
"Anak anda kembar 3 tuan Ferdi!" lanjut sang dokter
"Apa??!!" pekik Ferdi dan Raisya bersamaan.
"Ulangi lagi dok?" pinta Ferdi
"Ya tuan Ferdi anak anda kembar 3, tapi belum kelihatan jenis kelaminnya, ketiga bayi saat ini sehat semua! jadi mohon di jaga ekstra hati-hati ya tuan!" jelas dokter Wulan.
Mendengar penjelasan dari dokter Wulan, Raisya Bukannya takut pada peringatan dokter,dia malah lebih khawatir akan sikap suaminya nanti, pasti dia akan lebih prosesif lagi dalam menjaga Raisya.
"Terimakasih dok!...dengar ayank! anak kita 3....oohh Tuhan aku senang sekali!!cup..cup..cup..." ucap Ferdi sambil menciumi bibir Raisya di depan si dokter, dokter Wulan hanya tersenyum, baginya pemandangan seperti itu sudah biasa dia lihat pada pasangan suami istri yang tengah di landa rasa bahagia.Setelah pamit dengan dokter, Ferdi menebus vitamin yang akan di minum oleh Raisya, dia juga mampir di swalayan untuk membeli susu ibu hamil dengan beberapa varian rasa.Kali ini dia memilih untuk tak egois,dia membiarkan Raisya berada di rumah papi Kenzo, paling tidak jika Ferdi meninggalkan dia nanti untuk berangkat ke kota S masih ada Rasya yang akan menjaga istrinya itu.
"Bang! kenapa banyak banget susunya? ini ada rasa strowberry? coklat? vanilla?...bang ini banyak banget!" protes Raisya, posesif Ferdi rasanya segera di mulai.
"Anak kita 3 Bocil sayang! barangkali aja mereka ingin rasa yang berbeda!" ucap Ferdi.
"Tapi bang! yang minum itu aku!! anak kamu cuma dapat sari-sari nya aja!"
"Ini? ini apa bang?"
"Eit...jangan sayang.... simpan di tas kamu, nanti malah ketahuan si mbok lagi!" kata Ferdi
"Tapi buat apa Abang? abang main di luar!"
pekik Raisya kesal karena selama menikah belum pernah Ferdi memakai karet itu!
"Idihhh ngaco kamu ayank!! aku mau main sama kamu pake itu! biar gak nyembur ke tiga anak kita!!" jawab Ferdi dengan entengnya.
"Dasar pria tua mesum!?" kata Raisya setelah paham dengan pembicaraan suaminya
Akhirnya mobil Ferdi memasuki pekarangan rumah papi Kenzo, dan dia keluar dari mobil dengan memapah istrinya.
"Bang.....aku gak papa!!"
"Jangan yank... nanti kamu keberatan!"
Raisya akhirnya pasrah dengan kelakuan Ferdi, dia sekali lagi sudah mencium bau-bau posesif dari sang suami.baru saja memasuki ruang keluarga dia sudah disambut oleh sang papi, melihat Rania memutar lagu dangdut kesukaannya dari arah dapur dan masih terdengar sampai ruang keluarga, Ferdi mulai bertingkah
__ADS_1
"Raniaaa....goyang yuk....!" ucap Ferdi sambil bergoyang mengikuti irama musik dangdut itu, jatuh sudah kewibawaan Ferdi selama ini, papi Kenzo hanya bisa melongo melihat tingkah menantunya,sedangkan mama Nayla yang mulai hafal sifat lain Ferdi hanya geleng-geleng kepala.Rania? ibu hamil besar itu ikutan bergoyang dengan susah payah sambil berjalan menuju ruang tamu dengan spiker kecil yang mengeluarkan suara musik dangdut di tangan nya.
"Tarik kak!!!....." kata Rania sambil tangannya di raih oleh Ferdi dinaikkan ke atas ala-ala biduan yang bergoyang memutar.sampai beberapa saat,mama Nayla membawa kopi dan minuman lain serta beberapa camilan ke ruang keluarga.Selesai acara bergoyang ala Ferdi dan Rania, ferdi duduk di samping istrinya yang sudah memakan buah kesukaannya.
"Bahagia amat Fer?" tanya mama Nayla, Rania yang baru saja mematikan lagu dangdut nya ikut menyimak jawaban dari Ferdi.
"Ada berita gembira ma!" kata Ferdi berbinar
"Apaan kak?" Rania ikutan antusias
"Kakak bakalan punya anak kembar Ran!! kembar 3!!" ucap ferdi bangga.
"Raniaaa......"
"eh iya pi...."
"Goyang lagi .. Raniaaaa....!" kata papi Kenzo dan bergoyang menarik tangan Rania,reflek lagu 'kopi dangdut' mengema kembali di ruangan itu.Kali ini Ferdi yang melongo melihat mertua yang biasa berwajah kaku ini bergoyang.
***********
"Benarkah?? jadi mama bakalan punya cucu 3 lagi??" antusias mam Syila ketika Ferdi mengambil baju yang akan dibawa ke kota S.
"Waah jaga anak dan istri kamu dengan baik Fer!! mama gak ingin menantu mama kenapa-kenapa!"
"siap mama sayang!ya udah Ferdi kemas-kemas dulu ma!"
Ferdi, Krisna dan papa Kenan akhirnya ke bandara dengan tujuan penerbangan ke kota S, rencananya papa Kenan akan di sana mengunjungi makam dari orangtua Ferdi,serta ke rumah lamanya untuk mengunjungi istri dari kakaknya serta kedua keponakannya. Ferdi rasanya sudah tak sabar, begitu juga Krisna dia berkesempatan mengunjungi makam kakek dan nenek dari ayah dan ibunya yang memang di makamkan di kota itu.
Pesawat mereka sudah lepas landas meninggalkan bandara,selama dua hari satu malam mereka akan berada di sana,rasa rindu pada sang istri sudah mulai merasuk ke dalam hatinya.
Sedangkan di kediaman papi Kenzo setelah 2 jam perjalanan Ferdi
"Ini siapa Amar?" tanya Raisya
"Perkenalan siapa dirimu!" kata Amar pada wanita berkulit sawo matang itu
"Selamat malam nyonya Raisya, saya Kiki... asisten baru anda!"
__ADS_1
"Apa??" Raisya kaget dan binggung,mendapati seorang wanita yang terlihat lebih matang darinya, dengan wajah datar dan manis dia berdandan ala Bodyguard.
"Nyonya Raisya dia adalah asisten anda pilihan dari tuan Ferdi" kata Amar
"Dan mulai sekarang dia akan berada di samping anda setiap saat nyonya!" lanjut Amar.
'Oh Tuhan....dasar suami posesif!!! seperti istri mafia saja pake di kawal segala!!' batin Raisya sambil memijit pangkal hidung nya.
ting... Ting.....suara pesan masuk dari ponsel Raisya
---Bocil sayang....sudah ketemu asisten baru kamu?"----- isi pesan Ferdi
-----Kenapa pake asisten segala bang? aku berasa seperti istri mafia saja!------ balas Raisya
------ Demi kamu dan si triple Bocil sayang! Ya udah terima aja dia, dia profesional dan baik kok..cuma wajahnya saja seperti kanebo kering hahahahahahaha------
Raisya membaca pesan Ferdi,sambil sesekali melirik Kiki, si kanebo kering kata Ferdi..
' Benar! seperti kanebo kering hi hi hi hi hi ' batin Raisya
' ehh hush...hush....hush....gak boleh ngebatin orang jelek...ntar anaknya nurun! pamali!' lanjut Raisya yang dia ucapkan hanya di hati saja sambil mengibaskan tangannya ke depan mukanya sendiri.
'Heleh...kamu lagi ngebatin apa nyonya!!!' batin Amar yang tau tingkah sang majikan.
'Jangan bilang kamu lagi ngebatin asisten baru ini nyonya....eh lhooo kok aku jadi ikutan' lagi-lagi Amar berbicara di hatinya.
"Kamu pikir aku belajar ilmu kebatinan Amar!!! aku gak tau arti tatapan mata kamu!! aku bukan tuan mu itu!!mau bicara apa kamu!!" ucap Raisya.
"Eh itu nyonya...selama beberapa hari nyonya di sini Kiki akan ikut menginap disini, jadi bisa minta tolong pelayan untuk menyiapkan kamarnya?" kata Amar dengan cepat.
Akhirnya Raisya membawa Kiki masuk dan menyerahkan semuanya pada pelayan di rumah, sedangkan Amar..
"Tugas selesai bos!!" ucap Amar yang sedang memberi kabar Ferdi melalui ponselnya, kemudian setelah nya dia memakai kacamata hitamnya dan hendak masuk ke mobilnya.
"Kenapa aku merasa seperti asisten Mafia ya!!....waaahh pasti keren kalo tuan Ferdi jadi kepala Mafia....! tapi mana ada kepala Mafia gesrek!!" kata Amar yang tau bagaimana sifat tersembunyi tuannya itu.
"Hachiii.... kenapa aku bersin tiba-tiba? apa ada yang sedang membicarakan aku??" kata Ferdi nan jauh di kota S
__ADS_1
bersambung