
Lima tahun kemudian....
"sayang... jangan lari-lari" teriak syila pada anak gadisnya.
"ada kupu-kupu ma....nai mau tangkap"..ujar gadis kecil berusia hampir 5tahun itu.
Naina...nama itu kenan berikan pada anak gadisnya itu.
"tapi jangan lari-lari sayang, cepatlah sini...adik Rasya udah datang itu"...ucap syila lagi pada anaknya.
Kenzo dan nayra datang berkunjung ke rumah,kali ini namira tidak bisa datang bersama, rencana sore nanti dia baru datang karena harus ikut suaminya ke luar kota.
"mama dimana syil?" tanya kenzo.
"dikamarnya kak,coba kamu liat aja di sana"
"biarin aja dulu syil, barangkali mama mau istirahat siang..nanti aja agak sorean kita bangunin"
"iya kak,tadi udah makan siang juga".
"ayo naina rasya kita main di dalam sayang" ajak nayra yang baru aja datang dari arah dapur.
kenzo melihat foto besar diruang tengah,disana nampak aryo, erlita,kenzo,kenan juga namira serta oma ratna.didalam foto itu terlihat jelas kecerahan tiap senyum mereka.nayra yang melihat sang suami yang hanya diam dan sedang memandang foto keluarga besar mereka.
nayra menghampiri kenzo dan memeluk mesra lengan suaminya.kenzo menoleh sekilas sambil tersenyum.
"Liat nay,di balik senyuman mereka ada seseorang yang berjuang dan berkorban agar senyum itu senantiasa ada di bibir mereka,
dan dibalik senyum ceria mereka tersirat kesedihan yang mendalam, semuanya bener-bener takdir yang membingungkan,dan berakhir indah pada saatnya,aku yakin bunda juga sangat bahagia walaupun beliau pergi terlebih dahulu"
"kamu benar mas,dan kamu tau?aku senang diterima dalam keluarga kalian" kata nayra sambil menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
__ADS_1
"Harusnya dia ada diantara foto itu nay,tapi nyatanya dia bahkan sudah memenuhi sebagian besar hati orang-orang yang ada di foto itu,termasuk hati kami anak-anaknya,jadi rasanya dia tak perlu ada disana"
kenzo menghapus airmata nya,ya kenzo yang tegas dan dingin akan berubah melow kalo menyangkut naina sang bunda dan papanya aryo.
"aku sangat menyayangi mereka nay"
"aku tau mas"
"ayo kita ke belakang, anak-anak bermain di taman dari tadi mereka tak mau masuk" ajak nayra pada kenzo.
Kenzo melihat mereka bermain-main, beberapa saat kemudian namira datang bersama anak-anak nya,juga istri richo dan anaknya, karena richo akan menyusul saat makan malam.
"kenan belum pulang?" tanya namira.
"belum...dia di tempat uncle daniel,kau tau kan sehari saja tak ke sana dia tak bisa" jawab syila yang baru datang membawa nampan minuman dan camilan.
"mama masih tidur syil?" tanya namira lagi.
Syila sudah memandikan anaknya,dan meminta pengasuh untuk menjaganya,sedang namira dan semua anggota keluarga sedang bersenda gurau di ruang keluarga.
Syila menuju kamar sang mama,dia hendak membangunkan erlita,mama mertua nya.sejak 3 bulan yang lalu syila meminta kenan untuk memberhentikan suster yang merawat erlita karena ingin merawat mertuanya sendiri.
kenan dan kenzo menyetujui begitu pula dengan namira yang sekarang tinggal dirumahnya sendiri, karena itu setiap weekend mereka rutin dan sepakat akan tidur di rumah utama.
Bila tak ada urusan lain,atau acara keluarga istrinya richopun akan ikut menginap di rumah utama.
"Ma...bangun sudah sore" syila menguncang tubuh sang mama dibalik selimut.
"ma...mama...bangun dulu,semua sudah dateng ma" ulang syila.
syila berulang kali membangunkan erlita,namun sang mama tidak kunjung bangun,merasa ada kejanggalan disana,syila langsung berlari ke ambang pintu.
__ADS_1
"kak....sini kak...mamaa!" panggil syila panik pada namira dan juga kenzo,dan terlihat juga kenan yang barusan datang.mendengar syila yang memanggil dengan suara panik,kenan yang terlebih dahulu berlari ke arah istrinya.
"ada apa sayang? ada apa dengan mama?"
"mama....aku bangunin mama tapi gak kunjung bangun ken?ada apa dengan mama?"
"biar aku periksa" istri richo yang memang seorang dokter masuk terlebih dahulu ke dalam kamar.beberapa saat setelah memeriksa mama erli,dengan wajah yang sendu dan menatap ke arah ketiga anak kakaknya itu.
"ada apa dengan mama tante?tanya nayra.
"aku sudah telpon rumah sakit untuk mengirimkan ambulans" ucap kenzo yang baru saja mematikan sambungan teleponnya.
".....kak erli sudah pergi...dia sudah meninggal...kalian yang sabar ya.."
ucapan itu seakan menjadi belati tajam yang menusuk mereka yang mendengarnya,kenan yang ada di atas ranjang disamping sang mama merasa shock dan tak terima bila sang mama telah pergi.
"gak mungkin tante!tante pasti salah tolong periksa lagi tante!"
"ken...kamu yang sabar ya"
pecah sudah tangis kenan,dia menguncang tubuh mamanya, berteriak membangunkan sang mama.syila yang melihat suaminya sudah tak bisa mengontrol dirinya mulai mendekati kenan dan memeluk erat tubuh kenan.
pun dengan kenzo yang menangis di pelukan sang istri,namira yang sedari tadi hanya diam tiba-tiba jatuh pingsan mendengar sang mama telah pergi untuk selamanya.
Erlita, seorang wanita yang rela di madu demi keturunan untuk keluarga suaminya,bukan kesalahan dia bila Tuhan tak berkehendak dia tak bisa hamil dan melahirkan keturunan keluarga Hardiansyah, Erlita yang hampir 45 tahun lamanya menemani aryo dengan suka dukanya, pengorbanan erlita memang tak sebanding dengan hilangnya nyawa naina demi melahirkan keturunan Hardiansyah namun pengorbanan seorang erlita tidak bisa dianggap remeh juga.
Pada akhirnya erlita pun pergi menyusul aryo dan naina.
Dalam tidur panjangnya, erlita mengenggam sebuah arloji antik milik aryo,di mana disana terdapat foto aryo dan naina, senyum tipis di bibirnya menandakan bahwa erlita pergi dengan damai menghadap sang pencipta.
kesedihan kembali datang pada keluarga besar Hardiansyah.
__ADS_1
bersambung.....