
"Cind......aku sangat mencintaimu!!"
"Aku tau Fer!"
jawab Cindy sambil menunduk, namun kemudian memandang kembali mata Ferdi.
Dan ferdi mengatakan sesuatu
"Ayo kita putus!!"
Entah mengapa Cindy hanya diam, namun beberapa saat kemudian dia meneteskan air matanya dalam diam.
Ferdi menghapus airmata Cindy tersebut dengan tissue ditangannya.Ferdi tersenyum melihat Cindy, Cindy semakin terisak melihat senyuman Ferdi, ada tatapan kesedihan di mata Ferdi dan Ferdi seakan mencoba terlihat tegar.
"Aku tau semuanya Cind, jangan khawatir... aku baik-baik saja!"
"Maaf...fer. hiks.....maaf.... maafkan aku Fer!"
Hanya kata maaf yang keluar dari mulut Cindy, benar! hari ini Ferdi ingin membuktikan pada dirinya sendiri,dan melihat bagaimana sikap Cindy berada disampingnya.
Seharian ini dia ingin memantapkan hati untuk mengejar cinta Cindy walaupun Mark sang kakak dan Hans mantan kekasihnya Cindy sebagai penghalang nya.Melihat Cindy yang terlihat nyaman disamping nya tekad Ferdi bulat. cinta harus diperjuangkan! begitulah hati kecil Ferdi berkata.Sampai sore tadi Ferdi memergoki Cindy sedang menangis sambil menutup mulutnya sendiri, Ferdi berdiri dibelakang Cindy yang sedang jongkok didepan toilet memengang ponselnya,tampak dilayarnya sebuah nama sang menelpon
- My hubby Hans -
Seketika Ferdi mundur bersembunyi di balik tembok, Memejamkan matanya, Cindy memang tertawa bersamanya,namun hatinya masih terpaut dengan lelaki lain, lelaki yang karena salah paham membuat Cindy memutuskan meninggalkan dirinya.
Ferdi berlalu dari sana, mencoba menata hatinya yang remuk, hancur sudah anggan-anggannya untuk memperjuangkan cinta Cindy.
Ferdi kembali lagi ke bangku pertama dimana dia menunggu Cindy yang meminta ijin ke toilet.
"Relakan dia pergi Fer!! biarkan dia bahagia!!"
gumam Ferdi seorang diri.
"Aku hanya rela kamu bahagia Cind, tapi maaf aku tak bisa ikut bahagia dengan kebahagiaan kamu!"
Ferdi menunduk merasakan hatinya yang sakit, menguatkan diri, masih ada satu tempat lagi yang harus dia tuju, harusnya tempat itu menjadi tempat dia melamar Cindy malam ini, namun...
Disini Ferdi sekarang....
"Ayo kita putus! Cindy!! Aku tak ingin terlalu banyak yang terluka karena hubungan kita! cukup aku...sudah cukup aku saja!!"
__ADS_1
Perkataan Ferdi meluncur begitu saja! terlihat tanpa beban dan sejatinya hati Ferdi seperti tertimpa batu besar, sesak!! begitulah rasanya.
"Fer..hiks....hiks...aku..."
"sudah jangan menangis lagi, aku tidak suka Cindy bersedih.... pulanglah! ikut kakakmu... dan bahagia lah bersama orang yang kamu cintai....aku selalu mendoakan kamu dari sini!"
Cindy makin terisak, dia sudah tak memperdulikan lagi pandangan setiap pelayanan atau orang yang melewati bilik restoran yang dia tempati.
Hancur!! jujur hati Cindy hancur, melukai Ferdi membuat hatinya juga sakit, melihat begitu tenang nya Ferdi malah semakin membuat dia sakit.
Walaupun hanya pertemuan dan pacaran singkat dia Ferdi cukup membuat dia yakin bahwa Ferdi sangat mencintai dirinya.
"Maafkan aku Fer......tolong maafkan aku hiks...hiks...!"
"Aku tau......kau tidak boleh meminta maaf karena diantara kita tak ada yang salah!"
Benar! cinta tak ada yang salah! tinggal bagaimana kita bisa membawa cinta ke arah yang lebih tepat! Ferdi....lelaki periang dan slengean itu berubah menjadi lelaki romantis dan dewasa malam ini.
Sakit hatinya dia telan sendiri, bagi Ferdi ini adalah keputusan yang terbaik! memperjuangkan Cindy hanya akan menyakiti banyak hati, ada Hans kekasih Cindy, Mark dan keluarga besar nya tentu dan jangan lupakan bahwa Cindy juga akan terluka.
Melepaskan Cindy hanya akan melukai hati nya saj tapi setidaknya banyak hati yang tak tersakiti.
Dan Ferdi lebih memilih untuk melepaskan Cindy, pelukan terakhir di berikan Ferdi untuk Cindy,kini mereka berada di depan pintu apartemen Cindy, Cindy masih menangis,rasa bersalahnya pada Ferdi masih cukup besar. Namun bila dihatinya masih ada Hans... memperjuangkan Ferdi hanya akan menyakiti hati Ferdi saja.
ucap Ferdi setelah melepas pelukannya.
"Cind!....masuklah kedalam, dan keluarkan aku dari hatimu, setelah pintu ini tertutup,buka lembaran baru kamu dan ingat kamu harus bahagia...!!!"
Cindy hanya mampu diam, entahlah rasanya hari ini dia tak bisa banyak bicara.
"Jangan temui aku lagi! apapun yang terjadi, walau aku memohon padamu untuk bertemu,jangan temui aku! ini terakhir kita bertemu, agar aku bisa melepaskan kamu!"
Tangis Cindy pecah, dia menubruk badan Ferdi dan menangis disana,
'Tuhan apa yang aku perbuat hingga kau mempertemukan aku dengan lelaki sebaik ini!!,berikan dia cinta yang melimpah...berikan dia cinta tak terbatas!' doa Cindy yang hanya mampu dia ucapkan dalam hatinya.
Ferdi melihat Cindy masuk ke dalam apartemen miliknya, setelah sekian lama akhirnya Ferdi memutuskan untuk pergi dari sana,sengaja dia melewati tangga darurat untuk turun dari lantai 4 apartemen Cindy.
Langkah Ferdi berhenti disalah satu tangga tiba-tiba badannya merosot terduduk dilantai tangga..
"hiks....hiks.....hikss......hiks...!"
__ADS_1
tangis yang dia tahan sedari tadi, pecah juga... bagaimanapun hati Ferdi sakit dengan perpisahan tersebut.Masih tergiang dimatanya tawa gadis yang berhasil menduduki tahta dihatinya, cinta pertama yang dirasakan oleh Ferdi, Berakhir sudah kisah cinta Ferdi Cindy....Ferdi masih terduduk dengan tangisan nya, tak berbeda dengan Cindy yang juga jongkok di balik pintu apartemennya dengan tangisannya.
Di rumah papa Kenan.
Tes......
tiba-tiba airmata mama Syila menetes
"Lho ma?? ini tuh drama komedi kok mama nangis dih?"
tanya Kayla heran yang melihat mamanya justru meneteskan air mata ketika mereka sedang nonton drama di ruang keluarga sambil menunggu papa Kenan dan suaminya Haris.
"Lhoo eh....kok ??"
mama Syila kaget dengan airmata yang menetes di pipinya, kemudian menghapusnya.
"Ferdi???...."
"Lhoo kak Ferdi mana? gak ada kak Ferdi ma!"
Kayla heran mamanya memanggil nama Ferdi padahal di ruangan itu hanya ada mereka berdua.
"Mama hanya kepikiran sama kakak kamu itu!!...udah 2 hari ini mama gak lihat dia!!'
"Heleh!! kemarin pagi masih ketemu ma!!"
"Ya kan kemarin pagi Kay!! tadi pagi gak ada...bahkan sampai malam gini gak nongol batang hidungnya!!"
"Kalo cuma batang hidungnya yang nonggol hantu dong ma!! mana badannya!!"
"Haiiissshh susah ngomong sama kamu!!"
di barengi dengan jitakan dikepala Kayla.
"Dasar mama tiri!!! giliran anak tengil nya dikangenin, giliran aku aja di jahatin!!!!"
teriak Kayla melihat mamanya melenggang pergi ke dapur.
Ferdi memang beruntung, sepertinya doa Cindy yang meminta Tuhan agar melimpahkan cinta tak terbatas pada Ferdi terkabul, Doa cindy seperti doa instan yang di kabulkan Tuhan saat ini.Dan betapa sayangnya Tuhan pada Ferdi,di sisi hatinya yang terluka, namun begitu banyak orang yang menyayangi dirinya.
bersambung..
__ADS_1
#Peluk hangat buat Ferdi
"Dari dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir"