Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
89


__ADS_3

Naina terduduk lemas di pinggir ranjang kamar nya,dia masih teringat dengan kata-kata sang papa di depan Krisna.


tiba-tiba saja airmata Naina jatuh,dia merosot sampai di lantai di samping ranjangnya.


menentang sang papa tak pernah dia lakukan dan bahkan tak terbesit sama sekali di otak seorang Naina,namun ketika sang papa seakan menolak secara halus kehadiran Krisna dalam hidupnya membuat Naina sangat sedih dan kecewa.


Naina memegang erat kedua lututnya sambil menahan suara tangisannya,dia terisak dalam diam.kebahagian beberapa hari yang di rasakan kini hilang begitu saja.


Naina memegang erat kalung pemberian Krisna yang sekarang berganti liotin batu permata Ruby, sedangkan cincin yang dijadikan liotin dulu sudah melingkar manis dijari manisnya.


sekali lagi Naina menangis membayangkan bagaimana perasaan krisna sekarang.


Sedangkan Krisna hanya diam saja disamping kursi kemudi mobil yang dibawa oleh Ferdi.


"Kak! kita ke rumah ku saja ya,masih ada 2 kamar yang bisa kakak tempat i"


tawar Ferdi karena Krisna hanya diam.


"terserah saja!"


jawab Krisna malas.


perjuangannya mendapatkan Naina masih terlalu panjang, Kenan sang papa terlihat sangat enggan melepaskan Naina untuk dia.


"Om Kenan pada dasarnya baik kak"


Ferdi membuka obrolan di antara mereka.


"Dia hanya belum siap kehilangan putri nya itu dan lebih memilih pria lain"


"Aku tak kan memisahkan dia dari keluarganya!"


sahut Krisna.


"Tapi arti kata memilih lelaki lain bagi seorang ayah beda kak! seorang ayah akan tetap merasa tersaingi dengan lelaki pilihan anaknya kelak!"


"Aku yakin om Kenan akan tetap memilih kebahagiaan Naina diatas segalanya,dan kebahagiaan Naina itu adalah kakak...dia pasti menerima kakak...cuma ya... sekarang masih belum sepenuhnya saja" lanjut Ferdi.


"Jangan-jangan ntar kita juga se-posesif itu juga sama anak perempuan kita kelak kak!"


ujar Ferdi lagi disertai tawa kecil.


"Oh ya.... bagaimana Kayla bisa hamil?"

__ADS_1


"Haiiissshh bocil itu!! dia tidak hamil kak!! bukannya aku tadi sudah menjelaskan nya!!


dasar anak kodok?! nyusahin aja?"


"Dia anak papa Kenan Fer!! barangkali kamu lupa! ntar nasib kita sama lho....ditolak sama om Kenan!!"


"Eiittt....jangan salah kak,aku sama si bocil itu bagai air dan minyak!! tom and Jerry!! kami gak mungkin bersama!!"


"Minyak di campur air disatukan dalam penggorengan jadi masakan yang lezat Fer! dan ingat...tak ada satu hari pun hidup Tom tanpa Jerry disampingnya walaupun mereka sering berantem!!"


"Heleh!!! gak akan aku suka sama bocil itu!!dia terlalu kecil!!"


"Dia 16 tahun bulan depan Fer,aku bahkan sudah jatuh cinta pada Naina sejak dia berusia 10tahun Fer!"


ciiiiittt!


Ferdi mengerem dadakan mobilnya,dia bener-bener takjuk dan kaget dengan apa yang diungkapkan oleh Krisna.


"yang bener dong Fer!!"


kata Krisna yang kesel karena Ferdi mengerem dadakan.


"Serius kak!!! pedofil itu namanya wkikikiki"


ucap Ferdi sambil cekikikan,sontak saja kepalanya mendapatkan pukulan dari Krisna.


"Aku bakal bantuin kakak deh kalo gitu,ntar aku minta bantuan si bocil!"


"Kamu pikir Kayla tadi hanya iseng dengan celetukan nya?..Dia itu partner terselubung aku! Dia tadi sedang berusaha mencair kan suasana agak papanya tidak tambah emosi!"


"Otak si bocil emang gak bisa di ragukan lagi!! "


muji Ferdi pada Kayla.


"Makin sayang dong!". goda Krisna


Ferdi hanya menyebikkan bibirnya menanggapi godaan dari Krisna dan krisna sendiri merasa lebih baik setelah ngobrol dengan Ferdi,masih ada hari esok untuk berjuang, berjuang memenangkan hati sang calon mertua.


Di rumah besar keluarga Kenan.


tok..tok..tok..


"Non Naina....makan malam non, nyonya dan tuan sudah menunggu"

__ADS_1


kata seorang pelayan dari balik pintu kamar Naina.


"Iya..aku segera ke bawah!"


Naina memandang cermin hias di kamar nya,dia mencoba berkali-kali tersenyum,biar saat bertemu dengan sang papa senyumnya terlihat alami walaupun hatinya sedang berantakan sekarang.


Naina turun menuruni anak tangga dari arah kamarnya,di lihatnya ketiga orang yang disayanginya sudah menunggu di meja makan, Naina tak berani melihat ke arah sang papa,mata sejuk yang selalu diperlihatkan Kenan pada putri-putrinya bisa benar-benar membuat luluh hati Naina,namun saat ini Naina bertekad untuk memperjuangkan hubungan dia dan Krisna.


"Makan yang banyak Nai"


ucap sang mama


"Ini sudah banyak ma.... Nai kenyang,tadi sudah minum jus buah sebelum makan"


kata Naina memberi alasan.selera makannya tiba-tiba hilang,dia teringat kembali Krisna yang terlihat terpukul di depan papanya sore tadi.


"kak...nanti Kay tidur sama kakak ya? Kay kangen deh sama kakak!"


"iya Kay"


"bagaimana kabar bapak dan ibu kak?"


tanya Kayla, sebelum menjawab pertanyaan Kayla Naina mencoba melirik sang papa,namun yang dilirik seakan tak terpengaruh sama sekali.


"mereka baik Kay,cuma rumah bapak sekarang sudah banyak berubah Kay,dan kamu tau Kay kakak bertemu dengan ibu warung yang sering ngasih kamu roti dulu,kamu pasti gak inget"


"hehehe iya kak... terus kak,kolam ikannya udah gak ada dong kalo kak Kris mengubah rumahnya?"


"Gak kok, kolamnya tetap ada disana, malah sekarang di buat senyaman mungkin.... pokoknya kalo kamu ke sana sekarang pasti seru"


kata Naina menceritakan keadaan rumah pak Rahmat dengan berbinar, sejenak melupakan kesedihannya dan bahkan dia lupa kalo masih ada papanya yang mungkin tidak ingin mendengar cerita Naina yang bersangkutan dengan Krisna,ya...mungkin saja.


"Tapi kamu udah gak bisa tangkap ikan lagi disana Kay....kamu udah terlalu gede!"


hahahajahhahahaa mereka bener-bener tertwa bersama, Naina ingat betul bagaimana Kayla masuk ke dalam kolam dan berenang kesana kemari sambil menangkap ikan,dan saat itu bu Kasih sangat marah pada pak Rahmat dan Krisna karena membiarkan Kayla berenang diantara ikan-ikan itu,bu Kasih takut terjadi apa-apa pada Kayla dan benar saja sejam setelah acara berenang itu,tubuh Kayla bentol-bentol dan gatal terkena air kotor kolam yang bercampur ikan saat ikut berenang menguras kolam ikan tersebut.


Kenan memandang lekat ke arah Naina, melihat tawa lepas anaknya ketika menceritakan tentang keluarga Krisna, senyum dan tawa yang sejak perselisihan dia dan Krisna tadi sore hilang entah kemana,kini dia bisa melihat lagi senyum anaknya.


Suasana hati Kenan kembali gundah, perasaan yang sungguh tak disukai oleh Kenan, cemburu melihat salah satu anak gadisnya memiliki hati lelaki lain,cemburu karena merasa anak gadisnya terlalu cepat tumbuh dewasa...dia sadar...perlahan tapi pasti, Naina dan Kayla akan berjalan jauh dari nya dan menggapai tangan lelaki lain yang akan menjadi suami mereka kelak,


Kemudian dia menatap istrinya Syila, mencoba mengingat kembali perjuangan Kenan merebut Syila dari Juan papa Syila dan tentunya membawa Syila masuk ke kehidupan nya.


Kenan menghembuskan nafas beratnya.

__ADS_1


'Apa aku benar-benar merasakan apa yang papa Juan alami saat itu' batin Kenan tanpa sadar mengacak rambutnya sendiri.


bersambung


__ADS_2