Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
kelahiran anak kedua


__ADS_3

"Maaaasss...huh...huh...huh....maaasss" naina terbangun di pagi buta, dia terus saja memanggil aryo yang tertidur lelap disampaikannya.


Aryo yang memang baru saja memejamkan matanya di jam 1 dini hari masih merasa sangat ngantuk ketika naina membangunkannya,karna naina terus memanggil sambil menggoyang badan aryo akhirnya aryo mengeliat...


"Ada apa nai?...aku baru saja tidur nai...ini masih pukul 4 kurang nai" ucap aryo sambil mengambil hp dan melihat jam di layar hp tersebut.


"Tapi....nai...nai...gak ta-han mas..." kata naina sambil menahan kontraksi.


"Hah???!!!kamu mau melahirkan nai?...tapi perkiraaan kan masih 2 mingguan" sejurus kemudian aryo melompat dari ranjang.Dengan paniknya dia bersiap memakai baju seadanya dan memanggil supir rumah untuk menyiapkan mobil,karna terlalu heboh aryo sampai membangun kan orang-orang yang ada di rumah.


"Ar....ada apa? kenapa ribut sekali?" erlita berlari dari lantai atas karna mendengar keributan yang aryo lakukan.


"Nai....nai mau melahirkan er..." jawab aryo dengan paniknya.


"Trus..apa yang kamu lakukan ar, ngapain mondar-mandir di sini...ayoo bawa naina ke mobil" erlita tak kalah paniknya disertai rasa heran karna melihat aryo mondar-mandir dan tak segera membawa naina ke dalam mobil.


"Astaghfirullah er,aku terlalu panik aku..aku...lupa naina"...aryo bergegas lari ke kamar naina dan memapah naina keluar rumah menuju mobil yang sudah disiapkan sang supir.


"pergilah dulu ar,mama akan menelpon dr risma dan akan menyusul ke rumah sakit"


kata nyonya Ratna yang juga terbangun karna kehebohan aryo.


Aryo bergegas ke rumah sakit diantar supir,naina yang mengalami kontraksi sebentar-sebentar merasa sakit lalu hilang dan datang lagi terus saja seperti itu,membuat aryo panik sendiri.


Di kelahiran anak pertama mereka naina tak terlalu terlihat kesakitan seperti sekarang mungkin karena anak yang dikandung naina kembar jadi pergerakan si kembar jauh lebih menyakitkan bagi naina.

__ADS_1


"Pak...ayooo lebih cepat lagi"...kata aryo pada sang supir.


sang supir yang tak kalah paniknya juga berusaha menambah kecepatan laju mobilnya tapi tentu saja masih mengedepankan keselamatan seisi mobil apalagi ada seorang wanita hamil di dalamnya.


sesampainya di rumah sakit,aryo berlari kedalam untuk memanggil suster dan membawakan kursi roda untuk naina,dia tak tega jika harus melihat naina berjalan sendiri walaupun naina bilang bahwa dia masih sanggup untuk berjalan ke ruang persalinan.


"Apa dr.risma sudah datang sus?" tanya aryo sesampainya di ruang bersalin.


"Sedang di jalan pak,anda tunggu saja...saya sudah memeriksa bu naina dan baru saja mendapatkan pembukaan ke 4 saya yakin sesampainya dokter disini bersamaan dengan pembukaan penuh pak" jelas suster Tersebut.


"terima kasih sus"


"baik pak saya tinggal dulu,anda bisa menemani bu naina sekarang"..susterpun berlalu dari ruangan tersebut.


"sakit nai?"...tanya aryo yang duduk di samping ranjang rumah sakit itu sambil menggenggam tangan naina.


"Maafkan aku nai...maafkan aku" kata aryo sambil terus menciumi tangan naina.


"Jangan minta maaf mas...mas kan gak salah"


"ini belum saatnya kamu melahirkan dari perkiraan yang dokter katakan kemarin tapi malah maju 2 mingguan"


"Besok aku akan meminta daniel untuk menjemput ibu dan adikmu,kamu mau kanndi temani ibu saat melahirkan?"tanya aryo.


Betapa kagetnya naina saat aryo menyinggung tentang adik dan ibunya, selama ini naina bungkam tentang keluarganya atas permintaan nyonya Ratna tapi hari ini naina mendengar sendiri kata-kata aryo tentang keluarganya, tentu saja naina kaget sekali.

__ADS_1


"Mas aryo tau??" tanya naina sambil berlinang air mata.


"Ya nai...aku tau... maafkan aku...maaf"


"tapi malam ini kita tidak bisa menelpon ibumu karna aku dengar dari Daniel hpnya rusak, biarkan daniel yang menjemput mereka besok"


"terima kasih mas.....aku janji ini kali terakhir kami menyusahkan keluarga kalian, setelah si kembar lahir kami akan pergi dan tidak akan menganggu keluarga kalian lagi"


ucap naina sambil berlinang air mata,dia bahkan tak bisa membayangkan bagaimana dia bisa hidup bahagia tanpa keluarga aryo dan terlebih tanpa aryo disampingnya,namun naina tak mau egois dan serakah sudah cukup rasanya kebahagiaan yang naina dapat selama ini.


"Tidak nai....kamu gak akan kemana-mana,aku gak akan membiarkan kamu jauh dariku nai,tidak akan!!" kata aryo sambil menggelengkan kepalanya.


"tapi tugasku sudah selesai mas....aku harus pergi" ucap naina sambil tersenyum.


"Tidak!!apa kamu tega ninggalin kami?kami semua?"


Naina hanya diam,dia merasa menjadi wanita yang egois jika masih menginginkan berada di tengah-tengah keluarga Hardiansyah.


"Itu sudah sesuai kesepakatan kita mas, apalagi mama dan adikku akan datang, tugasku selesai dan aku harus pergi"..kata naina sambil menahan kontraksi yang tiba-tiba muncul lagi.


"Gak nai...gak!!!kamu gak akan kemana-mana,kamu istriku, istri Aryo putra Hardiansyah!!aku tak akan membiarkan kamu pergi....aku mencintaimu nai....aku mencintaimu naina!" ucap aryo sambil memeluk erat naina seakan tak mau terpisahkan.


Naina hanya terdiam dalam dekapan aryo,ada rasa hangat didalam hatinya atas pengakuan perasaan aryo padanya.


Tapi....

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2