
Karena keusilan yang daniel lakukan membuat aryo tak tinggal diam dan akhirnya mengajak daniel ke ruang kerjanya,aryo juga sudah tak sabar ingin menanyakan tentang keluarga naina.
"kau ini...begitu saja cemburu!tapi memang naina manis dan ngemesin sih"
ucap daniel sambil cengengesan ketika sampai di ruang kerja aryo,tentu saja di sambut dengan lemparan bantal sofa dari aryo.
"diam kau playboy kadal!!"
"ada apa? kau pasti ingin menanyakan sesuatu padaku kan?atau tujuan mu hanya ingin menjauhkan aku dari naina?"
"Dimana keluarga naina?" kata aryo to the point.
"mereka baik-baik saja,dalam minggu ini aku akan menjemput mereka, pengobatan adiknya naina berhasil dan sudah dinyatakan boleh pulang"
"Apa ibunya orang yang jahat pada naina?"
"tentu saja tidak ar,dia orangnya baik...aku yakin dia hanya kawatir dengan adiknya naina hingga membuat dia terlihat membenci naina...ayolah ar tidak ada seorang ibu yang bener2 bisa membenci anaknya kandungnya apapun alasannya itu"
Aryo menghempaskan punggung nya ke sofa yang didudukinya.
"Aku hanya tak ingin melihat naina menderita niel,atau dimanfaatkan lagi oleh ibunya... bagaimana pun juga dia pernah menjual anak gadisnya,dan aku yakin bukan seperti ini kehidupan yang diinginkan naina"
"aku ikut andil akan kehidupan naina ar,....apa kau akan membiarkan naina pergi setelah melahirkan nanti?"
"Tidak akan niel...dia istriku dan tempatnya adalah di dekatku!!"
"ingat ar,dia hanya istri sirimu...dan kau punya erlita!!"
__ADS_1
Daniel tau aryo sudah mencintai naina,dan itu membuat daniel sedikit lega karna aryo tak akan membuang naina bak sampah setelah dia melahirkan anaknya kelak karna bagaimanapun juga daniel masih merasa bersalah pada naina tapi disisi lain dia tidak bisa membiarkan Erlita sakit hati,karna perjuangan dan perjalanan hidup erlita tak kalah menderitanya dengan naina hanya saja berbeda masalahnya.
"Er yang bilang niel,er juga tak akan membiarkan naina pergi?"
"Kau tau ar,mereka bagaimana satu orang di dalam generasi yang berbeda...kau beruntung mendapatkan mereka, melihat naina bagaikan melihat erli di waktu muda..." daniel menerawang sambil melihat langit-langit ruang kerja aryo,dia masih ingat betul bagaimana hidup erlita ketika dia masih muda dulu.
"Bagaimana ibunya naina? usahakan dia datang disaat naina melahirkan niel,aku ingin naina melahirkan ditemani ibunya kali ini"
"Pasti! tapi 3 hari kedepan aku ada jadwal operasi pasien ku dan aku belum bisa berangkat,mungkin akhir pekan ini"
"baiklah.....sudah sana pergilah... pulang sana"
"ciihh...habis manis sepah dibuang!"
"aku tak akan pergi ar,aku masih ada urusan dengan si mungil naina"
"aku belum puas menggoda naina ar...." daniel berkata sambil berjalan cepat menuju pintu keluar dan seketika menghilang di balik pintu itu.
"daniiiiieeelll!!!!!" teriak aryo,dibarengi tawa lepas daniel dari luar ruangan.
#####
"Apa terasa sangat berat nai?" tanya erlita saat mereka berkumpul di ruang keluarga.
"tidak kak,hanya kadang-kadang mereka suka bergerak bersama-sama hingga terasa kencang dan sedikit sakit"
Naina tersenyum dan berkata pada erlita
__ADS_1
"Maaf kak,aku harap mereka nanti tidak merepotkan kakak... melihat namira kadang suka merepotkan kakak,aku takut si kembar juga membuat kakak kewalahan nantinya"
"kau ini bilang apa sih nai....kita akan merawatnya bersama nanti"
Naina hanya diam,dia tau bahwa waktunya tak akan lama berada dirumah ini dia harus menyerahkan anak-anaknya kelak pada erlita, melihat bagaimana sayangnya erlita pada namira yang jelas bukan darah dagingnya sendiri membuat naina lega bahwa kepergiannya kelak tak akan membuat anak-anaknya kehilangan sosok seorang ibu.
Tiba-tiba naina memeluk erlita,dia sudah banyak menelan kehidupan yang pahit hingga dengan mudahnya naina bisa mengendalikan perasaannya,tidak mudah menangis dan tidak mudah terbawa emosi..yaaa... begitu lah naina, gadis yang berusia genap 21 tahun beberapa Minggu ke depan ini dipaksa dewasa oleh keadaan.
"Andaikan Tuhan memberikan aku satu kali kesempatan hidup...aku ingin memilih lahir dari rahim yang sama denganmu kak er"
Erlita melepaskan pelukan naina,dia menatap mata naina dengan lekat...
"Kau adikku nai.... selamanya kau tetep adikku,aku tak akan membiarkan kamu pergi dari sisiku"
ucap erlita sambil kembali memeluk erlita dan pecahlah tangis yang dari tadi ditahannya.
Naina hanya mengusap punggung Erlita dengan lembut.
'***Tapi aku harus pergi kak,aku tak ingin jadi benalu dalam rumah tangga kakak dan mas aryo' batin naina dalam pelukan erlita.
'Maafkan aku kak,karena sudah jatuh cinta pada suami mu, maafkan aku yang tak bisa menepati janjiku padamu,aku janji tak akan ada yang berubah,tapi hatiku tidak bisa diajak berjanji padamu kak'..
'maaf karna aku mencintai mas aryo***'
Hati seseorang memang tak bisa diprediksi karna sesungguhnya hanya Tuhan yang bisa membolak-balikkan hati manusia.
naina yang Pernah berjanji tak akan ada yang berubah dari hubungan nya dengan aryo dan selamanya hanya akan menjadi partner dalam 'membuat' anak.nyatanya hati naina berubah, berubah menjadi mencintai aryo dan naina berpikir bahwa itu salah,salah karna akan menyakiti hati erlita.
__ADS_1
bersambung.....