
"Makasih pa, masakannya enak banget!" kata Krisna setelah acara makan malam bersama di rumah Kenan.
"Hemmmm! tinggalkan Kamilaa di sini! papa masih ingin bermain dengan dia!"
"Iya pa.... Mila tidur sama Opa ya malam ini?" ucap Krisna
"Siap ayah?!" kata Mila dan di jawab senyuman oleh Krisna lagi.
Setelah itu Krisna dan Naina pamit pulang, Kamilaa langsung ke kamar sang opa di ikuti mama Syila. Raisya membuntuti suaminya naik ke dalam kamarnya.
setelah Ferdi masuk ke kamarnya dengan sigap Raisya mengunci kamarnya.
ceklek... ceklek...
Raisya melepaskan bajunya di belakang Ferdi yang sudah melepaskan bajunya juga namun hendak berganti piyama tidurnya, berbeda dengan Raisya yang ternyata sudah memakai lingerie nya di balik dress yang di pakainya tadi.
Belum juga Ferdi memakai piyamanya Raisya sudah memanggil nya dengan manja.
"Abaaang....!" panggil Raisya, dan seketika Ferdi berbalik badan, melihat pemandangan yang baru pertama kali istrinya memakai lingerie membuat Ferdi menelan saliva nya dengan pelan.
"Gak pengen main sepak bola lagi?...kayak nya Raisya pengen deh!" ucap Raisya dengan gaya menggoda dan di akhiri desahan kecil di akhir kalimat nya.
"Jangan menggodaku Bocil!!" sentak Ferdi menyembunyikan kegugupan nya.
"Kenapa? Raisya kan cuma pengen bang!" kata Raisya lagi sambil melepas pita lingerie bagian depannya.
jiwa gesreknya seperti keluar malam ini.
"Tidurlah!! kau bilang besok ada kuliah pagi!! kau tau Sya! sekali mengoda ku kau tak akan pernah bisa lepas!!"
__ADS_1
ancam Ferdi, karena besok pagi Ferdi juga ada meeting dan dia tak ingin terlambat kalo malam ini bermain-main dengan Raisya sudah bisa di pastikan dia tak akan tidur sampai pagi.Raisya naik ke ranjang dan mengambil ponsel miliknya, Ferdi merasa lega karena Raisya menurut i apa mau Ferdi, Ferdi akhirnya memakai baju piyamanya, walaupun tak di pungkiri si "dedek gemes" nya sudah minta di lepas dari boxer yang di pakainya saat ini.
tiba-tiba....Suara desahan seorang Lelaki dan perempuan dari ponsel Raisya terdengar begitu nyaring dan saling bersaut-sautan, video yang biasa di sebut banyak orang pemersatu bangsa itu sedang di nikmati Raisya dengan tenangnya, Ferdi seketika melihat ke arah istrinya yang menonton video laknat tersebut.
Beberapa kali Ferdi melihat Raisya sedang mengigit bibirnya sendiri, Raisya memang sengaja melakukan itu untuk memancing lelakinya itu.
"Oh shit!!! kau benar-benar menantang ku Bocil!!!"
Teriak Ferdi sambil melepaskan lagi piyama nya dan membuang nya entah kemana.
Ferdi menerkam Raisya yang sudah berada di atas ranjang nya, tanpa aba-aba Ferdi menyerang leher Raisya, bagian paling favorit di tubuh Raisya bagi Ferdi. Ferdi melakukan gigitan dan hisaaapan di sana, dan jangan tanyakan bagaimana wajah Raisya sekarang, seringai licik terpampang jelas di bibirnya.
'Mana tahan kamu bang dengan tubuh aku! hihihi hihihi... Kay aku pastikan!! aku menang dalam taruhan kali ini!' batin Raisya penuh kemenangan.Dia bertaruh dengan Kayla siapa yang akan hamil duluan di antara mereka, dan Kay mengajari Raisya bagaimana cara menggoda suaminya.
Ferdi terus menyerang sang istri, desahan-desahan Raisya membuat Ferdi menggila. karena tak sabar lingerie yang di pakai Raisya sudah robek tak berbentuk. kini bukan hanya leher Raisya yang jadi sasaran Ferdi, namun seluruh tubuh Raisya di absen oleh mulut dan lidah Ferdi.
namun Ferdi tak peduli dia dengan cepat membuka lebar paha sang isteri dan bermain-main lidah di sana.
Ferdi selalu tak bisa di kalahkan bila sudah berada di atas ring empuk nya, rasanya Raisya sedikit menyesal karena mengoda Ferdi saat ini! Hasutan dari Kayla yang membuat dia membeli lingerie warna hitam yang terlihat kontras dengan warna kulit putih mulusnya. Kini tubuh Raisya penuh dengan tanda kissmark di mana-mana.
Ferdi mempraktekkan ddoogi steeelye, posisi favoritnya, dia merasa dengan posisi ini.... pusaka miliknya bisa masuk ke sarangnya dengan sempurna.
Desahan-desahan Raisya semakin mengema di kamarnya.
"Abang!! sudah be-belum!! a-aku sudah capek!!" ucap Raisya terbata-bata di sela-sela hentakan-hentakan Ferdi.
"kau yang menantang ku sayang!!! jadi bertahan lah!!"
Ini sudah ke tiga kalinya Ferdi belum mau melepaskan Raisya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 2 malam lewat. Malam panjang benar-benar membuat Raisya kewalahan menghadapi sang suami,entah berapa kali Raisya mendapatkan pelepasan nya sampai benar-benar lemas. hingga akhirnya Ferdi sampai ke puncak kenikmatan nya di ronde ke 3 ini.
__ADS_1
"Masih mau menantang ku sayang? hemmm?" bisik Ferdi di telinga Raisya.
"Kapok bang!! gak lagi-lagi!" ucap Raisya sambil geleng-geleng kepalanya sambil mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal. sepuluh menit kemudian ketika rasa kantuk Raisya datang, Ferdi kembali beraksi.
"Abang!! berhenti!! ampuunn!!!" teriak Raisya ketika Ferdi kembali menindih nya.
"No Honey!!! aku tak mau seperti minum obat! hanya 3X!! aku mau lebih!! dan kau! harus bertahan!" seringai lirik terpampang di bibir suaminya.
"Abang!!! ampuunn!! gak lagi-lagi menggoda Abang!! janjiiii hpffffmmmmm" belum juga Teriak an Raisya berlanjut, Ferdi sudah meluuumat bibir Raisya dan kembali melancarkan aksinya....dan pertarungan mereka berlanjut.
*********
"Ini semua gara-gara abang!!! hari ini aku ketemu dosen killer itu bang!!! ooh bagaimana nasib skripsi ku!"
pekik Raisya sambil menuruni tangga sedikit berlari ke bawah, begitu pula dengan Ferdi yang baru saja memasukkan kemejanya ke dalam celananya sambil berjalan cepat ke bawah, mereka berdua nampak berantakan. Raisya yang sedang berjalan sambil menyisir rambutnya yang terlihat Setengah basah, sedangkan Ferdi terlihat merapikan kemejanya ke dalam celananya dan memasang sabuk nya sambil berjalan menuruni anak tangga, mama dan papanya yang melihat mereka hanya bisa terbengong dengan tingkah pasutri baru tersebut.
Melihat penampilan mereka papa Kenan dan mama Syila tau betul dengan apa yang semalam mereka lakukan! Ferdi sudah menyambar sandwich di meja begitu juga Raisya yang sudah memasukkan nya ke dalam mulut dan hendak pergi dari sana, mereka sungguh sudah sangat terlambat, Ferdi ada jadwal meeting pagi dan Raisya harus sidang skripsi dengan dosen killer di kampus nya. melihat penampilan sang anak jiwa usil papa Kenan keluar.
"Berapa ronde Fer?" goda papa Kenan
"Empat pa!" jawab Ferdi tanpa sadar sambil meminum susu di depannya yang selalu di siapkan mamanya.
"Baru juga empat sudah berantakan gini!! papa dong enam ronde nyantai-nyantai aja!"
pffffyuuuf Ferdi menyemburkan susunya dan...
"Ferdiiiiiii!!!!!" Teriak sang papa karena wajahnya penuh susu semburan dari mulut Ferdi.
bersambung
__ADS_1