Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Kepergian Haris


__ADS_3

Awan duka menyelimuti keluarga Kenan, papa Kenan dan Krisna sudah datang ke rumah sakit dimana Haris dirawat, sedangkan mama Syila merawat si kembar dibantu ibu kasih yang sengaja datang bersama Naina. di rumah sakit,Kayla yang mendapatkan penjelasan dari Ferdi dan dokter Agatha, hanya bisa menangis sesenggukan di pelukan Ferdi.


Dia tak menyangka Haris sang suami menikmati rasa sakit nya seorang diri.


Dia bahkan tak bisa membayangkan bagaimana menderitanya sang suami harus mengurus dirinya sendiri dan membantu dia mengurus kedua anaknya.


"Kak Ferdi jahat!!! kenapa kakak gak cerita sama Kay kak hiks...hiks....kakak tau bagaimana rasanya jadi Kay kak! Kay merasa bersalah sama kak Haris hiks....hiks....!"


"Sudah Kay... please jangan nangis lagi! kalo kamu kayak gini gimana dengan kak Haris? dia gak boleh liat kamu kayak gini Kay!! kamu musti tegar!! musti sabar! demi bisa demi si kembar!!"


"kakak benar! Kay harus kuat! Kay harus selalu mendukung kak Haris! iya kan kak!!??"


Kayla menghapus airmatanya, hari sudah menunjukkan pukul 11 malam, Kayla mencuci wajahnya agar terlihat lebih segar, setelah itu dia menemui Haris yang sudah di temani papanya dan Krisna kakak iparnya.


"Kay....kamu pulang dulu aja, kasihan si kembar dia butuh menyusu juga!" ucap sang papa saat Kayla sudah masuk ke dalam ruang rawat Haris.


"Iya pa....bentar lagi Kay pulang pa! Kay mau nemenin kak Haris bentar"


"Ya udah papa tinggal di luar dulu,...ayo Kris"


"Iya pa!...." ucap Krisna sambil mengacak rambut Kayla.


mereka meninggalkan Kay sendirian menemani Haris disampingnya.


"Bee...?"


"Mine.....kamu masih di sini?" ucap Haris lirih yang akhirnya membuka matanya.


"Kamu tidur dulu, habis itu aku pulang! nanti aku balik lagi ke sini!" kata Kay sambil mengelus pipi pucat yang suami.


"Aku akan tidur sekarang.... kamu cepat lah pulang ya Mine!"


"Hemmm....aku akan pulang kalo kamu dah tidur Bee, ayoo tidurlah" ucap Kayla sambil mengelus kepala Haris.

__ADS_1


Kayla terus mengelus kepala Haris seperti anaknya sendiri, memberikan kenyamanan pada Haris agar sang suami bisa tertidur dengan nyenyak. sedangkan di luar kamar Kenan dan Krisna tengah berbincang dengan Ferdi.


"Apa besok jadi berangkat?" tanya papa Kenan.


"Ya pa... rencananya pukul 9 pagi aku akan ikut berangkat dan memastikan semuanya berjalan dengan baik di sana!" jawab Krisna.


"Kamu tidak ikut Fer?" tanya Kenan.


"Tidak pa! salah satu di antara kita harus ada yang tinggal pa!"


Kenan melihat Krisna dan ferdi bergantian, Kenan bersyukur Tuhan memberikan 2 anak lelaki yang begitu peduli dengan adiknya yaitu kayla dan sang suami Haris.


Kasih sayang mereka sungguh tak diragukan lagi.


"Terimakasih.... terimakasih untuk semuanya!" ucap Kenan tiba-tiba dan sudah berkaca-kaca matanya, membuat Ferdi dan Krisna saling pandang.


Ferdi mendekati sang papa.


"Harusnya Ferdi yang terimakasih pa! kalian menerima aku dengan baik! menyanyangiku layaknya anak dan sodara sendiri, kasih sayang kalian sungguh besar padaku! apa yang aku lakukan tak sebanding dengan kebaikan kalian!! terimakasih pa.... terimakasih karena telah menerima aku masuk ke dalam keluarga kalian" Ferdi memeluk sang papa dan melepaskan nya kembali setelahnya membimbing lelaki parubaya itu ke kursi tunggu yang ada di depan ruang rawat Haris.


"Itu sudah kewajiban kris pa!" jawab Krisna dengan tersenyum.


beberapa saat kemudian Kayla keluar dari ruang rawat Haris, kemudian Krisna pamit pada Ferdi untuk mengantarkan Kayla dan papa Kenan pulang terlebih dahulu, Krisna juga harus pulang untuk persiapan kepergian dia mengantar Haris berobat.


Setelah kepergian Kayla Krisna dan papa Kenan, Ferdi masuk ke dalam ruang rawat Haris.


"Kak....kita akan berangkat besok pagi!"


"Terimakasih Fer". jawab Haris lirih.


"Kamu harus semangat kak! liat anak-anak kakak, liat Kayla...emang kakak rela aku dapatin Kayla dan Eno serta Rio!! gak papa sih lumayan aku dapat Kayla bonus si kembar!" goda Ferdi.


"Sialan kamu Fer!" saut Haris namun dengan nada yang lemah dan lirih.

__ADS_1


"Kak!! jangan menyerah! tahan rasa rindu kamu saat disana! kakak tau kan Kayla tidak mungkin menemani kakak! ada Eno dan Rio yang harus dia jaga kak!"


"iya aku tau fer!"


"Kita tak pernah tahu sampai kapan kakak ada disana! aku hanya meminta kakak kembali!! jika kakak mulai lelah, ingat kak!! ada Kayla dan si kembar yang menunggu kakak disini!


"Kau benar fer!! ada mereka yang menungguku!". ucap Haris sambil menerawang melihat langit-langit kamar rawatnya.


Pagipun menjelang, Kayla yang semalam kembali lagi setelah memompa ASI nya untuk si kembar, kembali menemani sang suami, pagi ini mereka berangkat dengan mengunakan jet pribadi milik teman Krisna, Kayla sudah mengabari sang mertua dan mama Delina yang akan ikut menemani Jhon tinggal dan merawat Haris selama masa pengobatan.


Kayla tak lepas dari pelukan Haris disepanjang jalan menuju bandara dimana jet pribadi mereka menunggu, Haris berangkat menggunakan ambulan yang di sediakan rumah sakit.


Ferdi menjelaskan pada Kayla tentang prosedur pengobatan Haris, dia juga memberitahukan bahkan entah sampai kapan Haris harus menjalani terapi sampai tahap operasi dan penyembuhan.


Dokter sendiri belum bisa memastikan karena memang hanya menerima rekap medis saja tanpa memeriksa Langsung keadaan pasien.


Krisna sudah berpamitan dengan Naina, rencananya Krisna akan lebih dari satu minggu menyiapkan segala sesuatunya bersama jhon untuk Haris, karena Ferdi masih baru memegang jabatan sebagai Ceo dan masih banyak tugas yang belum terselesaikan maka Krisna yang berangkat mengantar Haris bertemu di dengan dokter Albert.


"Ingat harus semangat Bee!" ucap Kayla saat berada di dalam mobil ambulan.


"Iya....maaf Mine! aku menyusahkan kamu!"


"jangan bilang begitu,....aku akan menunggu kamu!! aku yakin kamu sembuh!! kamu harus ingat! walaupun tak ada kami disana, kamu masih punya kami yang menunggu mu di sini!"


"Iya sayang....maaf!" hanya kata maaf yang terus di katakan Haris, dia sungguh tak ingin terlihat lemah seperti ini.


melihat Kayla yang terus berusaha tegar malah menjadikan rasa bersalah Haris semakin menebal.


"Menangislah....ku mohon jangan menahannya!" pinta Haris, karena dia tak tega melihat Kayla menahan sesak di dadanya.


"Menangislah mine! buat aku lega dengan tangisan mu!" lanjutnya lagi.


Seketika Kayla menangis sesenggukan di pelukan sang suami yang sedang terbaring di dalam mobil ambulan,senyum Haris tertib juga , setelah dari semalam dia tak mendengar tangisan sang istri.

__ADS_1


'Tuhan!! tolong ijinkan aku bertemu dengannya sekali lagi!! ijinkan aku membuat dia bahagia!.... jika pun Kau tak mengijinkannya maka berikan dia seseorang yang menyanyanginya tanpa batas!! bahkan lebih dari aku menyayangi nya!!' batin Haris sambil terus memeluk sang istri.


bersambung


__ADS_2