Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
117 ( Kayla series)


__ADS_3

"Sakit banget!!"


gumam Ferdi sambil memejamkan, apalagi dia mendengar Cindy menangis, rasanya tak ingin dia mendengar nya.


Cindy wanita bule itu adalah cinta pertama Ferdi, debaran pertama nya benar-benar teruntuk gadis bule itu, pertama memandang wajah itu di saat hari pernikahan Naina.


dan ternyata harapannya terkabul setelah beberapa kali bertemu, Cindy terkesan dengan kebaikan dan keceriaan Ferdi, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk pacaran.


Selama ini Cindy senang-senang saja dengan kehadiran Ferdi, dia bukan gadis manja dan bahkan terkesan mandiri. karena itu Ferdi tak pernah menyangka kalo Cindy belum sepenuhnya memberikan hatinya pada Ferdi.


Ferdi pelan kembali ke pintu utama apartemen agar Naina dan Cindy tak menyadari kedatangan dan telah menguping pembicaraan mereka, Ferdi menetralkan wajah yang tadi terlihat kusut, dia kembali menjadi Ferdi yang ceria dan kocak.


"Cindyyyy....aku datang!!!"


teriak Ferdi sengaja, agar Cindy bisa menghapus airmatanya.


"Ada Ferdi! udah kamu ke kamar dulu cuci muka biar aku temui dia dulu!"


" iya"


Naina keluar dari balkon dan masuk menemui Ferdi.


"Lhooo Nai kamu disini?"


Ferdi pura-pura tak tau dengan kehadiran Naina.


"Iya kangen sama Cindy!"


"waahh aku bawa makanan cuma 2 lagi Nai!!"


"Gak apa Fer...makan aja!"


"Udah lama Fer?"


sapa Cindy yang datang sudah dengan wajah ceria nya.


"Iya sayang....aku bawain makan siang! kebetulan ada Naina disini, kalian makan bareng aja ya!"


"lho kamu gimana?"


tanya Naina.


"Kebetulan aku ada kerjaan numpuk Nai, tapi sengaja luangin waktu buat Cindy tapi aku lega ada kamu jadi temeni dia ya?"


"Ya udah aku balik ke kantor lagi...kalian happy time aja berdua ya!" lanjut Ferdi. saat ini Ferdi benar-benar ingin pergi dari apartemen tersebut dia tak bisa berlama-lama acting di depan mereka.

__ADS_1


"Udah kamu hati-hati!"


"Iya sayang.....oya...aku besok mau ngajakin kamu jalan bisa kan?"


"Aku ada kuliah pagi siang baru free"


jawab Cindy.


"Gak papa pas makan siang saja, soalnya aku besok free!"


"Ya udah..kita berangkat jam 10 aja gimana? kuliah jam 9 udah selesai!"


"okey aku jemput besok sayang!pergi dulu ya Nai!"


Ferdi akhirnya berpamitan, dia keluar dari apartemen milik Cindy, menyandarkan punggungnya di tembok sebelah pintu apartemen. Ferdi tak tau dia harus bagaimana, mempertahankan cintanya atau melepaskan nya, dia sudah tak punya siapa-siapa lagi selain keluarga Kenan yang telah menganggap dia sebagai anaknya sendiri, kakak satu-satunya di kota kelahirannya sudah meninggal satu setengah tahun yang lalu, karena itu Ferdi jarang sekali kembali ke kotanya.


Dulu bila Ferdi suntuk, kakaknya akan menjadi pendengar setia untuk nya walaupun sekedar lewat telepon saja. namun sekarang..siapa yang akan dia telpon? kakak nya sudah pergi karena kecelakaan yang merenggut nyawanya, usaha pabrik krupuk yang dia miliki dikelola oleh kakak iparnya untuk biaya anak-anaknya.


Ferdi kembali ke kantor dengan hati yang hancur, dia berharap semuanya hanya mimpi, cinta pertama yang belum juga dia pupuk lama ,kini harus layu juga.


"Fer...kok udah balik?"


tanya Krisna ketika berpapasan di lobby kantor.


"Eh iya kak! itu ada Nai di apartemen Cindy, aku gak mau ganggu mereka!"


"Kak aku naik dulu ya!"


"hemmm"


Krisna memperhatikan Ferdi dengan seksama, pria humoris itu terlihat sangat lesu siang ini.


"Bagaimana jika dia tau Mark lusa datang dan menjemput Cindy!!..."


gumam Krisna pelan.


Mark memang menghubungi Krisna, mengatakan kalau dia akan datang dan menjemput Cindy, Krisna tak menceritakan perihal Ferdi dan Cindy dia merasa tak ada hak untuk itu, biarlah mereka berdua memutuskan semuanya sendiri.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, banyak karyawan yang sudah pulang ngantor, namun Ferdi masih duduk manis di ruangannya.


tiba-tiba Krisna datang mengagetkan nya.


"kau tidak pulang?"


"aku sedang menyelesaikan pekerjaan ku kak!"

__ADS_1


"oya kak boleh aku cuti besok?"


lanjutnya.


Krisna mengerutkan keningnya.


"aku mau mengajak kencan Cindy seharian!"


jawab Ferdi sebelum Krisna bertanya lebih banyak lagi.


"Bukannya weekend bisa?"


"Aku tidak ada waktu lagi,aku tak mau menunda-nunda sesuatu, aku harus bertindak! aku tak mau terlambat kak!!"


"Baiklah ambil cuti saja besok"


"baiklah kak terimakasih"


jawab Ferdi kemudian melihat Krisna pergi, namun sebelum Krisna keluar dari ruangan tersebut dia menangkap gelagat yang berbeda dari Ferdi, kemudian dia kembali memandang Ferdi


"Kau tau sesuatu Fer?"


tanya Krisna.


Ferdi diam saja, dia binggung harus menjawab apa! Krisna yang paham akan semuanya, hanya menghela nafasnya saja.


"Selesaikan dengan tuntas dan jantan Fer!! kakak percaya padamu!!"


ucap Krisna yang menduga-duga mungkin saja Ferdi sudah tau perihal kedatangan Mark.


Dia mencoba menguatkan Lelaki yang sudah dianggap adiknya sendiri tersebut.


"Terimakasih kak!!'"


"Hemmm kamu gak pulang?"


"Aku pulang ke rumahku saja kak! tolong bilang ke mama Syila, takutnya dia akan menunggu nanti!"


"Iya baiklah!"


Krisna pergi meninggalkan Ferdi dengan kegalauan hatinya, dia berniat menyelesaikan urusannya dengan Cindy besok, Cindy cinta pertamanya dia akan berjuang untuk itu, begitulah tekad Ferdi.


"Aku mencintaimu Cindy,...sangat!!"


ucap Ferdi sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


bersambung


.


__ADS_2