Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Kecurigaan namira


__ADS_3

Hari demi hari,bulan demi bulan telah berganti,hari ini keluarga Hardiansyah tengah sibuk, persiapan ulang tahun si kembar akan di gelar esok hari.


tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, erlita yang melarang anak kembarnya merayakan ulangtahun.


karna hari ini bertepatan dengan wisuda keduanya yang telah menyelesaikan S1 dengan nilai yang sangat memuaskan.jadi hari ulangtahun kali ini dijadikan sebagai momen perayaan kelulusan mereka.


Namira yang sudah menjadi dokter muda dan bekerja dengan uncle daniel.


ya....namira sekarang sudah menjadi dokter muda,dokter kandungan lebih tepatnya.


Seperti tahun-tahun sebelumnya juga sang papa yaitu aryo akan pulang lebih sore dari hari-hari sebelumnya.satu hari sebelum hari ulangtahun si kembar aryo akan mengurung diri di ruang kerjanya.


erlita yang sudah paham betul akan semua itu hanya bisa diam dan membiarkan Aryo mengurung diri di ruang kerjanya.


Namira yang semakin tahun semakin curiga akan kelakuan papanya selalu mencoba mencari tau apa yang terjadi pada papanya.2 tahun yang lalu namira yang curiga akan kelakuan papanya mulai ingin mencuri tau apa yang sedang terjadi.dia yang mempunyai kekasih seorang ahli IT dan menceritakan semuanya pada Alex sang pacar.Alex menyarankan namira untuk memasang kamera tersembunyi dan sebuah perekam suara agar dia dengan mudah bisa melihat sekaligus mendengar apa yang terjadi di ruangan itu.Dia menyakinkan sang pacar bahwa alat yang dia rangcang sendiri ini tidak akan mudah dicurigai oleh aryo.


flashback on


Aksipun dilancarkan namira 2 hari sebelum hari ulangtahun si kembar,dia pura- pura mencari buku di ruang kerja papanya karena Alex ingin meminjam buku tersebut.tanpa curiga pun aryo mengijinkan namira masuk,dan karna beberapa saat setelah aryo yang sedang menemani namira mendapatkan telpon dari asistennya,aryo keluar ruangan dan


dengan cepat namira meletakkan camera dan alat perekam suara itu ditempat yang aman.


"sudah ketemu bukunya?" tanya aryo diambang pintu.


"sudah pa...ini!" namira menunjukkan buku yang dia cari.

__ADS_1


"kalo begitu ayo makan malam,mama sudah menyiapkan makan malam".


Diruang makan ternyata sudah ada Erlita,mama ratna dan richo dan sang istri yang memang sengaja datang makan malam karna merindukan keluarganya.


Richo sudah menikah dengan seorang dokter cantik,dokter yang menjadi senior namira di rumah sakit.


berkat Namira juga mereka bisa bertemu dan akhirnya menjalin hubungan.


Hari yang di tunggu namirapun tiba.malam sebelum besok hari ulangtahun si kembar.seperti tahun-tahun sebelumnya tak akan ada pesta ulang tahun yang ada hanya makan malam bersama di restoran dimanapun yang diinginkan si kembar.walaupun setelahnya si kembar baru akan merayakan sendiri bersama dengan teman-temannya.


Namira sengaja tidak tidur kali ini,dia juga sudah siap dengan amunisi begadangnya, secangkir kopi dan setoples camilan buatan sang mama.


untuk menghilangkan kebosanan dia menelpon sang pacar.


Alex yang saat itu sedang ada di luar kota karena harus ketemu dengan klien kerjanya memutuskan untuk mengakhiri panggilan telepon nya karna harus tidur terlebih dulu,besok pagi-pagi sekali dia harus kembali ke kota asalnya.


Namira memperhatikan aryo yang duduk di kursi kebesarannya. Namira sengaja meletakkan camera lebih dekat dengan aryo,karna dia ingin melihat mimik muka sang papa dari dekat.


Aryo membuka sebuah laci,dia mengambil bingkai foto yang berukuran sedang, dipandangnya foto itu dengan wajah terlihat sendu.


"foto siapa?" ucap namira sambil menajamkan penglihatannya.sayang sekali foto siapa itu tak nampak jelas.


pukul 00.00 tepat jam 12 malam aryo mulai dengan senyuman kecil membuat namira binggung apa yang dilakukan papanya.


kemudian terdengar suara dari alat perekam suara.

__ADS_1


"Selamat ulangtahun sayang"


namira mendengar kata itu dari aryo,dan dia menyakini bahwa sebenarnya dia ingin sekali mengatakan itu pada si kembar, sekarang namira yakin bahwa foto itu adalah foto si kembar.tapi tunggu.....tunggu dulu...dia mendengar lagi aryo berbicara.


"Kau tahu sayang, anak-anak sudah besar.namira sudah mau jadi dokter...dia sama seperti kamu...tumbuh jadi anak yang cantik,baik dan lemah lembut"


Deg..


'apa ini' batin namira terkejut tapi rasa penasarannya lebih mendominasi.makanya dia terus memperhatikan papanya.


"si kembar? kau tau mereka ulang tahun saat ini juga,tapi aku bahkan belum siap merayakan ulangtahun mereka sayang"


"kenzo lebih pendiam dan kamu tau kurasa sifatku yang lebih menular padanya,dan kenan?dia yang masih sama seperti dirimu nai yang bisa membuat aku cemburu pada daniel,sifat daniel yang lebih melekat padanya"


"itu salahmu nai, hehehheehe kamu yang terlalu manja dengan daniel hingga kenan bisa bener-bener sama persis dengan daniel"


dan masih banyak sekali kata-kata aryo yang dia lontarkan kepada sebingkai foto ditangannya.


"selamat ulangtahun naina sayang,aku selalu merindukan mu" ucap aryo terakhir sebelum mencium foto itu dan meletakkan kembali ke laci meja.


Tak Terasa namira meneteskan air matanya.


'apa papa berselingkuh?siapa naina?kenapa dia bisa ber ulang tahun dihari yang sama dengan si kembar?mama erli?oma?uncle daniel?om richo? kenapa papa menceritakan tentang mereka semua pada foto itu?'


"Naina? mendengar nama itu,kenapa hatiku merasa berbeda"..ucap namira sambil memegang dadanya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2