Haris! jujur Om aku tak bisa mengabaikan Raisya seandainya kami menjalin hubungan namun aku sibuk dengan masalah ku sendiri!" kata Ferdi sambil tertunduk.
"Aku tak bisa mengabaikan Kayla kak Haris dan si kembar Om!Aku ingin masalah mereka selesai dan kak Haris sembuh! karena itu aku memberi jeda untuk hubungan ku dengan Raisya".
"sampai kapan?? apa kamu mau menunggu sampai Raisya melupakan mu?"
"Tidak akan Om!!! aku gak akan membiarkan Raisya melupakan aku!! aku cinta pertamanya, aku lelaki yang bahkan tak akan bisa dia lupakan!!" ucap Ferdi tegas dan bahkan dia lupa kalo dia sedang berbicara dengan papi dari calon kekasih nya itu.
"Dasar!!!! kamu terlalu percaya diri!! seminggu lagi dia akan melakukan kencan buta guna mencari calon suami!" ancam papi Kenzo
"Dan aku gak akan membiarkan siapapun mendekati nya!! Percayalah padaku Om, beri aku sedikit waktu! paling tidak sampai kejelasan keadaan kak Haris!! setelah itu aku akan menjadikan anak gadis Om sebagai wanita yang paling bahagia!! aku janji!!"
flashback off
bersambung
__ADS_1