Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Flash back Kisah Richo


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu saja Erlita masih sibuk dengan ketiga buah hatinya,bahkan sekarang Erlita sudah memutuskan untuk tak lagi bekerja di kantor,dia fokus dengan ketiga anaknya. Bagaimana dengan Aryo? dia masih sama, mengutuk dirinya!mengurung dirinya! bahkan dia sama sekali tak pernah melihat ke tiga buah hatinya, melihat mereka sama seperti melihat kesalahan nya pada Naina.Erlita sibuk bersama anaknya sedangkan Aryo sibuk mengurung diri di ruang kerjanya, sesekali saja Ferry sang asisten datang ke rumah dan masuk ke ruang kerja Aryo, Aryo terus meratapi hidupnya,sesekali dia menangis menatap foto Naina, sesekali dia tersenyum manis di sebuah figura kecil yang ada di meja kerjanya.


Bahkan Aryo belum berkenalan secara resmi dengan Ricko, adik dari Naina, nyonya Ratna begitu terpukul dengan keadaan Aryo,bagaimanapun juga Aryo perlu pertolongan secara psikologi karena keadaannya sedikit memprihatinkan.


"Namira sayang... ambilkan dot susu adik Kenan ya"


kata Erlita, wanita 34 tahun itu tak lagi terlihat cantik dan modis seperti dulu, Namira dan adik-adiknya berjarak dua tahun lebih sedikit, Namira bahkan sudah mengerti denagb apa pun yang di minta Erlita.


"Sebaiknya,si kembar juga punya baby sitter Er" kata nyonya Ratna.


"Jangan ma, aku masih bisa mengatasi nya, cukup Arin saja yang membantu menjaga Namira"


kata Erli sambil menggoyang Kenan yang sedang minum susu di gendongan nya, Kenzo lebih mandiri, bayi berusia 6 bulan itu, seperti paham akan kondisi sang mama yang kelelahan. Erli meminta Arin baby sitter Namira untuk menidurkan Namira, sungguh anak-anak Naina itu tak satupun yang menyusahkan Erlita, hanya Kenan saja yang terlihat sangat manja pada Erlita. Nyonya Ratna melihat lekat ke arah menantunya yang sibuk menidurkan Kenan kecil, tubuh kurus yang tak terurus, wajah yang dulu bersinar dengan perawatan dokter mahal, kini hilang sudah! Erlita terlihat lebih kurus dari biasanya, wanita itu terlihat beberapa kilo kehilangan bobot tubuhnya.


"Andaikan waktu bisa Mama putar kembali Er, Mama hanya ingin kalian semua bahagia, Mama akan memohon kepada tuan besar Hardiansyah agar tidak menuntut keturunan dari kalian, hingga jalan ini yang harus Mama tempuh!" jerit hati nyonya Ratna.

__ADS_1


"Permisi Nyonya" kata seorang pelayan yang membuat lamunannya buyar.


"Ada apa bi?" tanya nyonya Ratna


"Ada seorang utusan dari seseorang nyonya" kata pelayan tersebut.


"Suruh masuk!"


Seorang lelaki masuk dan memperkenalkan diri, Erlita yang baru saja menidurkan Kenan kembali lagi ke tempat di mana sang mertua berada. Melihat ada orang lain di ruangan tersebut membuat Erlita bertanya-tanya.


"Erlita!" panggil nyonya Ratna


Erlita segera berlari mengambil tas dan membuka ruang kerja Aryo tergesa-gesa, dia hendak mengajak Aryo keluar, namun Aryo nampak tertidur di sofa ruang kerjanya, Erli mengurungkan niatnya, dia segera keluar dari sana dan menghampiri nyonya Ratna.


"Ma nitip anak-anak, Jangan bangunkan Aryo ma, takutnya dia baru saja tidur" kata Erli sambil berjalan cepat keluar rumah dan memasuki sebuah mobil yang menunggu nya.

__ADS_1


Dan disinilah Erlita sekarang....


Rumah sederhana itu nampak ramai, Erlita bahkan turun di depan gang,karena mobilnya yang tak bisa masuk, dengan langkah cepatnya, Erlita menuju rumah tersebut dan mencoba mencari seseorang yang ingin dia temui.


"Ricko!" ucap Erli ketika melihat seorang remaja tertunduk di samping wanita paruh baya yang sudah di tutupi kain.


"Kak Erli!....hiks....hiks...Mama kak" ucap Ricko sambil terus menetes kan air matanya.


Dengan cepat Erli duduk bersimpuh di samping Ricko, mendekap remaja lelaki itu untuk menguatkan Ricko.


Tangis Erli ikut pecah, wanita yang dia rawat seperti Mamanya sendiri itu,pada akhirnya berhenti berjuang juga, dia tertidur dengan tenang,seakan terlihat bahagia, karena sekarang wanita tersebut pasti bertemu dengan Naina sang anak, penyesalan yang wanita itu rasanya, nyatanya menggerogoti tubuh tuanya.


"Selamat jalan ma, Erli akan menjaga Ricko" gumamnya


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2