Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
perjuangan terakhir


__ADS_3

Erlita yang tak kuat lagi menahan hatinya berlalu begitu saja dari ruang persalinan naina,dia melepaskan pelukannya dan meninggalkan naina yang masih setia dengan tangisannya.


Beberapa saat kemudian aryo masuk setelah lebih dulu menata hatinya.


"Nai.... selamat ulang tahun"...ucap aryo,tadi dia pergi terlebih dahulu ke taman rumahsakit dilihat nya disana ada bunga mawar kesukaan naina,tak peduli jika petugas taman akan marah padanya,dia tetap memetik satu tangkai bunga mawar itu.


"mas aryo ingat?"


"hemm tentu aku ingat dan si kembar juga lahir ditanggal dan bulan yang sama denganmu,nanti pasti sangat ramai saat kita merayakan".


Naina tersenyum, kemudian aryo memegang erat tangan wanitanya,dikecupnya berulang kali.


"Apa aku boleh meminta hadiah ku?" tanya naina.


"Apapun untuk mu nai....apa yang kamu minta?"


"Mau kah mas bilang 'I love naina' satu kali saja....hanya itu hadiah yang aku mau"


Aryo terdiam, memandang lekat wajah pucat istrinya.


"hehehehe tidak bisa ya mas?...tidak apa...aku tau dihati mas hanya ada kak erli,...sudah lupakan saja"


Ditempat lain,daniel sedang bergegas menuju mobil yang menjemput dia dan keluarga naina.


Setelah berasa di dalam mobil daniel langsung menelpon seseorang.


"bagaimana ris?"


"------------"


"bagaimana keadaan aryo?"


"------------"


Daniel memejamkan matanya dan Langsung menutup panggilan telepon nya.


mama naina hanya melirik tanpa berani bertanya bagaimana keadaan putrinya.


"kak....apa kita akan langsung bertemu kak naina?" suara richo memecah keheningan di dalam mobil itu.

__ADS_1


"iya....kita akan langsung menuju rumah sakit" jawab daniel.


"apa semua baik-baik saja dokter daniel?" mama naina akhirnya memberanikan diri bertanya perihal anaknya.


"naina sudah melahirkan bu, anaknya laki-laki kembar" ucap daniel.


Senyum di bibir mama naina pun terbit,sedari tadi dia mencemaskan putrinya itu,hatinya merasa tidak nyaman sejak keberangkatan dari negara S.


seakan ada sesuatu yang membuat hatinya sangat cemas.


'Mama harap kamu baik-baik saja nai, tunggu mama sayang mama akan bersujud dikakimu, memohon ampun atas segala kesalahan mama' batin mama naina.


"Ada apa pak?" tanya daniel kepada sopirnya yang tiba-tiba berhenti.


"di depan ada kecelakaan tuan,makanya jalanan macet"


"cari jalam lain saja"


"baik tuan".


Daniel kembali menelpon seseorang.


"cepatlah niel" jawab suara di balik telepon itu sendu.


"iya ini sudah dekat"..daniel merasa ada sesuatu yang menimpa naina, hingga seseorang yang diteleponnya yang tak lain adalah dokter risma begitu khawatir dan menginginkan mama naina segera sampai di rumah sakit.


"Apa terjadi sesuatu dengan naina?" tanya mama naina dengan cemas.


" tidak bu.... do'akan semua baik-baik saja".


Keheningan kembali terjadi,daniel dengan pemikirannya sendiri begitu pula dengan mama Naina.Daniel tau tentang semua yang terjadi dengan naina dimasa kehamilannya,naina yang lebih manja terhadap dia dan selalu minta ditemani bahkan saat ngidam pun masih saja menginginkan daniel yang melakukan semua perintah naina.


Daniel memang anak tunggal dari keluarganya maka dari itu dia selalu menganggap naina seperti adik kandungnya sendiri.selain tante kesayangannya yaitu nyonya Ratna tak ada lagi sosok orang tua yang menyayangi dia karna kedua orangtuanya telah tiada sejak daniel umur 6 tahun,karna itu segala keinginan dari nyonya Ratna akan dia kabulkan selagi dia bisa.


seperti yang telah dia lakukan dengan naina, menjadikan naina sebagai istri kedua aryo dan melahirkan keturunan Hardiansyah sesuai keinginan sang tante.awalnya daniel biasa saja tapi semakin dia dekat dengan naina rasa iba sekaligus penyesalan sering menghampiri hatinya.


######


"Nai.....aku..." belum aryo menuntaskan kata-katanya naina sudah memutuskan perkataan aryo.

__ADS_1


"sudah mas.....jangan katakan apapun,aku tau tak seharusnya aku minta hadiah yang aneh-aneh"


"ak.......hemmmpppp"


belum sempat naina menyelesaikan kata-katanya,aryo terlebih dulu megecup bibir istrinya itu, semakin lama kecupan itu menjadi *****4n yang lembut seakan tak peduli sekarang mereka ada dimana.


Aryo menghentikan kegiatannya,kemudian menyatukan kening naina dengan keningnya.


"kau sudah membuatku jadi seperti orang gila nai,dan kamu bertanya apa aku mencintaimu?apa kamu tidak pernah merasakan hatiku nai?"


"Aku bahkan beranggapan aku pasti bener-bener sudah tidak waras, bagaimana aku bisa jatuh cinta sama seorang gadis kecil seperti mu nai"


"bahkan aku tidak peduli dengan umur kita yang terpaut 15tahun...aku tidak peduli.....aku bener-bener tidak peduli nai..."


"Aku mencintaimu nai...sangat mencintai mu bahkan aku tak tau kapan aku mulai mencintaimu"


Akhirnya aryo menyatakan perasaannya pada naina,sambil terus memeluk naina dengan erat,sesekali dia mencium kepala sang istri.


"Nai bahagia mas.....maaf... maafkan naina mas....maafkan naina yang telah mencintaimu terlebih dulu mas"


"jangan minta maaf nai,jangan minta maaf!"


"tetaplah disini..... tetaplah bersama kami"


Aryo melepaskan pelukannya, melihat kewajah sang istri yang dirasa semakin pucat.


naina meraih pipi aryo sambil tersenyum manis.


"I love you mas" kata naina bahkan tak sampai bisa bersuara,hanya melalui isyarat bibirnya saja.kemudian kembali memeluk aryo.


perlahan tapi pasti,aryo merasakan tubuh yang istri melemah dan tangan yang ada di pipi aryo tiba-tiba jatuh turun ke dada aryo.


Naina sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya,gadis yang penuh pengorbanan itu sudah mengakhiri perjuangannya.


dengan senyuman kecil di bibirnya dia memilih pergi dengan tenang di pelukan sang suami.


aryo yang sadar akan keadaan itu semakin mengeratkan pelukannya dan menangis sejadinya.


"jangan tinggalkan aku nai....."...pekik aryo.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2