Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Lupa sejenak


__ADS_3

"Bagaimana dok?"


" Acquired prosopagnosia!"


"Maksud dokter?"


"Ini jenis lain dari amnesia, namun prosopagnosia tidak menghilangkan ingatan dari seseorang, hanya saja sulit mengenali wajah seseorang"


"Dari hasil tes,ini sangat langka terjadi, biasanya penderita prosopagnosia akan bener-bener sulit mengenali wajah seseorang namun dalam kasus pasien dia masih bisa mengenal orang-orang lama seperti mama dan papanya dari suaranya juga, ini benar-benar langka, saya baru menemui kasus sekali ini dalam perjalanan karir saya, kemungkinan besar dia masih bisa melihat wajah -wajah baru di hadapannya namun dia merasa tidak kenal siapa aja mereka, perkenalan kembali orang-orang tersebut dan otaknya akan berusaha menyimpan dalam ingatan nya.dan mungkn dia tidak ingat wajah sang istri tapi percayalah ingatan tentang masa lalu dan masa kini nya tidak hilang, bagaimana kalo istrinya membuka suara barangkali pasien mengenali suara sang istri."


"Lalu apa bisa sembuh dok?"


"penyakit ini belum ada obatnya bu, tapi melihat dari reaksi pasien seperti yang sudah saya sampaikan ini langka, seharusnya dia sama sekali tidak bisa mengenali wajah dari orang-orang dihadapannya namun tadi pasien masih bisa mengenal kedua orangtuanya, saya harap kerusakan otak yang tidak begitu parah itu bisa membuat dia pulih kembali walaupun tak bisa sepenuhnya!"


"Baiklah dok... terimakasih!". mama Delina dan mama Syila keluar dari ruang dokter dan kembali ke kamar Haris, nampak sekali disana hanya ada kesunyian, Kayla yang kaget dengan reaksi Haris memilih untuk diam dan menunggu mama Syila dan Delina yang mendapatkan keterangan dari dokter.


ceklek...


Semua yang ada dikamar tersebut melihat kedatangan kedua mama, mama Syila melihat ke arah Kayla yang menatapnya penuh harap.Kayla hanya diam saja begitu juga dengan papa Dawson yang masih menunggu kejelasan dari sang istri.


Papa Dawson memilih untuk menemani Haris di ruang rawat daripada ikut mendengarkan keterangan dari dokter. Mama Syila menarik Kayla keluar dari ruangan tersebut.


"Gimana ma?" tanya Kayla dengan cemas..


"Kay...dia tidak lupa sama kamu!! hanya..."


"Hanya apa ma?"


Mama Syila akhirnya menjelaskan semua yang dokter katakan pada nya tadi. seketika Kayla menangis pilu mendengar penjelasan dari mamanya.


"Dia gak lupa sama Kay ma..hiks....hiks....dia gak lupa!!"


ucap Kayla sambil menangis diperlukan sang mama.


"Iya...dia tidak lupa!! hanya saja di tak bisa ingat wajah kamu sayang!!"


"sudah masuk sana! ketemu dia!"


Kayla berjalan sedikit tergesa-gesa, setelah dia masuk ke ruang rawat dia melihat kedua orangtuanya Haris, meminta untuk diberi kesempatan berdua dengan Haris, Jhon dan kedua orang tua Haris akhirnya menuruti keinginan Kayla.


Kayla berjalan menuju ranjang tempat Haris di rawat.


Kayla memandang lekat ke arah Haris, terlihat jelas di wajah Haris, Haris merasa heran mengapa gadis muda ini mendekati dirinya. Kayla masih diam, jarak diantara mereka semakin dekat.

__ADS_1


"Kau siapa? ada perlu apa denganku?"


Kayla hanya diam, suaminya masih sama! masih dingin ketika berbicara, masih tanpa ekspresi diwajahnya..ya masih sama seperti haris 4 bulan yang lalu. walaupun tertidur cukup panjang namun kepribadian yang dia miliki masih sama.


"Jangan terlalu dekat, aku sudah beristri! aku tak ingin menimbulkan salah paham bila tiba-tiba istriku datang!!"


ucap Haris ketika Kayla sudah tepat di hadapannya dan memegang tangannya yang tak tertempel selang infus.Ketika akan melepaskan tangannya dari Kayla, Kayla membuka suaranya.


"Kak Haris!"


Haris mengerutkan keningnya, mencoba mendengarkan kembali kata-kata yang keluar dari gadis muda di depannya. Haris hanya diam, mencoba mengingat siapa gadis muda tersebut namun nihil otaknya tak lagi bisa di ajak untuk berpikir, dia memegang kepalanya terasa pening, melihat Haris yang terlihat pusing Kayla menarik tangan Haris lebih dekat di dadanya.


"Bee...." panggil Kayla.


Haris seketika melihat ke arah Kayla, benar kata dokter bahwa amnesia yang di derita Haris tidak menghilangkan ingatan masa lalu ataupun masa sekarang, wajah Haris berubah sendu.


"Mine!... Kayla!" ucap Haris yang tiba-tiba meneteskan airmata nya.Ya hanya Kayla yang memanggil nya dengan sebutan itu, dia merasa bersalah tak bisa mengenali istrinya sendiri.


"Maafkan aku....maafkan aku!" kata Haris sambil membawa Kayla ke pelukannya, mendekapnya erat menyesali dirinya yang tak bisa mengenali wajah Kayla.


"Maafkan aku.... maafkan aku..!!"


hanya kata-kata itu saja yang keluar dari mulut Haris, sedangkan Kayla hanya bisa menangis saja, dia sangat bersyukur Haris bisa bangun kembali dan tidak melupakan dirinya.


Haris melepaskan pelukannya, mengamati dan meraba wajah mungil istrinya, sambil memejamkan matanya Haris berada setiap jengkal wajah Kayla.


"Ini bukan salah kamu Bee!! jangan merasa bersalah, aku sangat bahagia kamu bisa bangun dan mengenali suaraku... walaupun bukan wajahku, tapi dokter bilang kemungkinan untuk sembuh ada karena dalam kasusmu ini adalah hal yang sangat langka Bee!"


Haris kembali memeluk Kayla sampai dia merasa ada yang berbeda dengan Kayla.


"Kamu gemukan Mine? haiiissshh di saat aku sakit kamu malah makan banyak!!" ucap Haris sambil mengerucutkan bibirnya.


"Dasar bule tengil!!! makan banyak itu karena permintaan anakmu!!"


"Anak? maksud kamu Mine?"


"Aku hamil Bee anak kamu! anak kita"


Haris melihat lekat ke arah Kayla, kemudian dia menangis secara tiba-tiba dan


"Dasar bule tengil!! cengeng!!" ucap Kayla yang kembali kedalam pelukan Haris.


"Aku bahagia Mine!"

__ADS_1


"Makanya cepat sembuh! aku mau ngidam aneh-aneh!!"


"Heleh ngidam kok direncanakan! dasar bocah!"


"pokoknya cepat sembuh! kasian noh kak Ferdi!! gak ikutan bikin! tapi ikutan repot kemauan anak kamu nih!"


"Kayaknya aku harus memeluk Ferdi dengan erat!"


"Iihhh apaan sih!! kamu suka batang ubi??!"


"Apaan itu batang ubi?"


"Sodara kembar si Piton!!" seketika mereka tertawa-tawa, lebih tepatnya Kayla yang tertawa lepas karena Haris hanya bisa tersenyum lebar.


*******


"Jadi kak Haris sudah bangun ma?" suara Naina saat menelepon sang mama.


"Iya Nai, ini mama masih dirumah sakit, lagi makan sama tante Delina.. Kay minta ditinggalkan sendiri"


"Syukurlah ma Nai ikut seneng!"


"Gimana Kaamilah, lagi apa dia?"


"Baru aja tidur ma, abis nyusu!"


Naina yang beberapa waktu lalu melahirkan seorang anak perempuan bernama Kaamilah, Krisna bersyukur karena keadaan bayinya sehat walaupun di masa kehamilan Naina bayinya harus bersanding dengan penyakit mioma yang di derita Naina.


Nama Kaamilah adalah pemberian dari Ferdi.


"Gak!!! pokoknya aku mau namanya Kaamilah!!! aku ikut andil dalam kelahiran nya!!"


Ferdi bersikeras kala itu,mengingat bagaimana drama kelahiran anaknya yang masih menyusahkan Ferdi.akhirnya Krisna membiarkan Ferdi memberi nama anaknya Kaamilah yang artinya kesempurnaan.


"Awwwww sakit Naaaaiiii!!" teriak Ferdi di hari kelahiran keponakan cantiknya Kaamilah.


"Sadar Nai ini aku Ferdi!!! bukan Krisna!!!" teriak Ferdi karena mendapat jambakan pada rambut gondrong nya.karena Naina terus saja memanggil nama Krisna sambil tangannya memegang lengan Ferdi tapi jatuhnya malam mencakar dan meremasnya, jangan lupakan rambut gondrong Ferdi yang sudah acak-acakan seperti orang gila.


"Sakit kak!!!"


"sabar Nai.... sabar!!!" kata Ferdi saat di dalam mobil menuju rumah sakit, sedangkan sang sopir dengan jiwa pembalapnya segera tancap gas menuju rumah sakit, dan bu kasih sedang ada di sampingnya sambil komat-kamit membaca doa. Perkiraan kelahiran Naina maju tidak sesuai jadwalnya, harusnya Naina melahirkan dengan cara Caesar 5hari lagi, namun beberapa jam yang lalu tiba-tiba dia mengalami kontraksi, dan sialnya saat itu Ferdi tengah berada di ruang kerja Krisna karena mengambil berkas-berkas yang tertinggal.Selama perjalanan ke rumah sakit Krisna susah di hubungi karena ternyata ponselnya jatuh dan masuk ke dalam air kala sedang bertemu dengan kliennya di sebuah cafe bertema tepi danau.


Begitulah drama kelahiran anak Krisna dan Naina yang pada akhirnya tetap harus melahirkan secara Caesar.dari awal ngidam sampai akhir kehamilan pun anak Naina masih membutuhkan Ferdi.

__ADS_1


"The best uncle" pantas disematkan untuk si Ferdi.


bersambung...


__ADS_2