Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
kelahiran anak kedua 2


__ADS_3

"Tapi mas....."


" Diamlah nai,.....jangan memikirkan hal-hal yang tidak penting, sekarang yang harus kamu pikirkan anak-anak kita sayang"


Naina masih merintih sakit sesekali akibat kontraksi nya.


mama ratna dan erlita sudah berada di luar ruangan, erlita meninggalkan namira bersama tante dinda dan bik Lastri.


Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 tapi belum ada tanda-tanda naina akan segera melahirkan kedua anaknya.


kecemasan semakin melanda nyonya Ratna dan keluarga nya.


"Ma...kita sarapan dulu aja gimana?" kata erlita mengajak sang mama untuk sarapan karna waktu sudah menunjukkan jam sarapan.


" Baiklah er....pamit pada suami mu dulu,mama tunggu disini"


"Baik ma..." erlita berlalu dan masuk ke dalam ruangan naina, kemudian dia pamit ke aryo dan mengatakan akan membawa makanan untuk aryo.aryo mengangguk tanda setuju pada erlita, erlita mengelus rambut naina sambil tersenyum sebelum berlalu dari ruangan itu.


######


"Mari bu... pesawat kita akan berangkat sebentar lagi" ajak daniel pada mama naina dan adiknya.


setelah mendapat berita dari aryo tadi subuh daniel langsung bertandang ke negara s dan langsung memesan tiket kembali lagi bersama 2 orang yang sangat dicintai oleh naina itu.


"apa yang terjadi pada naina?kenapa kita buru-buru begini?"


"naina akan segera melahirkan bu,aryo ingin ibu menemaninya"


Betapa kagetnya ibu naina mendengar bahwa sang tuan muda Hardiansyah ingin dia hadir saat kelahiran putranya,dan itu artinya aryo sudah tau tentang keluarga naina yang selama ini disembunyikan.


"Apa tidak apa-apa?"


"tenanglah bu semua sudah tak sama seperti dulu, berdoalah naina akan bahagia setelah ini semua" ucap daniel sambil tersenyum kepada ibu naina.


"Apa kakak akan baik-baik saja?" tanya richo yang sedari tadi hanya diam.

__ADS_1


"semuanya baik saja boy, tenang saja"..jawab daniel.


"Tapi perasaanku tidak enak ma"..


"semua akan baik-baik saja sayang" ucap mamanya menenangkan richo.


######


"Apa masih lama dok?kenapa sampai jam segini bel ada perubahan lagi?dari tadi hanya pembukaan 6 saja?" tanya aryo cemas.


"tenanglah pak semuanya akan baik-baik saja"


jawab dokter yang menemani naina lahiran,memang selain dokter risma ada dokter lain yang ikut menangani naina,karena riwayat kehamilan naina yang mengalami kendala mulai di bulan-bulan ke 5 kehamilan naina.


Aryo beralih ke wajah pucat yang istri mungil nya itu, rasanya sungguh tak tega melihat naina menderita seperti ini.


"Apa masih sakit?" tanya aryo.


"hemmmm" jawab naina sambil menahan sakit diperutnya.


"Ar...makanlah dulu,biar aku yang menggantikan menemani naina".. ucap erlita yang ada di ambang pintu sambil menenteng makanan untuk aryo.


"Aku tidak lapar er,...kau pulanglah dulu..aku tau kamu lelah"


"tidak apa, makanlah setelah itu aku akan pulang dan mengambil baju untuk mu,aku juga ingin bertemu namira"


"Baiklah..."


aryo pergi ke luar ruangan untuk menyantap makanannya.dan tinggallah naina dan erlita disana.


"Bagaimana keadaanmu nai?"


Naina hanya tersenyum, kemudian dia berkata pada erlita..


"Kak... boleh aku meminta sesuatu?"

__ADS_1


"katakan...kau ingin apa?" kata erlita sambil mengelus rambut naina.


"kalo terjadi apa-apa padaku,titip anak-anak ya kak..." kata naina sambil menahan sakitnya.


"jangan bilang begitu nai,... bertahanlah..aku yakin kamu gadis yang kuat"


"Apa kamu tidak ingin melihat mereka tumbuh besar... keluarga mu juga?apa kamu tidak ingin bersama mereka?" ucap erlita sambil berlinang air mata.


"Kak..... seadanya aku bener2 tidak mampu bertahan lagi bisakah kamu menganggap ibu dan adikku keluarga kakak juga" ucap naina tanpa mempedulikan perkataan erlita.


"sudah diam!! jangan banyak bicara... berdoalah pada Tuhan agar semua baik-baik saja".


"Hari ini mamamu akan datang, sekarang masih dijalan...apa kau senang?"


"benarkah kak?apa mama mau menemaniku?"


"Tentu saja,dia sedang di jemput oleh daniel,adikmu juga...jadi kau harus kuat dan bertahan...okey?"


"hemmmm aku harus kuat demi mereka ya kan kak?"


erlita tersenyum 'bahkan disaat seperti ini kamu hanya memikirkan kebahagiaan orang lain nai,bukan dirimu sendiri'batin erlita.


'Aku janji nai,akan memastikan kamu dan keluargamu hidup bahagia,aku janji' lanjutnya.


Sedetik kemudian naina mulai merasakan sakit yang lebih kuat lagi, erlita panik dan segera memanggil dokter dan aryo, ternyata naina sudah mengalami pembukaan penuh dan akan segera melahirkan,erlita keluar dari ruang persalinan karna dokter mengatakan hanya boleh didampingi satu orang dan aryo yang mengatakan ingin menemani naina.


Diluar ruangan tak kalah paniknya, nyonya Ratna dan erlita mondar-mandir bergantian.


merasa cemas karna sekian lama masih belum mendengar suara tangis bayi dari dalam.


tak berapa lama bayi pertama lahir dengan suara tangis yang mengema sampai ke luar ruangan.


"Alhamdulillah" ucap erlita dan sang mertua bersama.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2