
"paaaaaaa....kak nana jahaaattt!!!" begitulah jeritan dari kenan si kembar bungsu,dia memang yang paling manja diantara ke 3 anak aryo.jangan lupakan kejahilannya juga.
setiap pagi pasti ada aja kegaduhan di sana.sedangkan kenzo yang lebih pendiam hanya menatap kedua sodaranya itu berkejar-kejaran.
"stop na ken..." teriak erlita dari dapur sambil membawa nampan yang berisi susu dan kopi.tidak ada lagi erlita yang pendiam nan anggun,karna ketiga anaknya sekarng dia berubah jadi ibu yang sangat cerewet.
"dia yang menjahili aq dulu ma"
" kenan cuma pinjem"
" kamu bukan pinjem tapi maksa"
"sudah-sudah sarapan dulu kalian akan telat ke sekolah"
Ya 10 tahun sudah berlalu,sejak kepergian naina.selama 10 tahun ini semuanya telah berubah, nyonya Ratna tak lagi mengurus semua bisnis dan badan amal miliknya sudah di limphkan pada orang kepercayaannya,dan berfokus pada ketiga cucunya.tante dinda meninggal karena kecelakaan yang merenggut nyawanya.
dan aryo yang beberapa tahun lalu berubah menjadi lelaki dingin dan galak,namun seiring waktu dan semakin besar anak-anak aryo mulai berubah,menjadi aryo yang dimiliki Erlita dulu,naina memang meninggalkan semuanya untuk erlita namun itupun tidak semudah yang erlita bayangkan,dia ternyata harus berusaha keras untuk membawa jiwa suaminya yang seakan dibawa pergi oleh naina untuk kembali padanya.
Dia juga harus berperan penuh sebagai naina,menjaga ke tiga anaknya,menjaga ibu naina dan juga adik lelaki naina.
tahun-tahun pertama ditinggalkan naina sangat sulit bagi erlita,bahkan acap kali dia menangis sendiri dalam kesepian dan kesedihan.suami yang diharapkan dapat menjadi pelipur lara saat itu asyik dengan dunia kesedihan dan ratapannya atas kematian naina.
Rasa cinta,rasa bersalah dan penyesalan yang aryo alami pun hampir saja membuat aryo berakhir di rumah sakit jiwa jika Erlita tidak tanggap saat itu dan atas bantuan daniel dia menyembuhkan depresi yang dialami aryo dengan penanganan dokter jiwa yang handal yaitu temen dari daniel sepupunya itu.
Erlita juga harus mengurus mama naina yang sakit-sakitan,sama halnya dengan aryo rasa bersalah pada yang anak membuat tubuh renta nya tak mampu bertahan.
semuanya dilalui erlita dengan sabar,jika hati dan tubuhnya bahkan sudah tidak mampu dia akan memandang wajah tersenyum naina dalam bingkai foto yang dia simpan di laci kamarnya dan meyakinkan dirinya bahwa dia bisa memenuhi janjinya pada naina, gadis yang bahkan memberikan nyawanya untuk kebahagiaan keluarga ini.
"kenzo....panggil om richo untuk sarapan"
__ADS_1
erlita memerintah si kembar Kenzo,ya..anak yang dilahirkan naina sikembar itu bernama kenzo sang kakak dan kenan sang adik.kenzo lebih pendiam dan banyak mewarisi sifat dari sang papa,sedangkan kenan si bungsu lebih tengil dan rame anaknya.sifatnya lebih mengarah pada daniel,uncle daniel begitulah mereka memanggil daniel.dan memang kenan adalah keponakan kesayangan daniel.
bahkan setiap weekend kenan akan merengek meminta menginap di rumah daniel,beda dengan kenzo yang lebih menempel pada papanya,apa yang dilakukan papanya selalu saja dia ingin melakukan juga.
jangan lupakan si kakak perempuan namira sifatnya lebih seperti naina, walaupun dulu tak pernah di asuh naina tapi sifatnya yang lemah lembut,baik hati kepada siapapun kecuali kenan yang kadangkala menjahilinya tentu tapi walaupun begitu dia begitu menyayangi adik-adiknya.
Kenzo berlaribke kamar richo.
"om...mama bilang sarapan" ucap kenzo setelah membuka kamar om richo.
"ok sayang" jawab richo sambil mencubit pipi kenzo.
" jangan lakukan itu om,aku sudah besar,bukan anak-anak lagi"..protes kenzo yang malah dijawab dengan gelak tawa sang om.
"Pagi mas aryo....pagi kak...dan pagi keponakan om yang baik hati semua"
ucap richo sambil mendaratkan tubuhnya di kursi meja makan.
" masih nyelesain skipsi mas.... seminggu lagi sidang"
"bagus,mas ingin kamu segera bantu mas di kantor,posisi yang mas berikan padamu itu sesuai dengan mata kuliah yang kamu ambil rich"
" iya mas richo tau,kalo sudah tidak sibuk dengan skripsi aku pasti mulai ngantor"
jawab richo sambil mulai sarapannya.
"rich....kakak dengar kamu kencan sama dokter cantik itu ya" tanya erlita tiba-tiba sambil mengoda sang adik.
"uhuk...uhuk...uhukk....kak itu tidak benar!! haishh pasti mas daniel yang bikin gosip ya?"
__ADS_1
"kalaupun bukan gosip kakak gak keberatan,ya kan pa?" balas erlita sambil meminta pendapat aryo.
aryo hanya mengangguk dan tersenyum.
"haiiissshh kak aku mau bantu mas aryo dulu di kantor dan berhasil dengan jerih payah aku sendiri, baru mikirin cewek" kilah richo.
"dan ingat kak,aku tidak mau dijodohkan,kak erli ini terlalu banyak menawarkan aku untuk adik bahkan anak teman-teman sosialita kakak" tegas richo sambil memanyunkan bibirnya.
"memang kenapa?" ucap erlita dengan polosnya.
"punya adik tampan,manis dan baik jadi kebanggaan tersendiri buat kakak,jadi gak papa kan kakak cerita ke temen-temen kakak dan ingat kakak gak nawarin kamu ke mereka emang kamu barang dagangan,mereka aja yang mau nyosor ke kamu,hehehehehe"
"sama aja kak!udah ah aku berangkat ke kampus dulu...mama mana kak?"
" mama di kamar....katanya dia kurang enak badan tadi"
Richo ke kamar sang mama, dipandangnya wanita renta yang tertidur di kursi ayunnya di depan jendela sambil terpejam matanya.
"ma...." panggil richo.
sang mama menoleh.wanita tua yang begitu di sayangi richo sekarang,orang yang banyak membuat hidupnya lebih berarti.
"pagi nyonya Ratna,hehehhehee"
"haishh kau ini selalu bisa saja membuat mama kesel"
benar! seseorang yang dipanggil mama oleh richo adalah nyonya Ratna,wanita yang begitu menyayangi richo selama 10tahun terakhir.
seorang yang mengantikan mama kandung nya dan sang kaka naina,ketika aryo dan erlita sibuk dengan dunianya,nyonya Ratna lah yang mengulurkan tangannya untuk richo yang juga sangat terpuruk saat itu setelah kepergian sang mama yang juga menyusul kakak tersayang nya naina.
__ADS_1
bersambung....