Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
81


__ADS_3

Krisna memeluk Naina seakan tak ingin terpisahkan,namun sesaat kemudian Krisna teringat dengan luka pada seluruh badan Naina.Krisna melepaskan pelukannya dan mencium kening Naina yang terluka.


"Apa ini masih sakit?"


tanya Krisna dan Naina hanya mengangguk saja.


Krisna berjalan ke sebuah lemari yang ada di ruangan itu dan mengambil kotak P3K disana.


"Sini kakak obati lukanya"


"Nai gak apa-apa kok kak"


"Jangan bandel! sini.."


Krisna menarik lembut tangan Naina yang masih setiap berdiri di dekat sofa.Dengan telaten Krisna mengobati Naina, sesekali Naina meringis ketika Krisna menyentuh luka-luka yang ada di lengannya.


Krisna terus meniupi luka-luka di lengan Naina setelah membersihkannya.


"Masih sakit?" tanya Krisna yang melihat Naina sedikit meringis.


"Sedikit kak,ibu dan bapak tidur ya kak?"


"ibu dan bapak pergi.... melayat ke teman bapak, mungkin besok pagi baru datang, mereka baru aja berangkat juga"


"Tidurlah di kamar kakak,nanti biar kakak tidur dikamar lain.."


ucap Krisna sambil mengelus rambut Naina.


"Nai tidur dikamar lama aja kak"


"Jangan kamar kamu lama gak ditempat i...takut kotor...udah sana tidur..ini masih jam 1an"


Akhirnya Naina menganguk,dia beranjak ke kamar Krisna diikuti oleh Krisna.


"Kakak ambilin baju ganti dulu buat kamu"


"pake punya kakak aj ya Nai?" lanjutnya.


"Iya kak..."


"ini....jangan mandi...udah malam pake aja langsung ya.." ucap Krisna sambil mengelus pipi Naina.


"Makasih kak"


Krisna berjalan keluar kamar, membiarkan Naina tidur dikamarnya karena dia tau Naina pasti sangat lelah,namun sebelum sampai pintu keluar Krisna kembali menghampiri Naina.

__ADS_1


"Nai.... terimakasih karena sudah mau berjuang buat kakak"


ucap Krisna sambil memeluk Naina dari belakang.Naina yang merasa kaget sekaligus malu hanya mengangguk di dalam pelukan Krisna.


"Maaf kakak sempat menyerah untuk itu,kakak janji Nai..akan berjuang buat kamu!"


"kalo keluarga kamu tidak bisa menerima kakak,kakak janji kakak akan memantaskan diri itu kamu"


Seketika Naina berbalik badan, namun masih di dalam dekapan tangan Krisna.


"Papa gak seperti itu kak! papa baik kok kak"


"Kakak percaya Nai,liat kamu baik gini didikan dari siapa coba?? hanya saja....kakak masih takut jika...."


Krisna tak melanjutkan kata-katanya sendiri, entahlah dia merasa takut kehilangan Naina saat ini begitu Naina tau isi hatinya,berbeda dengan kemarin-kemarin yang hanya bisa memendamnya saja.


"Nai.....aku cinta banget sama kamu"


Belum juga mendapat jawaban dari Naina, Krisna sudah membenamkan bibirnya diatas bibir mungil Naina, sedikit mel*matnya, walaupun ini baru pertama untuk keduanya namun instingnya lebih bisa mengarahkannya bak seorang profesional.


Beberapa saat kemudian Krisna melepaskan ci*mannya.jangan tanyakan bagaimana wajah Naina, wajahnya bahkan berubah merah karena malu.


Krisna menyatukan kening mereka...


"Udah ya...kamu tidur.. lama-lama aku bisa khilaf Nai" kata Krisna sambil mengecup bibir Naina sekilas dan berlalu dari kamarnya.


Naina hanya senyum-senyum sendiri sambil memegang bibirnya,dan seketika dia teringat sesuatu,


"Papa!!" ucap Naina sambil tepuk jidat.


segera dia mencari HP nya dan menyalakan HP nya namun dia lupa kalo batere nya habis, setelah mencari-cari dimana letak charger hp dia menunggu beberapa saat sampai hp bisa dia pakai.


tut...tut....tut...


Kenan yang cemas disana beserta seisi rumah masih berkumpul di ruang tengah, padahal jam sudah menunjukkan pukul 1 lewat.


"Pa....hp papa bunyi!" pekik Syila istrinya.


"Naina"... Kenan melihat dilayar hp nya dan segera memencet tombol hijaunya.


"hallo Nai...kamu dimana sayang? kenapa gak kasih kabar? kamu bikin papa khawatir sayang..!" ucap Kenan bertubi-tubi.


"Maaf pa.... Nai minta maaf.. HP Nai baru bisa nyala...tadi lowbat" jawab Naina tak enak hati karena membuat mereka khawatir.


"Ya gak papa sayang.... sekarang kamu dimana biar papa jemput!"

__ADS_1


"emm nai...di..emmm...papa gak akan marah kan?"


"Bagaimana bisa papa marah sama kamu Nai, kamu dimana sayang..papa jemput ya?"


"Nai...di rumah kak Krisna pa"


jawab Naina semakin lirih...dia sangat takut kalo sang papa marah.Dan benar saja Kenan kaget bukan kepalang bagaimana mungkin anaknya bisa sampai ke kota S secepat itu...padahal belum juga 5 jam lebih Naina pergi dari rumah, bagaimana bisa dia mendapat tiket pesawat secepat itu.kenan menghela nafasnya.. mencoba mengerti akan tindakan sang anak yang sudah membuatnya khawatir.


"Ya sudah...ini sudah malam..kamu tidur saja,besok papa telepon lagi ya?"


"Makasih pa...."


tut.... panggilan terputus.


"Gimana pa? kak Nai dimana?" tanya Kayla dengan wajah yang sudah sangat mengantuk.


"Dia baik-baik saja,lagi masa perjuangan!" ucap Kenan sedikit kesal dan menarik Syila untuk masuk ke kamarnya.


"perjuangan?? apa sih maksud papa!" gumam Kayla dan segera berlalu untuk tidur dikamarnya.


didalam kamar, syila melihat Kenan yang nampak kesel sedang berbaring di ranjangnya, kemudian mendekati Kenan dan memeluk nya dari belakang.


"Ada apa sih pa? Nai baik-baik saja kan?"


seketika Kenan membalikkan badannya menghadap sang istri.


"Kita cemas nungguin dia ma...eh malah dia lebih pilih nyamperin Krisna di kota S!!" ucap Kenan kesal sambil memanyunkan bibirnya.


"hihihihi..." syila malah tertawa kecil, sekarang dia tau Naina baik-baik saja dan justru Kenan lah yang tidak baik-baik saja.


"kok ketawa??" ucap Kenan sinis karena merasa jadi bahan ketawaan istrinya.


"Papa kalo cemburu lucu,udah ah...anak papa sudah besar! harus terima kenyataan!"


"Papa gak terima ma!! pokoknya papa bakal bikin perhitungan sama Krisna!"


"iya nanti mama bantuin papa... sekarang tidur dulu mama ngantuk, Nai sudah aman sekarang"


"Dia tidak aman ma...dia lagi sama.... haissshh sudahlah!!" Kenan segera membaringkan dirinya dan segera Syila memeluk Kenan.


"Naina sudah dewasa ya pa?" ucap Syila.


"seorang papa gak akan pernah menganggap anak gadisnya dewasa ma..". ucap Kenan menerawang dan akhirnya tertidur lelap dengan bermacam perasaan dihatinya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2