Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Omelan papa Kenan


__ADS_3

"Apa??? lalu dia kemana Amar??"


tanya papa Kenan yang sedang di telepon oleh Amar sekertaris Ferdi yang melaporkan bahwa ada klien yang tiba-tiba datang ke kantor dari luar kota, karena mengira Ferdi pulang ke rumah, Amar akhirnya mencoba menelpon telepon rumah keluarga Kenan berharap Ferdi mau kembali ke perusahaan untuk menemui kliennya yang tiba-tiba datang.


"Saya kurang tau tuan Kenan!" ucap Amar terdengar sedikit takut.


"Oh ya Tuhan! benar-benar anak itu!! apa dia tidak pamit padamu?" tanya papa Kenan


"Ti-tidak tuan!"


"Bagaimana kamu tidak tau!! kemana tuanmu pergi?? harusnya kamu berada disampingnya dimanapun dia berada Amar!!!!"


"Maafkan saya Tuan!"


"Oohhh astaga Amar!!cari dimana dia lewat anak buahnya!!!! sebelum kliennya selesai makan siang!!" perintah Kenan, pasalnya kliennya ini adalah termasuk klien lama papa Kenan, kerjasama Mereka sudah di bangun sejak lama, sejak si papa dari si klien yang bernama Danish ini masih ada dan sekarang Danish menggantikan papanya yang sudah meninggal, jadi dulu papa Kenan bekerja sama dengan papanya Danish dan sekarang berpindah tangan pada anaknya, entah mengapa perjanjian pertemuannya yang seharusnya di lakukan lusa tiba-tiba datang sore ini, dan sialnya Ferdi sedang tak berada di tempat.


Ade yang di hubungi oleh Amar juga tak tau kemana ferdi pergi, terakhir kali dia mengantarkan majikannya itu ke kantor Krisna, dengan segera Amar memberitahu papa Kenan kalo dia melihat Ferdi terakhir kali di perusahaan Krisna. Kenan pada akhirnya menelpon kliennya dan meminta maaf karena Ferdi dan Krisna tak bisa dihubungi,dan pertemuan mereka diundur sampai besok jam makam siang,dan untungnya Danish tak mempermasalahkan semuanya.


##########


"Kemana saja kalian??? kenapa tak memberitahu sekretaris kalian masing-masing? apa kalian mau mencoba kabur? jawab papa? oohh ya Tuhan!!! kalian membuat kami khawatir tau!!! dan kau Ferdi!!! apa kau lupa?? papa sudah bilang kalo beberapa hari lagi klien mu datang!! dan kau malah kabur!!"


omelan papa Kenan sudah mengalahkan bawelnya emak-emak berdaster yang lagi nawari harga sayur mayur di tukang sayur keliling komplek. Raisya dan Naina yang sengaja di suruh duduk menyaksikan dua anak lelaki papa Kenan itu, hanya bisa cekikikan melihat suami-suami mereka di omeli sang papa seperti anak SMA yang ketahuan bolos oleh orang tuanya.( emang kemarin Krisna yang ngajak Ferdi bolos kayak sekolah kan😁).


''Nah...nah ...nah...papa yakin kamu kan yang ngajakin ferdi kabur??!"


kata papa Kenan menunjuk pada Krisna, kenyataannya memang Krisna yang mengajak Ferdi pun tak bisa berkata-kata apapun, tapi kan dia hanya ingin menghibur Ferdi! pikir Krisna.

__ADS_1


"Bukan begitu pa....kak.kris....!" ucap Ferdi terpotong.


"Apa!!! mau bela kakak kamu itu!!! iya ?? jelas-jelas kalian salah!! pergi kemana kalian?? bahkan kalian lupa kalo... kamu fer... istrimu sedang hamil!! kan kau Kris!! oohh Tuhan bahkan istrimu mengasuh dua anak dengan rasa khawatirnya karena suaminya menghilang!!" omel papa Kenan lagi, papa Kenan terus saja mengomeli kedua anaknya itu,bahkan semua pelayan di larang masuk rumah utama oleh mama Syila agar mereka berdua tak merasa malu karena di omeli habis-habisan oleh papa Kenan.


"Kau... Ferdi!! apa perlu papi Kenzo mu aku beritahu?" ancam papa Kenan.


"Jangan pa!!? jangan dong....hihihihi" saut Ferdi cepat dengan cengiran di wajahnya, namun melihat mata tajam papa Kenan, Ferdi langsung terdiam.


Bagaimana papa Kenan tidak marah, sejak siang Krisna dan Ferdi pergi berdua dengan meninggalkan ponsel di kantor Krisna, dan dia bahkan tak membawa mobil mereka, meninggalkan mobil bersama sopir mereka Krisna berpikir seharian ini ingin membuat Ferdi senang, dia tau adik lelakinya itu sedang ingin mengenang masa lalunya saat masih bersama keluarga kandungnya.Setelah naik taksi menuju tempat mereka berenang, berlama-lama disana sampai sore, mereka berjalan kaki dengan kaos dan celana pendek yang Krisna bawa dari kantor nya, untung badan mereka tak berbeda jauh, jadi Ferdi bisa memakai pakaian Krisna.


Krisna menemukan sebuah warung kopi sederhana, tempat seperti itu sudah biasa di kunjungi Ferdi dan Krisna saat remaja dulu, mereka menikmati kopi dan makan nasi bungkus di warung di pinggir sawah, Ferdi dan Krisna bercerita banyak hal di masa remaja mereka di kota S, saat-saat mereka belum sesibuk dan sesukses sekarang, bahkan mereka lupa bahwa mereka adalah Ceo-Ceo perusahaan di mana banyak karyawan mengantungkan nasib mereka pada kedua Ceo yang muncul ke gesreknya hari ini.


mereka bahkan tak menyadari kalo istri-istri mereka ikutan khawatir karena belum pernah mereka berdua pergi tanpa kabar secara bersamaan seperti ini, bahkan sekertaris Krisna yang mengangkat telepon masuk dari hp Krisna atasan nya,saat Naina menelpon.


Di ruang keluarga itu, Krisna menyenggol kaki Ferdi, dia mengisyaratkan pada Ferdi untuk membela dirinya,namun si adik laknat itu hanya menaikkan bahunya saja, Ferdi juga binggung sendiri.


tanya papa Kenan sambil menunjuk pada Raisya dan Naina.


"Kami hanya ngopi aja kok pa!" saut Krisna, yang mana hal itu membuat papa Kenan menaikkan sebelah alisnya.


"Berenang di sungai pa! seru!! abis itu ngopi di warung dan sekalian makan nasi bungkus!!" kata Ferdi antusias, sayangnya hal itu malah membuat papanya kesal bukan kepalang.


"Jadi kalian bersenang-senang saat semua orang bahkan khawatir dengan kalian???" ucap papa Kenan


"Kalian makan enak saat Raisya istrimu yang sedang hamil susah makan karena khawatir dengan suaminya??....oohhh enak ya nasi bungkus nya??" lanjut papa Kenan,hal itu membuat Ferdi dan Krisna susah payah menelan salivanya.


"Tidak bisakah kepintaran kalian itu di gunakan di saat yang tepat juga!! bukannya kalian bisa ijin pada istri-istri kalian?? minimal memberi kabar!"

__ADS_1


Omelan papa Kenan benar-benar seperti rentetan kereta apik mudik yang panjangnya bertambah beberapa gerbong saat musim mudik.


"Kalian berdua!!! tidur di kamar tamu selama seminggu ini tanpa istri-istri kalian!!"


"Eh pa... Ferdi gak bisa tidur tanpa Raisya!jangan doong!!!"


"Kasihan Naina pa..kalo harus ngurusi Nawfal sendirian!"


ucap mereka mencoba membantah hukuman sang papa.


"Tenang saja! Nawfal akan di jaga baby sitter,ya kan Nai?"


"I-iya pa!" jawab Naina


"Dan Raisya? bukannya kamu ingin tidur di rumah papi Kenzo sayang?"


ucap papa Kenan, Raisya yang juga kesal pada Ferdi akhirnya mengangguk dengan senang. Bahkan tatapan tajam sang suami sebisa mungkin dia hindari.


"Ferdi!!! jaga mata kamu!!" ucap papa Kenan yang tau tatapan mata Ferdi, bisa saja menggoyahkan keteguhan Raisya yang notabenenya sangat bucin akut pada Ferdi.


Akhirnya papa Kenan pergi di ikuti dua wanita itu karena memang di perintahkan oleh papa Kenan.


"Ini...mama bawa nasi bungkus buat kalian! hari ini lauk buat makan malam habis,jadi tadi Ningsih beliin di luar!...makan ya anak-anak mama..!" ucap mama Syila.


"Mama!!!" pekik Ferdi di barengi dengan helaan nafas Krisna.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2