
Mobil aryo membelah jalanan sore itu menuju tempat yang dikatakan daniel sedang ada pasar malam,daniel dan naina yang berada di bangku belakang mobil asyik ngobrol kesana kemari, tepat nya daniel yang sering mengajak naina berbicara dan naina hanya menanggapi saja.
"Kau pernah jatuh cinta nai?"...tanya daniel dia hanya ingin tau isi hati naina terhadap aryo sebenarnya.
"tidak dokter...aku tidak punya waktu buat jatuh cinta hehehehe lagian tak ada yang mau dengan gadis buluk seperti ku " jawab naina sambil cengengesan karna merasa pertanyaan daniel yang lucu.
"Barangkali saja waktu kamu sekolah dulu banyak yang naksir,dengar ya nai...kamu itu juga gag jelek-jelek amat...lumayan cantiklah"
"Aku lumayan manis dok...bukan cantik"
"Dulu sepulang sekolah aku harus kerja dan tak ada waktu berkenalan dengan cowok"
"'kan ada hp dan sosmed nai....banyak tuh orang yang bisa diajak kenalan"
"hehehhehee aku gak sekaya dokter yang bisa beli hp dan main sosmed,uang buat beroba...."
Naina sadar dengan ucapannya tiba-tiba menghentikan ucapannya...
"eh dokter masih jauh ya pasar malamnya?"
tanya naina untuk mengalihkan pembicaraan nya dengan dr.daniel karna takut aryo mendengar semua dan akan bertanya yang tidak-tidak.Aryo yang memang sengaja diam saja tentu sambil menyimak dengan hikmat perbincangan kedua orang yang ada dibelakang mereka merasa kecewa karna tiba-tiba saja naina sadar dan menghentikan obrolan itu.
"Waaahhh sudah sampai.... kebetulan sekali tidak begitu sesak...ayo dokter kita jalan-jalan"
kata naina sambil menarik tangan daniel,aryo hanya mengamati saja dia bener2 baru melihat sisi lain dari naina,hanya dengan datang ke pasar malam bisa membuat gadis itu begitu bahagia.
__ADS_1
"Sayang biar aku gendong namira" kemudian aryo meminta namira ke dalam gendongan nya.
"lihat sayang...naina begitu senang...daniel bener-bener ahlinya membuat naina tertawa"
Aryo hanya tersenyum menanggapi omongan erlita, mereka akhirnya bergabung dengan naina dan daniel... berkeliling sambil menikmati sore itu...naina tak pernah lepas dari senyuman nya.
sesekali dia menghampiri namira yang sedang digendong aryo...mengajak bocah kecil itu berbicara.
"Liat nam-nam....itu namanya biang lala..nanti kalo kau sudah besar harus mencoba nya...itu seru sayang".....
"Masih lama nai....dia masih terlalu kecil" aryo menanggapi perkataan naina.
"heheheheh iya mas....aku hanya mengenalkan namira dengan hal2 yang berhubungan dengan rakyat jelata seperti ku"
Di tempat agak jauh dari aryo ada erlita dan daniel yang sedang mengantri membeli sosis bakar.
"bohong kalo aku tak cemburu niel,...awalnya bahkan aku harus bisa menahan rasa tak suka dan cemburu ku pada naina....."
"Tapi aku selalu berusaha berdamai dengan takdir ku niel...aku yang memang tidak bisa membuat aryo bahagia dengan sempurna dan juga mama....rasa bersalah pada mereka yang membuat rasa tidak sukaku pada naina berangsur hilang... apalagi setelah mengenal naina gadis yang baik"......
"Dia korban dari keadaan ku juga niel.....kalopun nanti naina bener2 menjadi istri shah aryo dan aku harus berbagi dengannya......aku rasa aku sudah mengikhlaskan nya...apalagi setelah ada namira aku merasa kebahagiaan ku sudah lengkap niel" ucap Erlita panjang lebar.
"kau tidak pernah berubah er,....apa kau tau..naina bagaikan dirimu diwaktu muda... begitulah dirimu er...."
"ya....hanya bedanya aku sebatang kara,aku yatim piatu...dan aku lebih beruntung dari naina benar kan niel?"
__ADS_1
Daniel hanya tersenyum...mereka memang sudah saling mengenal sejak masa SMP...daniel tau cerita hidup erlita,Bagaimana seorang anak dari kalangan bawah bisa masuk ke dalam keluarga ningrat sekelas keluarga Hardiansyah,itu tak lepas dari pengawasan Tuan besar Hardiansyah kala itu...kebaikan dan kepolosan erlita yang membuat keluarga besar itu menerima erlita sebagai kekasih seorang aryo.
"kau tau niel.....aku bahkan bisa merasakan hati suamiku terhadap naina...bukan lagi rasa bersalah yang dia rasakan"...
lanjut erlita kemudian sambil berlalu meninggalkan daniel dengan wajah terkejut nya.
"Nai....ini sosis untuk mu"
erlita menyodorkan sosis bakar itu setelah sampai ditempat naina dan aryo menunggu.
"terimakasih kak....."
"kau senang?...hari ini bisa jalan-jalan keluar rumah?"
naina mengangguk sambil mengunyah sosis yang penuh di mulutnya,aryo yang tak sengaja melihat saus yang belepotan di sisi bibir naina...mengelapnya dengan ibu jarinya...
"pelan-pelan makannya nai...tidak akan ada yang merebut nya dari mu"
Erlita hanya tersenyum melihat perlakuan aryo pada naina, sedangkan aryo seakan lupa kalo ada erlita disampingnya.daniel yang baru saja datang dan melihat semuanya hanya bisa membuang nafas beratnya.
'Rumit ar...aku membuat hidup mu semakin rumit' batin daniel sambil menunduk kan kepalanya.
"terimakasih semuanya.....sudah membuat aku bahagia... Walaupun hanya sedetik kebahagiaan....aku bener2 senang hari ini"
ucap naina sambil mencubit pipi embul namira.
__ADS_1
bersambung.....