
Hari-hari yang di lalui naina bener-bener berat,dia seringkali merasa nyeri di perut nya tapi untuk membuat seisi rumah agar tak merasa kawatir naina bersikap biasa-biasa saja.
/papa....papa.......paaaa/ gumaman itu yang selalu dia ucapkan ketika rasa nyeri melanda perutnya kemudian dia akan memandang foto sang papa yang tengah tersenyum dan ajaibnya rasa sakitnya hilang begitu saja.
Beberapa kali dia juga mencoba menelpon sang mama,dia merasa hari kelahiran anaknya semakin dekat dan ingin meminta maaf pada sang mama, syukur-syukur mamanya bisa datang menemui naina sebelum melahirkan,karna bila meminta sang mama menemaninya persalinan nanti jelas tidak mungkin aryo pasti bertanya siapa wanita itu....ya...naina belum mengetahui kebenaran kalo aryo sudah tau semua seluk beluk perjanjiannya dengan nyonya ratna dan kebenaran tentang keluarganya.
Disisi lain...
sang mama yang sedang menemani richo tiba-tiba teringat akan putrinya yang sekarang sedang mengandung hampir melahirkan.
"ma....kata dokter aku sudah tidak perlu dirawat lagi?....aku sudah bisa berobat jalan ya?" tanya richo dengan antusias.
" iya...sayang" seketika mama naina terbangun dari lamunannya.
" telpon kak nai ma....aku mau memberitahu kakak"
"Hp mama jatuh tadi di kamar mandi dan masuk ke air... sekarang belum bisa nyala"
"yaaahhh.....trus kapan kita pulang dan bertemu dengan kakak ma...aku sudah kangen"
"semalam richo mimpi ma....kakak datang ke mimpi richo..." ucap richo menceritakan mimpinya.
"apa kak naina mengatakan sesuatu dimimpimu?" tanya mama.
"hemmm...dia bilang 'kamu harus sehat terus richo dan hidup bahagia'...itu kata kakak ma,ma...kakak sangat menyayangi aku"
ucap richo sambil tersenyum.
"ya....dia sangat menyayangi kita....sangat sayang"...sang mama sudah tak mampu lagi membendung airmata yang jatuh ke pipi nya.dia sangat merindukan anak gadisnya itu,anak yang penuh dengan pejuangan.
"karna kita tak punya hp,kita akan pulang menunggu dr.daniel menjemput saja karna mama tidak bisa menghubungi dia"
"apa kita akan tinggal di sini dulu ma?"
__ADS_1
"iya....ya sudah istirahat saja ya..mama akan ke bawah untuk membeli keperluan kita selama di sini".
Richo dan sang mama tinggal di apartemen yang di sediakan oleh keluarga Hardiansyah sejak awal kedatangan mereka di negara S, sesekali dr.daniel akan datang untuk berkunjung.tidak sia-sia richo di bawa kesana karna penyembuhan penyakit nya berhasil dan dia hanya harus menjaga pola hidup sehat nya walaupun harus tetap mengonsumsi obat-obatan tapi tak sebanyak awal pengobatan dulu.
Hari-hari berlalu begitu saja,mama yang mulai bosan karna dr daniel tak kunjung datangpun mencoba meminjam telpon dari security yang dia kenal,tapi karna no. telpon dr.daniel yang ada di hpnya yang rusak tidak di hafalnya dia mencoba menelpon rs.tempat dr.daniel bekerja.
"Hallo...selamat siang ada yang bisa dibantu?" tanya sang menerima telpon.
"Siang mbak...maaf saya bisa berbicara dengan dr.daniel?"
"maaf dengan siapa saya berbicara?"
" tolong mbak bilang kalo pasiennya menelpon.. penting...bilang saja mama naina dari negara S,tolong ya mbak...ini sangat penting"
"baik bu ditunggu sebentar ya....."
Dan secara kebetulan dr.daniel melewati suster yang sedang menerima telpon tersebut..
"ada apa sus?" dr.daniel melangkah mendekati suster tersebut.
"ada telpon dari pasien dokter"
"Tapi aku merasa tidak ada janji dengan pasien sus.."
" katanya dia pasien dokter dari negara S...mama naina katanya"
seketika dr.daniel terkejut dan buru-buru mengambil telpon genggam dari tangan suster.
" Hallo...."
"dokter?... syukurlah...aku bisa bicara dengan dokter"
"ada apa? mengapa menelpon rumah sakit? kenapa tidak telpon di hpku saja?"
__ADS_1
"dokter...hp saya rusak...richo sudah dinyatakan sembuh dan tidak perlu melakukan terapi lagi....dia hanya perlu minum obat dan sesekali kontrol...apa kami sudah boleh pulang dok?"
"baiklah...aku akan kesana untuk menjemput kalian....tunggu saja... mungkn dalam minggu ini"
"terimakasih dokter"
"jangan hubungi naina terlebih dahulu,ibu mengerti?"
"iya saya tau,dan lagi saya tidak punya hp untuk menghubungi naina,....dokter apa dia baik-baik saja?"
"ya dia baik-baik saja dan sebentar lagi ibu dan richo akan bertemu dengan dia lagi".
"terima kasih dok"
panggilan pun di akhir i,daniel langsung menelpon sang tante membicarakan tentang kepulangan mama naina,diluar dugaan nyonya Ratna menginginkan mama naina menemani naina melahirkan dan pada akhirnya nyonya Ratna menceritakan semuanya kepada daniel tentang kebenaran yang sudah diketahui oleh aryo dan tentang keinginan aryo yang tak ingin berpisah dengan naina dan tentunya dengan persetujuan Erlita. Panggilan pun di akhir i daniel.
diruang kerjanya daniel tampak berpikir..
"Dasar aryo sinting!!aku saja belum menikah...dia malah sudah punya 2 istri mana cantik-cantik lagi...haiiissshh" daniel mengacak rambutnya frustasi walaupun sebenarnya dia senang karena naina tidak dibuang begitu saja oleh keluarga tantenya itu.senyuman devil keluar dari bibir tipisnya dan dia beranjak pergi ke rumah aryo... sesampainya disana orang-orang sedang berkumpul di ruang keluarga.dengan langkah terburu dia mendekati naina.
"Naina sayang.......liat aku bawa apa buat kamu dan si dedek bayi" ucap daniel tersenyum manis sambil mengelus perut buncit naina.
"waaahh ini makanan kesukaan aku kak daniel....makasih" senyum naina tak kalah manisnya.
aryo yang ada di samping naina seolah tak terlihat dimata daniel,daniel terus saja mengoda naina dan sekarang malah sudah lancang menyuapi naina dengan martabat yang dibawanya.
"Jaga sikapmu daniel!!!dasar Playboy cap kadal!!!"
"kenapa?" Dengan polosnya Daniel bertanya tentang sikapnya,dan memang itu tujuan daniel...membuat aryo kesal, itu merupakan kesenangan tersendiri buat daniel.
dan yang lain hanya geleng-geleng kepala menyaksikan drama mereka bertiga.
bersambung.....
__ADS_1