Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
61


__ADS_3

"ayo sayang......siniin adiknya..." bujuk seorang suster pada naina yang mendekap erat adik yang masih ada di gendongan.


beberapa saat sebelumnya..


Naina dan kayla di temukan warga di jalan setapak di pinggiran sungai, gendongan yang dipakai naina tersangkut di sebuah akar besar di pinggir sungai.


naina bertahan di sana dengan mendekap erat adiknya,air sungai mulai sedikit menyusut.


Naina gadis 10 tahun itu memberi nafas buatan pada kayla begitu melihat kayla tak sadarkan diri.


Dari mana naina tau tentang semuanya? Naina adalah anggota Pramuka aktif disekolahnya, seluk beluk tentang p3k sudah dikuasainya,pertolongan pertama jika ada orang yang tenggelam juga di pelajarinya dari les renang yang di ikutinya,naina seorang perenang handal.


Dia adalah sang juara bertahan di setiap kompetisi renang antar sekolah bahkan antar kabupaten.


"kay.....bangun dek....kay...banguunn" isak tangis naina terdengar mencoba membangunkan adik dalam dekapannya.


sesekali dia memberi adiknya nafas buatan.


"hiks....kay...hiks...banguunn...kay bilang mau jadi adek yang baik...hiks...sekrng kakak suruh..hiks....bangun aja adek gak mau....huhuhu" tangis naina pecah mendapati adeknya tidak kunjung bangun.


naina menempelkan telinganya di dada sang adek,naina sedikit lega walaupun kayla masih tak sadarkan diri,namun dia masih bisa mendengar detak jantung Kayla.


dirasa air sungai sudah mulai surut naina mencoba merobek kain yang menyangkut di akar pohon,dengan susah payah naina berhasil lepas dari akar pohon itu dan dia mulai berenang naik ke tepi sungai.


Naina berjalan meninggalkan sungai sambil mendekap erat adek yang ada di gendongan,dia bersyukur tadi sempat bermain gendong-gendongan dengan adeknya, hingga saat banjir menerjang dia terhanyut bersama sang adek dan dia mendekap erat kayla agar tak lepas dari tubuhnya.


"dek...bangun ya....kakak capek nih...adek harus bangun kan adek bisa jalan sendiri.,.." ucap naina sambil terus memandangi adeknya yang masih terlelap,dan tumpahlah air mata naina.


"aunty....hiks...hiks..aunty....naina janji akan melindungi kayla" gumam naina sesaat ingat akan hadiah yang akan di berikan namira jika dia bisa menjaga kayla.


praaangg

__ADS_1


"Ada apa mom??" abizam berlari ke arah mamanya,dia melihat mamanya menjatuhkan piring ditangannya.


"Naina?" ucapnya lirih.


"ada apa mom??"


" izam...apa naina sudah telpon kamu?"


"belum mom,dia bilang kalo tidak sibuk akan telpon, kemarin cuma ngabari kalo udah nyampe" terang abizam,dia memang sepupu naina yang paling dekat dengannya.


"it's okey mom"..ucap abizam menenangkan mommy nya.


Kembali ke naina yang sekarang sudah di sebuah jalan setapak.


"pak...pak...ada korban selamat....liat ituu" seseorang memberitahu orang-orang disekitarnya dan berlari ke arah naina.


"dek ikut ke klinik ayo..." ajak orang itu.


Naina semakin mengeratkan dekapannya,dia takut kalo laki-laki ini orang jahat.


ternyata orang itu menyadari kalo naina takut.


"tidak usah takut dek,bapak gak akan nyakitin adek...ayoo kita ke klinik"


Akhirnya naina menganguk tanda setuju.


"sini biar bapak gendong adeknya"


Naina berhenti berjalan dan menggeleng dengan cepat.


'jangan berbicara dengan orang asing nai...okey' begitulah kata-kata yang diingat naina saat ini, kata-kata yang di ucapkan oleh sang mama.

__ADS_1


"Ya udah....adek ikuti bapak aja ya...tuh disana temen bapak. banyak kok"


lagi-lagi naina hanya mengangguk.


dan disinilah naina sekarang...


Sini.....lepasin ya? kakak gak akan menyakiti mu"...


Naina mengeleng pelan....terlihat kayla dalam dekapannya yang sudah membiru karena kedinginan.


"kasihan adiknya nanti....sini ya biar kakak lepasin gendongan nya,adiknya dikasih selimut nanti biar gak kedinginan" ucapnya lagi mencoba merayu.


Naina semakin mengeratkan dekapannya seolah memberi kehangatan pada kayla di dekapannya, sesekali memandang wajah pucat dan bibir biru kayla yang ada dalam dekapannya.


"adek.....namanya siapa?" tanya suster di klinik itu.


Naina diam saja dia hanya memandang lekat dan seakan membaca sikap si suster itu dengan seksama,takut kalo dia akan dipisahkan dari adeknya.


"Gini aja...adek harus diperiksa,adek di dalam gendongannya juga harus diperiksa....emang adek gak mau? kalo adeknya itu bisa bangun dan main bersama?"


Naina menganguk..


"kalo gitu kita periksa ber dua sama adek gimana?tapi lepasin gendongan nya,,kan gak bisa kalo suster periksa di dalam gendongan"


suster itu bener-bener mengeluarkan jurus sabar sedikit mendesak,dia sudah prihatin melihat balita itu pucat dan membiru bibirnya.


Akhirnya naina menurut i kemauan si suster,dengan cepat suster itu menangani kayla dan satu suster lagi yang membantu.Naina di ijinkan untuk melihat semuanya di ruang yang tertulis IGD di klinik kecil itu.


Seorang suster lagi menangani naina,banyak luka-luka goresan di tubuh bahkan wajah naina.namun rasanya tak terlihat sakit karena melihat sang adek yang masih terdiam tanpa reaksi.


"Dek......bangun...bangun dek...kita harus pulang.....kamu gak kangen sama mama?....nanti kakak minta lho mamanya...." ucap naina sambil memandangi kayla yang sedang ditangani suster.

__ADS_1


suster yang sedang membalut luka naina tiba-tiba saja meneteskan air matanya,melihat betapa sayangnya seorang kakak pada adeknya.


bersambung


__ADS_2