Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Bukan malam pertama!


__ADS_3

Disinilah Ferdi sekarang! di sebuah kamar hotel yang sudah di hias dengan taburan bunga mawar merah dan aroma terapi, Ferdi sengaja menyuruh seseorang memperindah kamar nya, dia ingin melihat sang istri duduk manis di atas ranjang king size nya dengan lingerie warna merah seperti kelopak bunga mawar yang ada di atas ranjang tersebut, dia sudah membayangkan betapa cantik dan indah nya sang istri, menikmati malam pertama bertempur di arena empuk tersebut.


Namun sayang seribu sayang... Ferdi yang masih berdiri di depan pintu kamarnya setelah menutup nya melihat pemandangan yang sangat tidak menyenangkan khususnya malam ini! Tiga bocah kecil itu sedang lompat-lompat an di atas ranjang yang sudah di hias sedemikian rupa, terlihat begitu gembira di atas penderitaan Ferdi.


Raisya sebenarnya ingin sekali tertawa melihat wajah cemberut sang suami namun dia urungkan karena merasa iba dengan suaminya karena ulah sang papi.


Untuk membalas perbuatan papinya , Raisya menelpon seseorang yang bisa membantunya membalas perbuatan konyol sang papi.


Dan beginilah keadaan Kenzo.


tok..tok...tok....


"Ma.... Nayla sayang. ...buka pintunya dong!!"


"Nayla.... cepet an dong!!! ini aku kedinginan nih!"


ceklek....pintu terbuka dan menampilkan seorang wanita yang masih cantik di usianya, dengan baju tidur satin yang tipis, dan memperlihatkan bahunya, Nayla sengaja berdandan untuk membuat sang suami ber hasrat. Baru saja Kenzo mau melangkah kan kaki masuk ke kamarnya, Nayla menahannya dengan memberikan bantal dan selimut.


"Kedinginan kan?? nih selimut nya!" ucap Nayla.


"Sayang....." rengek Kenzo.


"Kamu kan sama menantu mu kembar tuh! sama-sama gila!! udah nikmati aja siksaan buat kamu!temeni Ferdi yang malam ini juga lagi galauu!!"


ucap Nayla dengan sedikit manja dan mendesah, sengaja memancing birahii yang suami, Kenzo susah payah menelan Saliva nya melihat sang istri yang sengaja memancing nya. dengan sedikit mengigit bibirnya dia mengedipkan mata sebelah nya kemudian menutup pintu kamar tersebut dengan keras dan..


ceklek!! terkunci.


"Oohh shit!!!! menantu sialaaann!!!!"


teriak Kenzo sambil memandang senjata nya yang sudah bereaksi gara-gara sang istri, niatnya mengerjai menantunya malah dia yang kena imbasnya gara- mulut ember Eno yang gak bisa di ajak jaga rahasia.


ngiiiiing..... telinga Ferdi berdengung..


Dia mengosok- gosoknya beberapa kali.


"Kenapa bang?"

__ADS_1


"Kayaknya ada yang ngomongin abang nih!"


"Udah yuk tidur dulu!"


Ferdi memeluk Raisya sambil menatap ke tiga bocah yang asyik tidur di kasur nya, bukan ke tiga tapi ke dua bocah tersebut karena Rio masih asyik dengan ponselnya dan bermain game.


"Lepasin bang!! ntar di lihat Rio!"


"Cckck...lagian tuh anak ngapain sih gak tidur-tidur?"


Ferdi melepaskan Raisya dan mencoba menidurkan Rio, namun Rio bilang tidak ngantuk karena tadi siang sudah tidur, di tambah dia ingin main hp, segala bujuk rayu Ferdi tidak mempan pada di gunakan pada Rio, sampai akhirnya bukan Rio yang tertidur melainkan Ferdi yang memang kelelahan karena mengurusi pernikahan nya yang hanya di lakukan dalam waktu 24 jam. Ferdi memeluk erat tubuh Eno, anak kecil itu begitu menyayangi Ferdi bahkan mengalahkan Haris sang papi, namun beda lagi dengan Rio yang lebih dekat dengan Haris, bahkan sifat-sifatnya hampir sama dengan sang papi.


Haris dan Kayla yang memutuskan untuk menginap di hotel malam ini karena si kembar yang tak mau pulang, beberapa saat lalu sopirnya mengantarkan baju mereka setelah mengantar papa dan mamanya pulang.


"Sini Mine" Haris memeluk Kayla dari belakang dengan mesra sambil menciumi tengkuk belakang sang istri.


"Hentikan Bee!!"


"Gak akan!! kali ini aku dukung banget papi Kenzo!! gara-gara dia aku bisa malam pertama di hotel sama kamu!!"


"Mine....nyoba gaya baru yuk! ngantiin si Ferdi yang gagal malam pertama!"


"Bee!! beehenti!"


Namun Haris tak menghentikan aksinya, benar saja malam ini adalah pernikahan Ferdi dan Raisya tapi malam pertama mereka di wakili oleh Haris dan Kayla, dengan bujuk rayu Haris yang katanya mau memakai gaya baru dalam berciinta membuat Kayla luluh juga.


Dikamar Ferdi terdengar suara-suara dengkuran halus mereka berlima, sedangkan di kamar Haris terdengar suara-suara desahan Haris dan Kayla yang bersautan.


Sungguh beruntung Haris kali ini!.


keusilan Kenzo berdampak baik untuk Haris namun membuat Ferdi dan Kenzo sendiri yang malah lebih tersiksa karena ulah sang isteri.


**********


tok...tok....tok...


ceklek...

__ADS_1


Wajah lesu Ferdi membuka pintu kamar hotelnya, sedangkan di depan pintu terlihat jelas Haris yang tersenyum begitu ramah ke arah Ferdi. Raisya sedang mandi bersama dengan Kamilaa sedangkan dua anak kembarnya sedang berbalut handuk karena menunggu baju yang di hantar oleh Haris.


"Lama banget!"


"Maklum, aku tadi mandi dulu!"


"Aku telpon satu jam lalu!! mandi apaan sampe satu jam!"


Haris hanya cengengesan, tanpa sengaja Ferdi melihat tanpa kissmark di leher kanan Haris, dan Ferdi menatap Haris dengan tatapan tajamnya, Dia seakan tau mandi seperti apa yang di jalani Haris hingga menghabiskan waktu satu jam.Merasa di tatap Ferdi Haris bertanya.


"Apa?" tanya Haris karena heran dengan mood Ferdi hancur pagi ini.


"Yang nikah sapa!! yang malam pertama sapa!! ciihh!"


"Ha ha ha ha ha ha ha!! sabar Fer, pagi ini kamu gak usah turun! aku yang handle anak-anak kamu jalankan misi aja! buat Raisya gak bisa jalan bahkan untuk keluar dari kamar ini sekalipun!" bisik Haris takut di dengar oleh Raisya yang sudah rapi keluar dari kamar mandi.


Seringai licik tercipta di bibir Ferdi, apalagi Haris membawa beberapa roti untuk amunisi pertempuran Ferdi dan Raisya agar tidak kelaparan, minuman sudah tersedia di kulkas yang ada di dalam kamar tersebut.


Dengan segera si kembar dan Kamilaa di bawa Haris ke kamarnya yang ada di lantai di bawah lantai kamar Ferdi. Ferdi membuka pintu dan membalikkan kertas yang tergantung di pintu kamar, kini tulisan " Do not disturb" terbaca jelas di sana. kemudian dia mengunci pintu kamar hotel.


Raisya yang belum menyadari apa yang di lakukan Ferdi sibuk mencari ponsel miliknya yang di pakai Rio semalam, hingga sebuah tangan besar melingkar di perut ramping nya.


"Bang!!" pekik Raisya karena merasa kaget!


"Kita mulai sekarang ya sayang..!" ucap Ferdi sambil mencium leher kiri sang istri.


"Apanya?" tanya Raisya heran.


"Malam pertama kita gagal!! maka akan aku buat Pagi pertama kita gak akan pernah gagal!" bisik Ferdi dengan suara serak karena menahan sesuatu.


"Apa?!" jerit Raisya.


namun belum juga menghindar sang Harimau sudah menerkam Raisya.


"Abaaaaang!"


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2