Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Tangis Aryo


__ADS_3

waktu terus bergulir.... kehamilan naina sudah melewati bulan ke 8, tinggal beberapa saat lagi dia akan menjalani persalinan.


tut....tut....tut...


aryo melihat layar ponselnya, 'dr.risma?' batinnya, kemudian dia mengangkat telponnya.


" ada apa dokter?" tanya aryo terlihat agak formal.


"ar...kita perlu bicara...ini tentang naina"


tanpa menjawab lagi aryo langsung menutup telponnya dan bergegas ke rumah sakit tempat dr.risma praktek.


" kosongkan jadwalku hari ini fer..." katanya sambil melangkah ketika berpapasan dengan asisten nya di koridor lantai yang dia tempat i.


"baik pak....tapi bagaimana dengan klien dari luar kota pak?"


"kamu handle saja,aku ada urusan penting"


aryo segera berlalu dan bergegas ke parkiran,dengan rasa penasaran dia menancapkan gas mobilnya menuju rumah sakit.


sesampainya disana,aryo segera bergegas ke ruangan dr.risma...


"ada masalah apa ris?" to the point aryo bertanya pada dr.risma.


Dokter risma menjelaskan tentang apa yang dialami oleh naina dalam masa kehamilan nya(baca ganguan kehamilan naina eps 27)


dia mengawatirkan keadaan naina, dokter risma juga menjelaskan bahwa naina juga tau tentang keadaan dirinya,tapi masih memaksa mempertahankan kehamilannya.aryo seakan terlempar jauh ke dasar jurang...rasa bersalah yang bersarang dihatinya semakin melebar saja.


"apa ada resiko lain ris?maksdku apa naina bisa mengalami kesulitan saat melahirkan nanti?" tanya aryo dengan Ekspresi wajah yang sedih dan merasa bersalah.


"itulah yang aku takutkan ar, selain gangguan kehamilan itu usia naina yang tergolong masih muda juga jadi faktor penyebab nya"

__ADS_1


" mengapa kau baru bicara sekarang ris?" tanya aryo terdengar sedikit kesal.


"maaf ar...dia memohon padaku... aku tak kuasa menolak dia tapi semakin ke sini aku semakin kawatir padanya"


"baiklah terima kasih atas informasinya,aku akan pastikan menjaga naina dengan baik"


aryo melangkah pergi dari ruangan itu,tapi dr. risma memangilnya...


"ar..."


aryo berhenti tanpa menoleh padanya.


"berikan cinta dan perhatian mu padanya ar,...agar kau tidak menyesal jika terjadi sesuatu pada diri naina"


seketika aryo berbalik dan menatap tajam ke arah dr.risma...


"tidak akan terjadi apapun padanya ris....tidak akan ku biarkan"...aryo berlalu dari ruangan itu.


hush....dr.risma menghembuskan nafas beratnya..


#####


"Naiiiii......" suara Aryo mengema di rumah besar itu,mencari sosok wanita yang sudah berhasil mencabik-cabik hatinya.


"ar?.....ada apa?" tanya erlita yang muncul dari taman belakang yang mendengar teriakan aryo yang tak seperti biasanya.


" dimana naina?.....aku tak melihat dia dikamarnya"...tanya aryo dengan wajah merah seperti menahan kemarahan, erlita yang menyadari itu segera menarik suami nya ke dalam kamar dan mendudukkan di atas ranjangnya.


"ada apa ar? katanya sesuatu! kendalikan emosimu...naina sedang hamil kamu gak bisa biarkan dia mendengar teriakan-teriakan mu"


aryo hanya diam dan masih menahan amarahnya,dia kecewa..kenapa naina memyembunyikan keadaan nya yang di rasa aryo sangat berbahaya, terbuat dari apa sebenarnya hatinya....demi orang-orang yang disayanginya dia berani berbuat seberani itu,hanya demi memberi keturunan laki-laki untuk keluarga Hardiansyah hingga dia berani mengambil resiko kehamilan nya saat ini.

__ADS_1


Erlita yang tak kunjung mendapatkan jawaban kembali bertanya pada sang suami.


"ada apa ar? kenapa kamu begitu marah?....apa yang sudah naina lakukan sampai-sampai kamu begitu marahnya"


Aryo menatap erlita,matanya mulai berkaca-kaca...selama ini tak ada hal yang bisa membuat dia menangis tapi kali ini entah kenapa dia merasa aneh pada dirinya.


seketika airmata aryo leleh, erlita yang kaget melihat suaminya menangis langsung membawanya dalam pelukannya.


"kenapa ar?"....


"kenapa....hiks.....kenapa dia sebaik itu er...kenapa..hiks..??"


erlita yang tak paham akan situasi ini semakin dibuat binggung,apa?siapa? dia hanya bisa bertanya dalam hatinya dan membiarkan suaminya tenggelam dalam dukanya.


Sedangkan disisi lain,naina sedang duduk di sebuah bangku ditaman belakang rumahnya, terengah-engah sambil menahan sakit di perut nya...ya akhir2 ini naina sering merasa sakit mendadak di perutnya,sedetik sakit... tiba-tiba sakitnya menghilang sendiri.


"sabar sayang...sabar... sebentar lagi ya...aku jamin..aku akan membuat kalian baik-baik saja...."


erlita berdiri tak jauh dari tempat naina,dia memandang nanar ke sosok wanita mungil di depannya, melihat naina serasa melihat malaikat kecil... pengorbanan naina yang slalu membuat seorang Erlita merasa sangat kecil dan tak berarti di depan naina, Erlita berkali-kali menghapus airmata yang terus membasahi pipinya, dia kembali terisak mengingat apa yang telah aryo cerita kan padanya.


"Tuhan....andai aku bisa menggantikan dia....aku rela Tuhan" gumam erlita.


Dari arah naina,naina melambaikan tangannya ke arah erlita....


"kak er......."


seketika Erlita tersadar dari lamunannya dan memandang tepat ke arah mata naina,gadis itu tersenyum.


Deg....


'Tuhannn..... lindungi malaikat kecil itu'...batin Erlita sambil memegang dadanya yang sesak.

__ADS_1


bersambung......


sempat buntu idenya heheheh....maklum karya iseng pertama aku nih.


__ADS_2