
Keesokan harinya papi Kenzo mondar-mandir gak jelas di rumahnya, mama Nayla hanya geleng-geleng kepala melihat sang suami mondar-mandir gak jelas.
mama Nayla dengan tenang meminum jus jeruk kesukaannya dan sesekali melihat desain baju. papi
Kenzo sudah nampak seperti setrikaan.
"Papi!! berhenti!! mama pusing liat papi!" pekik mama Nayla melihat Kenzo.
"Papi gak tenang kalo belum liat Raisya!! ini udah dua malam dia gak pulang! gimana papi gak khawatir anak gadisnya seperti itu!"
Jelas papi Kenzo panjang lebar seolah lupa kalo Raisya si anak gadis yang sudah tidak gadis lagi itu sudah menikah dan ikut ke rumah sang suami.
"Papi lupa ya! Raisya sudah menikah pi! ngapain papi khawatir! mama yakin Ferdi kesel sama papi gara-gara ulah papi kemarin!!"
ucap mama Nayla dengan sinis mengingat kelakuan suaminya yang menggagalkan malam pertama Ferdi dan Raisya.
"Yang gak jelas tuh mantu kamu itu ma!! benar-benar gak jelas!" kata papi Kenzo gak mau di salahkan.
"Mertua nya juga gak jelas!"
Entah mengapa mereka jadi berdebat sendiri,papi Kenzo merasa kesal pada sang istri karena terus membela Ferdi menantu barunya dan itu yang membuat papi Kenzo juga semakin kesal dengan menantunya itu. Niatnya untuk membuat Ferdi kesusahan dengan persiapan pernikahan hanya dengan waktu 1 x 24 jam ternyata tidak berhasil,karena sebenarnya dia belum berniat menikahkan Raisya sebelum lulus kuliah dan bisa membantu nya di perusahaan namun nyatanya Raisya marah padanya karena Ferdi mengatur strategi dengan cara menjauhi Raisya yang bucin akut padanya,papi Kenzo tau siapa Ferdi sekarang, orang yang disegani oleh banyak orang setelah dia memegang kendali perusahaan Kenan yang semakin maju, namun papi Kenzo tak menyangka kalo kekuasaan Ferdi lebih besar dari perkiraan nya,Dan akhirnya perhelatan pernikahan Raisya dan Ferdi di gelar, papi Kenzo bukannya tidak bahagia namun karena kalah dari Ferdi dia merasa kesal sendiri.
"Kemana sih dia?" gumam nya sambil mengotak-atik ponselnya.
"Papi mau ngapain?" tanya mama Nayla curiga.
"Mau telepon Kenan! kenapa anaknya itu menahan anak ku lama-lama disana, dasar tidak sopan! membawa anak gadis orang dan tidak di kembali lagi!!"
Papi Kenzo ngedumel tidak jelas yang mana membuat mama Nayla geram dengan sikap sang suami.
"Papi!!!! jangan macam-macam ya! kalo papi masih menelpon Kenan jangan harap papi bisa masuk kamar malam ini!" teriak nya melarang papi Kenzo untuk tidak menelpon saudara kembarnya itu, mau di taruh di mana muka mama Nayla di depan Kenan dan Syila.
__ADS_1
"Cckck....." papi Kenzo menghempaskan diri di sofa di dekat mama Nayla dan langsung memeluk manja sang istri.
"Raisya sudah besar pi, dia sudah menikah!'"
ucap lembut mama Nayla, sebenarnya mama Nayla tau apa yang di rasakan Papi Kenzo, melihat Raisya yang bucin akut sama Ferdi membuat papi Kenzo cemburu, dia yang merasa sebagai cinta pertama anak gadisnya itu merasa tersisihkan dengan hadirnya Ferdi di hati Raisya.
Padahal mama Nayla tau, papi Kenzo tak akan pernah tergeser posisinya sebagai lelaki pertama dalam hati dan hidup Raisya. Namun sebagai seorang ayah, nampak jelas kekhawatiran papi Kenzo akan tergesernya posisinya di hati Raisya.
Ingin rasanya papi Kenzo menangis kala melepaskan anak gadisnya di pelaminan dan mama Nayla tau perasaan suaminya itu, bahagia dan kesedihan datang bersamaan kala itu.Begitulah seorang Ayah terhadap anak gadisnya, anak gadisnya yang selalu dia lindungi, selalu dia sayangi nyatanya sekarang orang lain yang melakukannya, papi Kenzo sama sebenarnya dengan Kenan yang sulit melepaskan Naina dan Kayla kala itu, namun Sekarang Kenan sangat bahagia dengan anak-anak dan cucu-cucu nya.
"Iya aku tau Raisya sudah menikah!" ucap papi Kenzo dengan cemberut.
"Tapi kan seharusnya menantu kamu i-tu......"
"Papiiiiii!" teriak Raisya dari ruang tamu menuju ke ruang keluarga.
"Ooh astaga....dia benar-benar Bocil??" ucap Ferdi mendengar istrinya berteriak memanggil sang mertua dan mengikuti arah sang istri.
"Sya.... Raisya sayang!" ucap papi Kenzo dan setelah nya berpelukan dengan erat dengan Raisya anaknya.
"Bagaimana mungkin kamu mau menikahi gadis bar-bar seperti itu Fer?" kata sang mertua sambil melihat tingkah anak dan suami nya.
"Mama bagaimana bisa melahirkan anak yang bar-bar kayak gitu?" tanya Ferdi balik dengan menunjuk pada Raisya dengan dagunya.
Heeeeh!! mama Nayla dan Ferdi sama-sama membuang nafasnya.Ferdi yang ingin menyapa papi Kenzo sampai tak di beri kesempatan untuk menyela mereka berdua melepaskan rindu mereka yang bahkan baru dua malam tidak berhenti. Raisya dengan manja bergelayut mesra di lengan sang papa.
"Dasar mantu durhaka! kamu gak menyapa papi?" tanya papi Kenzo.
"Gimana mau di sapa pi, papi sibuk terus sama istriku!" jawab ferdi tak mau kalah.
"Dia anakku bukan hanya istri kamu!" papi Kenzo pun tidak mau kalah.
__ADS_1
"Udah dong!!! kalian apa-apain sih! mama buatin minum dulu ya Fer! mau apa kopi atau teh?" tanya mama Nayla.
"Kopi aja ma....aku mau ngajakin Ferdi main catur! papi lama tak ada lawan!"
saut papi Kenzo cepat. Mendengar itu Ferdi spontan berfikir apa yang diinginkan mertua nya itu, kenapa dia merasa ada hal-hal aneh yang akan di lakukan oleh sang mertua.
Selesai membuat kopi,mama Nayla membawa kopi dan camilan nya ke ruang tamu, di iringi seorang pelayan yang membawa papan permainan catur yang di inginkan oleh papi Kenzo, Belum juga permainan selesai Raisya sudah merasa mengantuk, Raisya yang terlihat capek undur diri masuk ke dalam kamarnya, ingin rasanya Ferdi ikut namun sang mertua seakan-akan terus menahannya.
"Ayo Fer konsentrasi Fer!.....skak!..." kata papi Kenzo dengan senyum kemenangan.
"Jangan merasa menang dulu pi!...kalo gini kan papi bisa apa?...skak mat!!" Ferdi bisa mengecoh papi Kenzo padahal kalo di amati papi Kenzo masih bisa lolos dengan mengorbankan beberapa pion catur tersebut.
"Kamu gak bisa mengecoh papi Fer! Skak mat!!"
dan benar saja Ferdi kalah dalam beberapa langkah saja, namun dia senang berarti sekarang dia bisa menyusul sang istri tidur.
"Cukup sampai sini aja!" kata Kenzo dan membuat hati Ferdi berbunga-bunga.
malam juga semakin larut bahkan semua pelayan sudah masuk ke dalam kamar mereka sendiri-sendiri.
"Tidurlah! susul istrimu!"
"Baik pi!" ucap Ferdi 'Tumben baik banget' batin Ferdi
"Ehhmmmm pi yang mana kamar Raisya?" t
Tanyanya karena ini adalah hari pertama dia menginap di sana.
Bibir papi Kenzo tersenyum licik!
"Kamu cari saja sendiri? barangkali beruntung! selamat menikmati ya Fer!" ucap papi Kenzo yang memang sengaja membuat susah Ferdi sambil berlalu ke arah kamarnya.
__ADS_1
"Dasar mertua gak ada akhlak!!" ucap Ferdi dengan sangat kesal.
bersambung