Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Misi Ferdi


__ADS_3

Ferdi yang pusing dengan masalahnya akhirnya mendapatkan ide gila.


"Hallo..... Rasya!!"


"Kak Ferdi? ada apa?"


walaupun Ferdi sekarang adalah adik iparnya tapi karena sudah terbiasa dengan panggilan nya dulu, Rasya masih susah mengganti nya.


"Aku ada perlu dengan Rania, bisa kah aku bertemu dia di restoran besok?"


"tentu kak! dia ada di sana setiap hari!"


Dan keesokan hari nya disinilah Ferdi berada, makan siang dengan Rania di restoran milik Rania.


"gimana kak? enak gak masakannya?" tanya Rania, sama dengan sang suami yang terbiasa dengan panggilan nya Rania tetap memanggil Ferdi dengan sebutan kakak.


"Enak! kakak suka..bisa nih buat rekomendasi reunian kakak minggu depan!"


"Waahh maksih kak! jadi reuni nya di sini?" tanya Rania antusias.


"tentu Rania, masakannya enak dan tempatnya juga asyikk" puji Ferdi.


"makasih kakak!" ucap Rania berbinar


drt...drt....drt....


"Kakak angkat dulu ya Nia!"


"iya kak!"......Ferdi memulai rencananya..


"Ehem...ehemm...hallo!"


"-------"


"Benarkah? apa tidak bisa diperbaiki?"


"---------"


"Kenapa kau menyesal sekarang? semua sudah terlanjur! terima saja!"


"---------"


"Ya aku doakan semoga kalian bisa saling menerima! baiklah bye!"


tut.... panggilan di putuskan.


"Kasihan mereka!" ucap Ferdi sambil menatap ponselnya.


"Siapa kak? eh maaf aku kepo!"


"Tidak apa Nia, dia teman kakak! dia di cerai paksa dari suaminya oleh mertuanya!"


"Apa? kok bisa? kasihan banget kak!" ucap Rania sedih karena dasarnya Nia anak yang mudah menangis karena kelembutan hatinya, sebenarnya Ferdi kasihan tapi hanya ini cara yang bisa dia pikirkan saat ini.

__ADS_1


"sebenarnya masalah sepele Nia, dia tidak mau tinggal bareng dengan mertuanya, dia ingin mandiri setelah menikah namun nyatanya itu menjadi pikiran bagi mertuanya, akhirnya sang mama sakit-sakitan karena memikirkan anak dan menantunya yang tidak mau tinggal bareng, padahal dia anak lelaki satu-satunya dan bukannya seorang istri memang harus tinggal dengan suaminya?" jelas Ferdi panjang-lebar.


"kenapa mertuanya gak mau mengerti kalo anaknya ingin hidup mandiri?" tanya Rania.


"Biasa lah Nia, mereka sudah tua, hidup jauh dari anak-anaknya mungkin sulit! apa lagi di pikiran mereka seorang istri harus selalu ikut kemanapun suami nya berada, apalagi suaminya itu anak laki-laki satu-satunya".


"Kalo aku jadi anaknya aku akan lebih tegas pada istri ku! biar gak di paksa cerai gini! kasihan!" ucap Ferdi.


Rania diam saja seakan memikirkan sesuatu dan kemudian..


"Kak menurut kakak apa aku juga bisa bernasib sama dengan teman kakak itu?" tanya Rania.


"Maksud kamu Nia?" tanya Ferdi sok gak tau.


"Kan aku kemarin yang minta mas Rasya untuk tinggal di apartemen bukannya malah pulang ke rumah papi Kenzo!" ucap Rania lirih


'Tepat sasaran!!' batin Ferdi


"ehem...ehem...kakak gak tau juga ya Nia! soalnya ini tadi kisah temen kakak dan mereka sudah berpisah!"


"Hah??? beneran kak?" tanya Rania terlihat cemas


"kakak boleh tanya? kenapa kamu gak mau tinggal sama papi Kenzo?"


"Bukannya gak mau kak, tapi Nia pikir hanya ingin mandiri saja!" jelas Nia.


"kalo kakak boleh menasehati, Rasya kan anak sulung papi Kenzo tanggung jawabnya besar, dan dia adalah anak laki-laki satu-satunya yang memang di andalkan oleh papi! walaupun tinggal bersama bukannya kamu juga hidup mandiri Nia! nyatanya kamu punya restoran sendiri dan papi atau mama tidak pernah ikut campur, ya kan?"


"Iya kak!"


"kakak benar!! aku telpon mas Rasya dulu kak!"


'Kena deh' batin Ferdi girang


"Iya kakak juga sudah selesai makannya, jadi deal ya acara reunian nya?"


"Deal kak!!"


**********


"Papi.....kangen!." teriak Raisya memeluk sang papi


"Baru juga semalam gak tidur sini Bocil!" saut Ferdi.


"Emang dia gak boleh kangen papi nya?" tanya papi Kenzo kesel.


"Boleh dong Papi hi hi hi hi hi!" kata Ferdi disertai senyuman manisnya, yang mana malah membuat papi Kenzo terasa aneh, namun dia berusaha mengabaikan nya.


"Kok masak banyak ma?" tanya Raisya.


"kakak kamu datang malam ini!itu mereka datang!" kata mama Nayla melihat anak lelaki dan menantunya tiba.


Akhirnya acara makan malam ini di selingi canda tawa mereka semuanya, malam ini mama Nayla sangat bahagia karena anak-anaknya berkumpul bersama untuk makan malam, bukan lagi berempat namun sekarang ber enam karena bertambahnya anggota keluarga mereka. setelah selesai makan malam berbeda seperti kemarin kini mereka berkumpul di ruang keluarga, Papi Kenzo meminta teh jahe hangat untuk nya pada sang istri begitu juga dengan Rasya dan Ferdi.

__ADS_1


"Jadi kak reunian kamu minggu depan?" tanya Rasya


"Jadi dan restoran Rania cukup nyaman jadi aku suka!"


"Pa....ma .. Rania mau ngomong sesuatu!" kata Rania membuka omongan.


"emang mau bicara apa Rania?" tanya sang mama.


"Ehmmm .... Rania sama mas Rasya boleh pindah ke rumah ini gak? Rania mau tinggal di sini!"


"Beneran yang?" kali ini Rasya yang kaget karena memang Rania belum memberitahu Rasya.


"Beneran Nia? mama senang banget kalo kamu mau pindah ke sini!"


"Iya ma... Rania pikir juga sepi di apartemen, apalagi akhir-akhir ini mas Rasya banyak lemburnya ma!"


"Bagus dong mbak! kita bisa berkumpul bersama!" celetuk Raisya


"Iya Raisya dan Ferdi juga akan tinggal di sini!" ucap papi Kenzo.


"ehmm kami akan tinggal di rumah aku pi!" ucap Ferdi


"Maksud kamu? papi sudah bilang kan Raisya akan tinggal disini, di rumah papi jadi sebagai suaminya kamu juga harus ikut!" ucap papi Kenzo tegas.


"Iya pi, Ferdi ngerti tapi pi pamali lho kalo ada tiga kepala keluarga dalam satu atap! mitosnya ya pi bisa kalah salah satu dari mereka, entah itu sakit, kesulitan ekonomi atau bahkan kematian!" kata Ferdi.


"Iya juga Fer, mama pernah dengar!"


" betul itu ma!" kata Ferdi antusias.


"Lagian kalo di rumah papa kamu juga bertiga!" kata papi Kenzo tak mau kalah.


"Kay dan kak Haris sudah pindah pi!"


papi Kenzo terdiam merasa sudah kalah, dia bukannya tak senang kalo Rasya tinggal bersama mereka, namun jiwa tak mau kalah dari sang menantu membuat papi Kenzo berpikir ini pasti akal-akalan Ferdi.


"Gak papa pi, biarkan saja Raisya ikut suaminya! biar jadi istri Sholehah kayak aku! ya kan mas?" kata Rania polos pada Rasya danndi angguk i oleh suaminya.


"boleh ya pi? janji bakalan sering ke sini!" kata Raisya memohon.


"Iya tinggal dimana saja sama!" akhirnya papi Kenzo pasrah.


"Iya sya kita harus jadi istri Sholehah biar gak bernasib sama dengan teman kak Ferdi! iya kan kak?" kata Rania.


Ferdi tak menyangka kalo istrinya Rasya sepolos itu, dia mulai terlihat kaget namun di sembunyikan nya sedemikian rupa, dan semuanya tak luput dari pandangan Papi Kenzo.


"Emang apa yang terjadi pada temen Ferdi Nia?" tanya papi Kenzo sambil melirik menantu nya tajam.


"Kasihan deh pi, gara-gara tak mau tinggal sama suaminya di rumah mertua nya dia di cerai paksa sama sang mertua pi! kasihan kan!? jadi biarkan saja Raisya ikut suaminya!"


'oh Tuhan istri ku!' batin Rasya


' dasar pria licik' batin papi Kenzo

__ADS_1


' Misi berhasil!!' Ferdi penuh kemenangan


bersambung....


__ADS_2