Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
76


__ADS_3

Seorang lelaki gagah berjalan membelah gerumuman orang-orang di bandara, kepulangan nya dari luar negeri ingin memberikan kejutan pada kedua orangtuanya,


lelaki berperawakan kekar putih bersih dengan rambut hitam dan bulu mata lentiknya,karena itupun Kayla lebih menyukai memanggil lelaki itu kakak cantik padanya alih-alih memanggil kakak tampan,ya..... Krisna setelah 4 tahun meniti karir di luar negeri kini dia kembali ke kampung halamannya,dia meminta Reno sahabat sekaligus orang yang mengelola usahanya selama dia berada di luar negeri, untuk menjemput kepulangan nya dibandara.


"Wow....liat nih...sapa yang datang!!"


ucap Reno yang melihat Krisna berdiri gagah di hadapannya.


"Apa kabar ren?" sapa Krisna


"Gila!! 4 tahun gak ketemu makin gagah dan tampan aja kamu Kris!"


"Bisa aja kamu!! ayo pulang!"


"gimana Selvi?aku dengar dia hamil lagi?" tanya Krisna selanjutnya.


"Tokcer kan aku!! udah mau 2 nih aku...kamu kapan??" tanya Reno.


"entahlah..."


"Masih nunggu dia?"


"Menurut mu?"


"Jangan jadikan perbedaan menghalangi cinta kalian!" Reno menasehati.


"Dia terlalu jauh dari jangkauan ku ren" ucap krisna sambil menerawang.


"Belum perang sudah menyerah kamu Kris!!"


"Liat kamu yang sekarang Kris,kamu mati-matian usaha agak bisa sejajar sama dia,dan sekarang apa? kamu mau nyerah?kamu sekarang juga tidak bisa diremehkan Kris!" lanjut Reno


"Aku sakit gak sih cinta sama anak kecil ren?" tanya Krisna memandang Reno disampingnya.


"Gila!! kalo 12 tahun yang lalu,ya aku bilang sakit kamu!tapi sekarang dia udah gede Kris!bukan anak kecil lagi! malah bisa bikin anak kecil!" jawab Reno yang geram pada sahabat nya itu.


"Sialan kamu!!"


"Aku kangen dia ren!" ucap Krisna dalam lamunan nya.

__ADS_1


"Samperin b3go!!"


Krisna hanya diam saja, bayang-bayang kejadian 5 tahun yang lalu masih begitu lekat diingatannya,ketika dia datang ingin menemui seorang gadis yang sudah memenuhi hatinya sekian lama.


Kala itu dia berdiri tegak didepan sebuah alamat yang di berikan gadis itu padanya.


tepatnya di depan sebuah rumah mewah dan megah berpagarkan besi tinggi menjulang.


Tiba-tiba saja nyali seorang Krisna menciut,semakin lama dia memandang rumah itu,semakin nampak jelas perbedaan diantara mereka,menyerah sebelum berperang! begitu lah Krisna kala itu,di urungkan niatnya untuk masuk kedalam rumah itu.perlahan Krisna balik badan dan kembali ke kotanya.


bertahun-tahun dia coba memahami hatinya sendiri,mencoba menepis kerinduan pada gadis itu,namun semakin hari perasaan itu semakin bertambah,hingga dia memutuskan untuk tak lagi menghubungi gadis itu lagi.


"Kris dah nyampe nih" Reno membuyarkan lamunan Krisna


"Oh ya...maksih ren,turun yuk"


"Assalamualaikum bu...pak" ucap Krisna sambil masuk ke dalam rumahnya yang terbuka.


"Waalaikum salam... Krisna!!! anak ibu...!" Jawab Bu kasih sambil berlari memeluk anaknya.


"Ya Allah ibu kangen,kok gak ngasih kabar Kris"


"Assalamualaikum bu..." ucap Reno sambil menyalami tangan Bu kasih.


"Kamu juga ikut kesini ren?"


"Iya bu....nih jemput anak lelaki ibu nih"


"Bapak mana bu?" tanya Krisna mencari pak Rahmat.


"Kasih makan ikan, di belakang"


"Aku kesana dulu bu...Ren istirahat aja dulu..aku nemuin bapak dulu"


"Okey bro...bu...bikin apa?" nanya ke bu kasih.


"lagi bikin pisang goreng mau?"


"mau bu!"

__ADS_1


Di belakang seorang lelaki paru baya sedang asyik dengan ikan-ikan peliharaan nya.


"Bapak.... Kris pulang!" ucap Krisna.


"Alhamdulillah....anak bapak pulang...sehat nak?"


"Sehat pak,bapak sendiri?"


"Sehat dong...cuma pikiran bapak yang rada kurang sehat!"


"emang kenapa pak?" tanya Krisna terlihat cemas.


"Mikirin calon mantu bapak!" ucap pak Rahmat sekenanya.


Krisna hanya diam saja,tak tau harus berkata apa lagi.krisna memang lebih terbuka dengan bapaknya daripada ibunya, ibunya yang sering kali cemas membuat Krisna tak mau membebani ibunya dengan curhatan-curhatannya.


"Masih suka kepikiran?" tanya pak Rahmat.


"hemmm" jawab Krisna sambil mengangguk.


"Besok temui dia,biar gak kepikiran lagi!perjuangkan!kalo tidak bisa tutup lembarannya dan ganti dengan yang baru"


"Buka langsung yang baru aja pak" ucap Krisna sambil menunduk.


"Cckck belum juga di coba Kris!apa?diluar jangkauan?" ucap pak Rahmat yamg sedang dilihat anaknya.


"emang saluran telepon Kris Kris diluar jangkauan!" lanjut sang bapak.


Krisna tersenyum,benar dia terlalu pengecut,dia menyerah duluan sebelum berjuang. namun Krisna sudah memutuskan untuk berhenti sebelum melangkah.


"Krisna istirahat dulu pak"


akhirnya krisna meninggalkan bapaknya sendiri di kolam ikan,dia bergegas kembali ke dalam rumah dan istirahat ke kamar setelah berpamitan dengan Reno,dan Reno memutuskan untuk pulang.


Krisna menghembuskan nafas beratnya.memikirkan kata-kata bapak dan Reno.


"Haruskah aku berjuang?... haiishhh aku pusing!!" ucap Krisna sambil mengacak-acak rambutnya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2