
Pagi ini keluarga Hardiansyah dihebohkan dengan teriakan naina dari dalam kamar.
Jam dinding masih menunjukkan angka 04.30,tapi naina yang sejatinya sudah merasakan kontraksi sejak tengah malam sudah tak tahan lagi merasakan perutnya yang sakit.
Aryo yang memang di suruh sang mama sementara tidur dikamar naina selama kehamilan naina memasuki bulan ke 9, berjaga-jaga seandainya naina kontraksi di tengah malam dia ada yang menemani...dan itu tidak menjadi masalah buat erlita,karna erlita sadar naina butuhkan aryo saat ini.
"huh..huh...huh.....aduuhh...sakit mas"...naina mengaduh menahan sakitnya.
"sabar nai.... sebentar lagi kita sampe ke rumah sakit..." aryo panik di belakang kemudi,dia yang sama sekali belum pernah melihat seorang wanita yang akan melahirkan mulai panik dan binggung harus berbuat apa.
Aryo menambah kecepatan mobilnya menuju rumah sakit,karna masih pagi jalanan lumayan lenggang.
sesampainya di rumah sakit,dr.risma yang telah di hubungi menanti di lobby rumah sakit.
Naina di tempat kan di ruang bersalin,aryo yang binggung mondar mandir di depan ruangan.
"Pak aryo...mari masuk temani istri anda melahirkan"...panggil suster dari ruang bersalin.
Aryo binggung... melihat naina yang kesakitan...lantas dia memegang tangan istri mungilnya itu.
"semua nya akan baik-baik saja,aku yakin kamu bisa...." ucap aryo menenangkan naina,padahal dia sendiri tidak tau apa semua akan baik-baik saja,jujur hatinya juga kalut, binggung,takut,panik semua berkumpul jadi satu.
Naina hanya pasrah serambi memegang erat dan bahkan memeras tangan aryo dikala sakit di perut nya bertambah.
Di koridor rumah sakit....mama ratna dan erlita serta tante dinda berlari menuju ruang bersalin.
"Bagaimana dokter,apa naina sudah melahirkan kan?" tanya erlita kepada seorang suster yang baru keluar dari ruang bersalin.
__ADS_1
Belum bu....pasien masih belum melahirkan.
suster itu berlari ke ruang dokter,....
sedetik kemudian dr.risma bergegas masuk ruang bersalin.
Aryo keluar dari ruangan dengan wajah pucat dan lemas terduduk di kursi tunggu depan ruangan.
"Ada apa ar...?" tanya erlita cemas.
"Naina....mengalami masalah...aku tidak tau...a-aku tidak paham.... dokter sedang menangani nya..." jawab aryo sambil meremas rambutnya sambil tertunduk.
"Sabar ar....kita pasti bisa melewati semua ini, apalagi naina gadis yang sangat kuat....dia dan bayinya akan baik-baik saja"...kata erlita sambil memeluk suaminya,dia merasa sesak melihat suaminya mengawatirkan wanita lain...dia merasa benci dengan perasaan nya sendiri yang kadangkala tak pernah mau mengalah dengan naina, kadangkala merasa cemburu dengan kehamilan naina....tapi dia selalu bersikap tenang karna toh.. semuanya demi dirinya sendiri..dan sampai saat inipun naina tak pernah merebut aryo dari nya..naina selalu saja merasa tau diri siapa dirinya.
"Semuanya akan baik-baik saja kak"... giliran tante dinda yang membuka suara melihat kakanya..nyonya Ratna terlihat cemas....wanita yang selama ini terlihat anggun dan tenang kini sedang di selimuti rasa cemas, bagaimana pun juga yang di dalam adalah wanita yang akan melahirkan cucu pertama keluarga Hardiansyah...cucu yang slalu dinantikan nya.Dia tak ingin terjadi sesuatu apapun pada ibu dan bayinya.
#####
"Astaghfirullah....."gelas yang di pegang mama risma jatuh berhamburan dilantai.
Richo yang sedang tertidur terbangun,dia kaget melihat mamanya memecahkan gelas.
"Ada apa ma?...."tanya nya.."mama tidak apa-apa?"...
"Tidak sayang..... tidurlah kembali...mama akan membereskan nya"..jawab mama risma sambil memungut pecahan gelas tersebut.
Deg....'Naina'....
__ADS_1
#####
"Bagaimana dok?...." tanya erlita ketika melihat dr.risma keluar dari ruang bersalin.
"Ada sedikit masalah....air ketuban nya juga sudah pecah duluan...tapi pembukaan masih 4...kami berharap ini akan berjalan dengan lancar".
"Pak aryo... sebaiknya anda menemani nya"...
Aryo melirik erlita,seakan tau bahwa aryo meminta ijin darinya..erlita menganggu mengiyakan.
Aryo melihat naina tidak tega...dokter mengatakan karna faktor umur juga yang mengakibatkan masalah jelang lahiran anak naina, memang naina masih menuju 18 tahun,saat hamil kemarin naina berumur 17 tahun.
Aryo terus menatap iba naina...dia terus berpikir bahwa dialah sebab dari semua menderita an naina,dia merasa bersalah pada gadis mungil itu.
"aaakhhh.....masss..."tiba2 saja naina menjerit....
"ya nai...dokter... dokter..."... teriak aryo panik melihat naina menjerit.
"maaaa..
richo...papaaaaa" jerit naina...
Deg...
Aryo menatap lekat naina
'Apa naina merindukan mereka?....lalu mereka dimana?' batin aryo
__ADS_1
bersambung......