Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Ketabahan Raisya


__ADS_3

"Maafkan aku abang! aku janji akan lebih hati-hati!"


Ucap Raisya tanpa suara, hanya sebuah isyarat dengan mulut nya saja sambil membelai wajah lelah sang suami. Raisya menyeka airmata yang menetes di pipinya,dia berjanji akan menjadi tegar setelah kejadian ini, memang manusia hanya berencana dan Tuhanlah penentu segalanya.


Karena itu Raisya akan berusaha untuk mengikhlaskan semuanya, kehilangan janin itu bukan akhir dari segalanya, itulah pikir Raisya, yang saat ini dia pikirkan adalah suaminya, suami yang begitu mencintainya walaupun kadang tak di perlihatkan dengan baik! dia tak ingin Ferdi khawatir dengan keadaannya, trauma memang masih ada tapi Raisya benar-benar harus menghilangkan trauma itu dan sekali lagi bersikap tegar.


Tidak mudah menjadi istri Ferdi ke depannya pikir Raisya, selalu ada dan mungkin banyak yang iri dan tidak suka dengan posisi Ferdi, seorang anak angkat yang bisa menduduki tahta kepemimpinan perusahaan besar Hardiansyah. walaupun mereka tidak tau bagaimana perjuangan Ferdi untuk melibas omongan-omongan pedas semua orang dengan cara bekerja semaksimal mungkin, Ferdi yang baik hati dan tanpa pamrih lah membuat keluarga Hardiansyah menerimanya apa adanya, namun sekali lagi tak banyak yang mau melihat kesulitan Ferdi yang mereka lihat hanyalah kesenangan nya saja.


Krisna yang bersifat sabar dan ramah adalah guru sekaligus kakak terbaik di balik sikap Ferdi, tentang ilmu bisnis, tentang keluarga dan tentang segala nya Krisna lah yang berdiri di balik tubuh Ferdi. Tak banyak yang tau, melihat bagaimana sifat Krisna yang terlihat cuek, nyatanya dialah yang membuat Ferdi yang awalnya slegean dan santai akan hidupnya, menjadi seseorang yang tegas kuat dan dingin demi membangun wibawanya di depan karyawan-karyawan di perusahaan papa Kenan yang dia pimpin saat ini walaupun sifat asli Ferdi yang slegean,manja tetap akan terlihat bila bersama keluarganya.Naina, sahabat dari kecil dan sekarang menjadi saudara angkatnya adalah gadis yang paling di sayangi Ferdi,bahkan melebihi Kayla yang selalu menjadi lawan berdebat nya.


Sejak kecil Ferdi bahkan sudah bercita-cita mengejar Naina hanya untuk dekat dengan Naina yang membuatnya nyaman.


Walhasil sejak lulus SMA, Ferdi bersikeras menyusulnya ke kota lain dan kuliah satu tempat dengan Naina, hal itu lah yang membuat papa Kenan dan mama Syila lama-lama terpikat dengan sifat dan kebaikan Ferdi.


saat Ferdi mendapatkan masalah seperti ini, semuanya berlomba-lomba menghubungi Ferdi dan mencoba memberikan semangat pada Ferdi, Ferdi bagaikan titisan Naina bunda kandung si kembar yang menjadi pelita di dalam keluarga Hardiansyah pada jamannya, dan sekarang keluarga Hardiansyah seakan mendapatkan pelita kembali yaitu dengan hadirnya Ferdi di antara mereka.


Raisya terus menciumi bibir Ferdi yang sedang tidur menghadap ke dirinya.


cup.. cup...cup....


"Hentikan Sya....atau aku akan memakan mu di sini!" ucap Ferdi sambil terpejam matanya.


"Abang sudah bangun?" tanya Raisya


"hemmm" ucap Ferdi sambil menarik sang istri ke dalam dekapannya.


"Sudah siang abang!"


"hemmmm"


"bang!! ada dokter kunjung!"

__ADS_1


"hemmmm" saut Ferdi.


"Peluk aja terus!! kalo perlu kasih lem!" suara yang tak asing di telinga Ferdi membuat nya membuka matanya lebar.


"Ngapain sih pagi-pagi ganggu orang pacaran aja!" saut Ferdi ketus melihat Kayla pagi-pagi sudah datang.


"Woyyy jam 10 pagi kak!!! bangun dong?!! dasar pemalas!!" saut Kayla.


"Iya ihhh Daddy!! ada bu dokter ini!" suara kecil Kamilaa membuat Ferdi bangun dari posisi berbaring nya.dan betapa kagetnya dia sudah di tunggu dokter dan suster serta Naina dan Kamilaa juga Kayla.dengan gaya coolnya dia beranjak dari ranjang dan menghampiri Kamilaa.


"Owww cantiknya Daddy!!! cup...cup...cup...!"


"Daddy ih!!! Daddy bau tau...belum mandi!!!" ucap Kamilaa


"Tapi Daddy tetap ganteng dong!!!" ucap ferdi.


"No....ayah yang ganteng!! kalo Daddy...." anak kecil itu seakan berpikir..


"Daddy apa??" tanya Ferdi yang wajahnya pura-pura di buat sedih.


"Macho??"


"Ya kata bibi pengasuh macho itu keren, dan Daddy Mila kan selalu keren!!"


hahahahahaha semuanya yang ada di ruangan tersebut tertawa dengan kata-kata gadis kecil tersebut.


Setelah itu dokter memeriksa keadaan Raisya dan Raisya di sarankan untuk menginap sampai besok. Kayla memang selalu bisa menghidupkan suasana bila bertemu dengan Ferdi, adik kakak itu selalu saja berdebat kecil dan saling mengejek, Raisya merasa bahagia bisa ikut memiliki Ferdi yang hanya bisa dia lihat saat dulu pertama kali dia bertemu dengan Ferdi. waktu itu dia berusia 12 tahun,dan masih duduk di bangku SMP, dia mengangumi teman Naina sepupunya itu saat pertama kali bertemu dan saat itu Ferdi ada di bangku kuliah, lama kelamaan rasa kagum Raisya menjadi cinta, dan dia sadari itu saat dia berusia 14 tahun, itu kali pertama kali Ferdi membantu perusahaan Kenzo walaupun hanya sebentar dan beralih ke perusahaan Krisna.


"Cepetan pulang gihh...ntar kita bikin sate di rumahku!" kata Kayla.


"Siap deh!! lagian aku juga kangen sama si kembar! jawab Raisya.

__ADS_1


"Wokey deh!! ya udah ya kita pulang dulu, aku mau jemput mereka pulang sekolah"


"Daddy.. Mila masih kangen!" rengek Mila pada Ferdi.


"ya ntar Daddy ke rumah Mila kalo aunty Raisya sudah sembuh ya?" bujuk Ferdi


"Siap Daddy..... Mila sayaaaaang Daddy!!" ucap gadis kecil itu sambil mencium pipi Ferdi.


"Heleh.. Mila lebay!!" saut Kayla.


"Cepet sembuh ya Sya...kita pulang dulu!" pamit Naina pada Raisya, dan akhirnya mereka keluar dari kamar rawat Raisya.


Ferdi memandang istrinya lekat, dia berencana memberitahu apa yang terjadi pada diri Raisya, dia berencana memberitahu bahwa Raisya hamil dan terpaksa harus kuret.


"Sya......" panggil Ferdi.


"Hemmm..sini bang! naik ranjang....aku pengen di peluk!" kata Raisya seakan tau kalo Ferdi ingin membicarakan tentang kehamilan nya.Ferdi menurut i sang istri, dia naik ke atas ranjang dan membawa Raisya ke dalam dekapannya.


"Sayang... ada yang ingin aku bicarakan sama kamu!" Ferdi buka suara


"Aku sudah tau!" saut Raisya


Seketika Ferdi memandang Raisya yang sedang mendongak memandang ke arah matanya. Ferdi hanya diam saja mendengar kelanjutan kata-kata Raisya.


"Tidak masalah bang! asal kamu terus sama aku!! aku tidak masalah, Tuhan pasti punya rencana indah di balik ini semua! aku sudah ikhlas,aku benar-benar ikhlas! mulai sekarang aku akan lebih berhati-hati lagi dan aku akan selalu berdoa...dan .." kata Raisya menggantung


"Dan apa?" kata Ferdi yang begitu mengagumi ketabahan hati Raisya.


"Dan mencoba membuat nya setiap hari...!" bisik Raisya di akhir i kecupan singkat di bibir Ferdi.


"Setiap hari? Heleh.....pasti di tengah-tengah permainan kamu selalu bilang...' abang ampun bang... sudah bang...!' sambil merem melek!" goda Ferdi.

__ADS_1


"Abang!!" pekik Raisya malu, emang ya sekali gesrek akan kembali gesrek di saat momen mengharukan sekali-pun.


bersambung....


__ADS_2