
Remaja 11 tahun yang di nyatakan sembuh dari sakit yang di deritanya sejak berumur 1 tahun kurang itu berdiri di luar ruang persalinan, Dia sungguh tak tau apa yang terjadi di sana, dia belum paham! apa yang menyebabkan dia di bawa ke sana, dia masih bertanya-tanya bahkan ketika melihat sang Mama tergeletak tak berdaya di ambang pintu persalinan.
""Nai.....bangun sayang....jangan begini" suara seorang lelaki di dengar jelas oleh Richo.
Richo masih berdiri, di sampingnya Dr.daniel,yang tadi menjemput nya sudah terduduk sambil terisak.Bahkan Richo tak lagi memperhatikan Mama nya yang di bawah ke ruang erawatan karena pingsan di ambang pintu.
Perlahan tapi pasti, Richo mendekat masuk ke dalam ruangan bersalin, ada seorang ibu terduduk di lantai terdiam, menangis tanpa mengeluarkan suara, ada juga seorang wanita yang menangis sesenggukan dan seorang lelaki yang mendekap erat tubuh sang kakak,Naina.
Richo tau itu adalah tubuh kakaknya, kakak yang selalu dia rindukan hampir tiga tahun lamanya, hanya pernah bertemu satu kali ketika Naina mengunjungi nya saat di rumah sakit di luar negri.
Wajah pucat sang kakak belum menyadarkan Richo tentang keadaan sang kakak.
"Kak.... Richo pulang!"
__ADS_1
ucap remaja 11 tahun itu dengan polosnya.Dia belum tau bahwa kakak yang di rindukan nya sudah pergi untuk selamanya, tidak akan ada lagi kak Naina yang lemah lembut dan penyayang, tidak akan ada lagi seseorang yang di rindukan nya,yang akan menemaninya bermain seperti dulu. mendengar suara seseorang, Aryo mendongak ke arah suara tersebut, remaja yang wajahnya hampir mirip dengan sang istri, Aryo memandang remaja tersebut, dia mengingat betapa sayangnya sang istri pada adiknya, pengorbanan Naina untuk kesembuhan Richo hingga membuatnya terjebak dalam pernikahan dan keluarga Aryo Hardiansyah.
Dia kembali melihat wajah pucat Naina, tangisannya pecah ketika menyadari sang istri telah pergi untuk selamanya.
Richo masih bingung,hingga di detik berikutnya dia menyadari segala nya, spontan airmata nya meleleh,dia bahkan tak bisa mengeluarkan tangisan nya, dadanya tiba-tiba saja menjadi sesak. di dekati sang kakak perlahan, Richo mulai mengelus pipi Naina yang terasa dingin, mengelus rambut sang kakak.
"Richo jangan nakal ya! harus nurut mama di sana!''
kata-kata terakhir Naina beberapa tahun yang lalu ketika pertama kali mereka berpisah.
"Iya Kak, Richo sayang kakak!!" balas Richo di sertai pelukan diantara keduanya
Kata-kata dan kenangan itu tiba-tiba datang di pikiran Richo.
__ADS_1
"Richo sayang kakak!! kenapa kakak pergi? nanti Richo sama siapa? Richo sama siapa?"
Isakan tangis pun pecah juga, dia berkali-kali meremas tangan sang kakak, dia terus memanggil nama Naina.Wanita penuh pengorbanan itu, kakak satu-satunya yang dia punya, kakak yang mencintai nya bahkan tanpa balas dan batas. Erlita mendengar tangis Richo, dia mencoba lebih tegar dari semua orang, Aryo bahkan sudah melamun seperti orang gila, tiba-tiba menangis keras bercampur tawa kecil sambil terus memeluk tubuh istrinya.
"Richo....ini kak Erli....kakak Richo sekarang!!" ucap Erlita, istri pertama Aryo,
sambil memegang bahu Richo yang terus terguncang karena tangisannya.
"Dengar Richo!!! Richo masih punya kakak!!! kak Erli adalah kakak Richo sekarang!!! Richo paham!!???" kata Erli, dia tak menyangka dia akan bertemu pertama kali dengan adik Naina dalam keadaan seperti ini.Richo segera meraih tubuh Erli, di peluknya wanita tersebut, Erlita semakin deras mengeluarkan air matanya, di pandang nya sang mertua yang nampak sangat terpukul,sang suami yang terlihat begitu depresi.
"Naina.....aku janji sama kamu!! aku akan mengganti kan tanggung jawab mu!!! sebagai ibu buat anak-anak mu, sebagai istri yang baik buat mas Aryo, sebagai menantu yang baik untuk mama Ratna! dan sebagai anak gadis dari Mama mu,serta kakak yang baik buat Richo!!! terima kasih Naina!! Selamat jalan!!" batin Erlita sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Richo.
bersambung......
__ADS_1
Ini janji aku ya.....buat nambahin part tentang Richo, adik lelaki Naina yang menjadi alasan atas segala kisah cinta Naina dan Aryo....
semoga suka.