
Semua orang sedang berkumpul di ruang tamu, namun Naina memilih masuk ke kamarnya, Krisna yang tak melihat sang istri akhirnya pergi ke kamarnya memastikan istrinya baik-baik saja.
"Nai.... sayang?"
Krisna membuka pintu sambil mencari sang istri, di dengar nya sayup-sayup suara tangis di balkon kamarnya. Krisna mendekati Naina dan memeluknya dari belakang.
"Kenapa?"
Naina hanya mengeleng saja, tak tau harus menjawab apa.
"kenapa?"
Krisna bertanya kembali.seperti mengetahui isi hati istrinya akhirnya Krisna mencoba menenangkan Naina.
"Haris lelaki yang baik! aku kenal dia dengan baik, walaupun dia terkesan kaku dan cuek tapi di dalamnya dia hangat..kau juga mengenal dia kan Nai?"
"Kayla pasti bahagia! dan papa? papa hanya shock saja Nai, dia masih belum terima kedua putrinya berbagi cinta dengan lelaki lain walaupun itu suami dari anak-anak nya sendiri"
terang Krisna sambil terus memeluk istrinya.
"Nanti papa bakalan lupa sama kamu, kalo kamu dah kasih dia cucu!"
canda Krisna yang ingin mengembalikan senyuman sang istri.
"Aku seperti baru kemarin melihat Kayla bermanja, di mataku dia masih seperti anak 3 tahun yang pernah aku rawat seorang diri, dimataku dia masih adik kecilku yang masih merengek minta permen dan mainan"
"Kamu masih ingat yank? dia pernah menangis hanya karena mainan temannya baru, dan aku harus berjuang menjual kerupuk- kerupuk itu sampai habis agar adikku bisa membeli mainan dan tak menangis lagi"
"Aku masih merasa Kayla masih kecil,tapi aku salah ternyata dia sudah besar yank....dia sudah besar hiks...hiks...kaylaku sudah besar hiks...hiks...!"
"Aku saja masih menganggap dia masih kecil dan masih tergantung pada kami, apalagi papa yank! aku tau bagaimana perasaan papa,dia bukannya tak merestui anak-anaknya bahagia, dia hanya belum bisa dengan semuanya yank....papa hanya belum siap...jangan salahkan papa! hiks....hiks...!"
ucap Naina panjang lebar, di mata Naina diantara papa dan mamanya, papa memang paling rapuh, dia tak seperti papi Kenzonya. walaupun kembar identik namun sifat dan pembawaan mereka beda jauh,Kenzo yang biasa mereka panggil papi Kenzo lebih tegas dan terlihat garang, hatinya pun tak semelow sang papa, sifat Aryo kakeknya Naina lebih mendominasi di dalam diri Kenzo, sedangkan Kenan, lelaki yang dulu slengean itu lebih lembut hatinya, dia tak bisa terlihat sangar seperti sodaranya, bisa dikatakan sifat almarhum Naina sang bunda yang ada dalam diri Kenan walaupun mama erlita yang membesarkan nya.
bisa dipastikan Naina anak Kenan mendapatkan sifat lembut dan sabarnya dari neneknya yang juga bernama Naina dan juga sedikit sifat lembut Kenan, namun jiwa Kenan yang lain terdapat pada sifat Kayla yang sedikit bar-bar juga slegean sama saat Kenan remaja dulu.
"Semua akan baik-baik saja sayang....dan tak ada yang menyalahkan papa! semuanya mengerti!"
"Udah ya...kita turun....dan benahi riasan kamu, aku gak mau kamu terlihat gak bahagia saat berkumpul sama keluarga kamu, hemmmm?"
"Iya...."
"Udah dong...sini- sini...cayang....cium dulu"
__ADS_1
"Iihh apapin yank!!"
tak hayal Naina kalah juga dari sifat baru suaminya, mesum itu sifat baru yang dikatakan Naina beberapa hari yang lalu.
"Biar cepet jadi yank dedeknya!"
kilah Krisna bila Naina menyebut dirinya pria mesum.
"iihhh udah ....sana turun!! ntar di kira kita ngapa-ngapain lagi!"
" lha emang kenapa kalo kita ngapa-ngapain kan sah-sah saja yank...udah halal juga!!"
"ya gak enaklah yank... ditunggu tuh sama semuanya di bawah!"
"Aku maunya masih di sini, mesumin istriku!!"
ucap Krisna tegas
"Iya...iya tuan mesum! sekarang keluar dulu aku mau ganti baju!"
"boleh lihat ya?"
"hah?? enggak!!! ntar aku kamu apa-apain lagi!?"
"Kan kamu mau aja di apa-apain sama aku?"
"udah sana!! aku mau ganti baju!?"
"lihat dikit dooongggg!!"
"kakak!!!!"
Gelak tawa Krisna mengelegar di kamarnya kemudian menciumi setiap inci wajah Naina sebelum akhirnya dia keluar dari kamar dan menuju ruang tamu.
Di rumah papa Kenan, semuanya berkumpul di sana, mulai dari Namira dan suaminya, opa Richo dan istrinya, pak Rahmat dan istrinya, Denis serta Nayra dan Kenzo yang diminta datang tiba-tiba dari luar kota.
tak lupa Jhon dan tuan Dawson yang sudah duduk manis di sana.
Naina turun dan ikut duduk di samping Krisna suaminya.
"Delina mengalami serangan panik- nya kembali!"
ucap tuan Dawson yang memecahkan keheningan.
__ADS_1
Kenan terkesiap dengan ucapan suami dari teman kakaknya itu,Namira lebih terlihat khawatir dengan kondisi sahabatnya itu.
"Kenan! tolong ikhlaskan semuanya!"
ucap tuan Dawson dengan nada sedikit memohon, tuan Dawson yang tak pernah bisa merendah dengan sembarang orang kini demi sang istri dia bisa melakukan apapun.Kenan diam, sambil memejamkan matanya.Naina yang melihat bagaimana ekspresi sang papa hanya diam dan terlihat cemas.
"Ya ...aku tau bang!"
jawab Kenan dengan tenang, dia sudah mendapatkan telepon dari Syila sang istri perihal Kayla,namun Syila tak mengatakan kalo Delina mengalami serangan paniknya.beberapa saat kemudian mama Delina datang dia terlihat sudah baik-baik saja, dia hanya perlu menenangkan diri sesaat sampai akhirnya dia bisa kembali tenang dan menjadi mama Delina yang super ajaib lagi.di belakang nya ikut serta Haris, Kayla dan mama Syila.
Kenzo yang duduk disamping Kenan menepuk bahu sang adik guna menenangkan adiknya, Kenan memandang Kenzo lalu tersenyum menandakan dia baik-baik saja.
Kayla seketika berhambur ke pelukan papanya, mencoba untuk tak menangis karena merasa bersalah pada papanya.
"Sudah makan?"
pertanyaan Kenan membuat hati Kayla tenang dan menandakan Kenan baik-baik saja di mata Kayla.
"Laper! Kay belum makan pa!"
"ya udah habis ini makan! tuh bibi masak banyak ada makanan kesukaan kamu! kak Nai tadi yang masak!"
"beneran kak?"
"iya dong. ...apa sih yang gak buat adiknya kakak ini!"
"uuuhhh co sweet!!!"
ucap Ferdi yang baru saja datang namun sudah dari tadi melihat keakraban keluarga tersebut.
"Iihh apaan sih kak fer-fer ini! kayak jailangkung aja!! datang tak di undang...."
"pulang aku juga gak diantar!"
potong Ferdi, ya... Ferdi dan Kayla selalu bisa mencairkan suasana dimana saja, disuasana tegang seperti inipun mereka bisa selalu mencairkan nya.
Kenan yang memang selalu mendambakan anak laki-laki seakan terobati dengan hadirnya Ferdi di keluarga mereka.
#######
"Saya terima nikah dan kawinnya Nikayla Dwi Hardiansyah binti Kenan putra Hardiansyah dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!!"
"bagaimana saksi?? sah??"
__ADS_1
"sah...sah!"....
bersambung.....