
"Alhamdulillah"
ucap erlita dan nyonya Ratna Ketika mendengar tangis bayi yang kedua.
Mereka seketika berhamburan masuk ke dalam ruang persalinan dan melihat aryo mengazani salah satu dari bayi tersebut.
"Selamat nai...." kata erlita.naina hanya bisa tersenyum dengan wajah yang keletihan.
"waahhh biar aq gendong ar" erlita begitu antusias.
setelah bergantian mengendong sang bayi,suster memintanya untuk di masukkan kedalam box bayi dan membiarkan mereka istirahat.
suster menyuruh mereka keluar dari ruangan itu karena dokter belum selesai menangani naina.
ketegangan kembali menyelimuti ruang tunggu di depan ruang persalinan,disana ada aryo Erlita dan sang mama dengan wajah cas mereka, berharap semua akan baik-baik saja dan tidak terjadi hal-hal yang tidak baik terhadap naina.
Dari koridor rumah sakit tampak seorang dokter berlari menuju ruang dimana naina di rawat,sekian lama dokter itu tak lagi menampakkan dirinya,hingga beberapa saat kemudian beberapa suster dan dokter keluar dari ruangan itu dan berpamitan, tinggallah dokter risma yang tersisa dan bertugas menjelaskan keadaan naina.
"Ada apa ris? apa naina sudah bisa di temui?" tanya erlita dengan cemas.
"nyonya Ratna...anda di minta naina masuk terlebih dahulu".. dokter risma meminta nyonya ratna masuk dulu sesuai permintaan naina.
"ada apa ris? katakan ada apa dengan naina?" ucap aryo berteriak marah.
"sebaiknya mama masuk dulu"..nyonya Ratna masuk ke dalam ruangan itu.
aryo yang masih marah dan meminta penjelasan dari dokter risma, dokter risma mengiring aryo dan erlita ke dalam ruangannya.
dokter risma juga merasa binggung Bagaimana memulai menjelaskan sesuatu kepada aryo.
dia yakin sahabat nya ini akan merasa terpukul dan kecewa atas keadaan naina.
"ar...er...naina mengalami pendarahan pasca persalinan"
Deg...
__ADS_1
Hati aryo merasa sakit mendengar itu semua.tapi dia menguatkan diri untuk mendengar penjelasan lebih lanjut.
dokter risma menjelaskan sebenarnya kehamilan naina ini memang sungguh beresiko dari awal kehamilannya,dan naina tau itu semua tapi hal itu tak menyurutkan niat naina untuk melahirkan si kembar, apalagi kala itu naina sudah tau bahwa jenis kelamin bayinya adalah laki-laki,cucu yang di idam-idamkan keluarga Hardiansyah.
Naina bersikeras mempertahankan bayi-bayi itu walaupun dengan mempertaruhkan nyawanya sekalipun.
erlita menangis sesenggukan mendengar fakta itu, sedangkan aryo hanya diam dengan pandangan kosong.Rasa bersalah dan perasaannya bercampur aduk,demi apapun dia tak ingin kehilangan naina.
######
Di ruang bersalin nyonya ratna berjalan mendekati naina yang terlihat pucat.
dia mendekati naina dan membelai pipi tirus menantu ke 2 nya itu.
airmata yang ditahannya sedari tadi sudah tak bisa dia bendung lagi.
dalam diam dia hanya memandang naina yang masih terkulai lemas.
menyadari wajahnya dibelai lembut,naina tersenyum.
"Jagoan.... mereka jagoan nyonya" sekali lagi naina berkata sambil tersenyum menatap sang mertua.
"Jangan lupa janjimu nyonya"
"jangan lupa janjimu juga nai" balas nyonya ratna sambil memejamkan mata seakan tak sanggup melihat gadis mungil yang telah dihancurkan hidupnya itu.
"iya ma.....iya.." seketika airmata naina menetes membasahi pipinya.
"bicaralah dengan aryo,...aku akan memegang janjiku"
"boleh peluk untuk yang terakhir ma..."
"jangan jadikan ini yang terakhir nai" ucap nyonya Ratna sambil memeluk tubuh ringkih naina.
naina tersenyum dalam pelukan mertuanya dan berkata
__ADS_1
"Aku sudah janji akan pergi ma.... setelah memberikan cucu laki-laki padamu ma".
nyonya Ratna berlalu dari hadapan naina dia seakan tak sanggup melihat gadis penuh pengorbanan itu.setelah diluar ruangan kaki nyonya Ratna seakan tak sanggup menopang tubuhnya, tiba-tiba saja tubuhnya merosot ke lantai dan menangis dalam diam.entah janji apa yang telah di buat oleh mereka berdua.
setelah dari ruangan dokter risma,erlita masuk ke dalam ruang bersalin, menemui naina disana.
"kak...." sapa naina ketika melihat erlita.
"hai nai..." balas erlita sambil tersenyum menampilkan wajah tenangnya walaupun kenyataannya hati dan wajahnya bertolak belakang.
"bagaimana keadaanmu?"
"hanya lemes kak...nanti juga pulih sendiri"
"iya cepet pulih....dan kita akan banyak sekali pekerjaan,..si kembar pasti akan sangat merepotkan apalagi Namira dia pasti akan senang dengan kehadiran adik-adiknya "
"mohon bantuannya kak,maaf ini akan membuat kakak sedikit kerepotan"
"tidak masalah...kita hadapi berdua..okey?"
naina meraih tangan Erlita dan kemudian menggenggamnya erat,dia melihat lekat ke dalam mata erlita kemudian tersenyum.
"kak titip anak-anak ya"
"jangan bilang begitu nai,aku tidak akan membiarkan kamu pergi,enak saja kamu mau menyerahkan semua tanggung jawab mu padaku,si kembar anakmu nai...kau harus mengurus nya sendiri"ucap erlita mengoda naina berharap naina merasa lebih baik dan tak berpikir akan berpisah dengan anaknya.
"boleh aku minta sesuatu kak?..aku tau kakak sudah tau keadaanku"
erlita hanya diam,wajah sok tenang dan tegar yang dia tunjukkan pada naina tadi kini sudah hilang,dia sudah tak sanggup lagi berpura-pura, airmata yabg ditahannya lolos sudah melewati pipi mulusnya.
"katakan apa yang kau pinta,aku pasti memenuhi semua permintaan kamu nai"
"kak.....jika aku pergi..jangan biarkan mereka semua tau kalo aku ibu kandung mereka,yang harus mereka tau..hanya kau kak,....hanya Erlita dan Aryo orangtua kandung mereka... berjanjilah kak!! berjanjilah".
mereka berpelukan dengan tangis yang semakin menyayat hati.aryo yang sedari tadi berada di balik dinding pembatas hanya diam sambil memejamkan mata tak sanggup melihat semuanya.
__ADS_1
bersambung.....