Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Pembahasan bertiga.


__ADS_3

Makasih masih setia pada pengorbanan naina season 2 ini, memang season dua ini bercerita ringan tentang keluarga Kenan dan sekitarnya, jadi jangan bosen ya...aku belum berniat buat berhenti di novel ini😁🤭. Aku masih suka berhalu-halu dengan novel yang satu ini walaupun kadang-kadang ide nya bleng!! hilang sama sekali dari otak othor.


ya nanti di bumbui konflik dikit biar gak terlihat flat aja...


Dan menjelang puasa nih bagi kalian yang melaksanakan selamat menjalankan ibadah puasa ya...


semoga puasanya berkah!


sekali lagi makasih, jangan lupa kasih Like kalo gak bisa komen ya..... maksih....maksih....dan makasih sekali lagi.selamat membaca....


**********


"Bagaimana perusahaan mu? apa masalahnya sudah selesai?" tanya Haris.


"Iya kok bisa sih pak Harto kecolongan! apa benar dia tidak ikut campur dalam masalah ini?" tanya Krisna.


mereka bertiga sedang ada di apartemen Ferdi, karena rumah lama Ferdi dijual olehnya dan di belikan di apartemen di dekat rumah utama, karena rumah lama Ferdi jauh dari rumah papa Kenan.


"Sudah! dia iri sama aku! ciiihhhh dia tak tau bagaimana aku menjalani semuanya ini!"


"Gara-gara dua kakak gak akhlak ini aku juga ikut terseret!" ucap Ferdi sambil menatap mereka berdua, dan hanya di sambut tawa membahana oleh mereka berdua.ya gara-gara Krisna dan Haris yang harus mengurusi perusahaan mereka masing-masing, Ferdi yang kala itu merasa belum mampu menggantikan sang papa untuk memimpin perusahaan, dan benar saja beberapa minggu Ferdi memimpin dengan banyak ejekan dari beberapa orang bahkan dari para kliennya, hingga beberapa bulan kemudian dia berubah menjadi sosok yang sangat di segani dengan segala tindak tanduknya dalam memajukan perusahaan milik sang Papa.


"Eh gimana rasanya jadi pengantin baru? udah pake gaya apa aja?" tanya Haris yang sudah tertular otak gesreknya sang istri Kayla,dia berusaha mengalihkan pembicaraan ke hal yang lebih ringan.


"Emang ada berapa banyak gaya kak?" tanya si Ferdi antusias.


"Banyak lah! udah ntar aku kirim link nya..biar kamu bisa langsung praktek!" kata Haris.


"Fer coba di bawa shower deh!! mantap!" kata Krisna

__ADS_1


"Boleh juga kak! aku belum coba di kamar mandi!" ucap Ferdi sambil meminum minuman soda di hadapannya.


"Tapi kayaknya Kris gak bisa praktek nih gaya kayak gini!" ucap Haris sambil memperlihatkan video di hp nya.


"Iya nih! Nai perutnya udah besar! susah! bahaya juga buat dia ntar, tapi wanita hamil lebih terlihat menantang dan mengoda Fer!!"


"Ciiihhh kamu tau kan kak, mana boleh sama mertua ku kalo Raisya hamil duluan! masih kecil katanya!!"


"Emang yang bikin anak siapa? papi mertua mu apa kamu?! ribet amat!! colong aja!" saut Krisna


"Bener juga kak! hehehehe ntar aku lembur deh!"


"Iya masa' kamu kalah sama mertua mu itu!" hasut Krisna.


"Iya Fer ntar kamu keburu tua! aku aja udah mau nambah lagi nih! pengen cewek aku!" Haris pun ikut menghasut si ferdi agar segera menghamili Raisya sang istri.


Ferdi diam sebentar, benar kata kedua kakaknya ini, ferdi bahkan sudah hampir kepala tiga walaupun itu masih satu tahunan lebih lagi, kini Ferdi berumur 29 tahun dan Raisya berusia 19 tahun, otaknya yang cerdas membuat dia cepat menyelesaikan pendidikan S 1 nya.


"Boleh banget dong!!" jawab Krisna dan Haris bersamaan.


Berbeda dengan emak-emak berdaster kalo sudah kumpul dan dengan antusias ngomongin si A dan si B, ngomongin cabe yang lagi naik daun, ngomongin perawan anak tetangga yang suka pulang malam, mereka bertiga malah ngomongin soale gaya bercinta yang paling menggoda dan enak bila di praktekkan.


*********


"Ketiga anak lelakimu mana ma? tumben istri-istrinya lagi kumpul kok mereka gak ada?" tanya papa Kenan yang dari tadi tidak melihat ketiga biang resek itu menurutnya.


"Lagi kumpul di apartemen Ferdi pa!" celetuk Raisya yang masuk ke dalam dapur untuk mengambil Camilan di dalam kulkas, baru saja mama Syila mengatakan kalo dia membuat puding kesukaan Raisya.


"Ngapain 3 cecungu itu kumpul di sana? papa jadi curiga!" saut papa Kenan.

__ADS_1


"udah biarin aja kali pa! mereka butuh ' We time!' kali! di sini ntar di ganggu in sama si kembar dan Kamilaa! apa lagi Eno sejak pisah dari Ferdi sekali ketemu Ferdi udah kayak koala nangkring aja di tubuh ferdi!"


"Iya..iya...curiga sama anak aja di marahi mulu'" gerutu papa Kenan.


Tapi beberapa saat kemudian ketiga lelaki yang menjadi penyebab di omeli nya papa Kenan muncul dengan wajah sumringah mereka masing-masing! Papa Kenan merasa curiga dengan ke-tiga nya. mereka nampak duduk santai di ruang keluarga, jiwa kepo papa Kenan entah dari mana tiba-tiba saja muncul.


"Hayo bahas apa kalian bertiga? jangan pikir papa kayak mama kalian ya! yang percaya aja kalo kalian lagi ' we Time'!..apaan emang ada istilah we time!" ucap papa Kenan.


"Biasa pa! bahas soal cowok!" jawab Haris yang lebih dulu menjawab pertanyaan papa Kenan ketika mereka sudah duduk ber empat.


"Iya pa....biasa pa.. kita kan jarang kumpul bertiga!" saut Krisna, sedang kan Ferdi masih asyik dengan ponselnya, papa Kenan beralih ke Ferdi yang tak menjawab pertanyaan papa Kenan seperti Haris dan Krisna.


"Bahas apa kamu Fer di apartemen?"


Krisna dan Haris sudah terlihat ketar- ketir takut kalo Ferdi membuka aib mereka di depan sang mertua, mereka takut kalo papa Kenan tau mereka banyak mengajari Ferdi hal-hal berbau mesum, padahal mereka nampak berwibawa di depan papa kenan.


" Bahas apa kamu Fer di apartemen?" ulang papa Kenan.


"heh? apa pa?" Ferdi kaget karena terlalu fokus pada ponsel nya.


"bahas apa?" ucap papa Kenan terlihat sangat kepo.


"Bahas gaya bercinta terbaru pa! noh di ajari sama mereka berdua!"


jawab Ferdi seolah tanpa beban dan tanpa dosa, walaupun sebenarnya tak berniat membuat Haris dan Krisna malu di depan sang mertua.


"Dasar ember!!" ;ucap Haris lirih sambil menyenggol kaki Krisna, dia terlihat geram pada Ferdi


"Dasar si mulut lemes!" ucap Krisna tak kalah gemesnya dengan jawaban Ferdi.

__ADS_1


Papa Kenan menatap tajam kedua menantunya, seakan-akan berkata 'kalian membawa pengaruh buruk pada anak lelakiku!' begitulah kira-kira tatapan tajam mata papa Kenan terhadap dua lelaki yang ada di hadapannya sekarang. Haris dan Krisna menelan saliva nya pelan dan saling senggol- senggolan kaki mereka.


bersambung...


__ADS_2