
"Apa yang kamu lakukan Raisya??!!! Turun dari pangkuanku!!" ucap Ferdi.
"Tidak mau!!" peluk Raisya posesif.
Ferdi langsung berdiri sambil memeluk Raisya agar tak jatuh, kemudian meletakkannya di tanah.
"Apa yang kamu lakukan Sya??" tanya Ferdi sedikit salah tingkah.
"Aku sudah bilang David kalo aku tidak bisa meneruskan perjodohan itu! dan dia setuju sekarang dia sudah keluar negri!! jangan melarangku untuk benar-benar berjuang meluluhkan hati kamu!! pokoknya jangan coba-coba melarangku!!"
"Sya.... aku..."
"Aku tau!! aku akan membuat kamu nyaman!! aku bersedia melakukan apa saja! apapun! asal jangan menjauhiku! jangan melarangku datang dan mendekati kamu kak!!
Ferdi hanya melihat wajah Raisya tanpa berniat menjawab kata-kata Raisya.
Raisya memeluk Ferdi dengan erat.
"Terima aku kak! hemmm....kali ini aku akan jadi kucing manis di dekatmu! aku akan menjelaskan semuanya pada papi!"
"Kau ingin papimu mencekikku? setelah aku menjadi perantara perjodohan mu sekarang aku yang harus merebutmu dari lelaki yang akan di jodohkan denganmu? yang benar saja Sya!!"
"Kau tau kan kak!! aku ini satu-satunya pembangkang di keluarga Hardiansyah! aku pasti bisa melewati dan menangani semuanya!!"
"Sudahlah ayo masuk!!"
"Jadi aku diberi kesempatan?"
"Jangan mimpi!!! ayo masuk!!"
namun Raisya merasa kata-kata Ferdi yang terakhir tidak sepenuhnya berasal dari hatinya, dia yakin kali ini Ferdi mau didekati olehnya.
Di dalam pesta sudah mulai terlihat agak sepi tinggal beberapa orang saja yang belum berpamitan, Ferdi yang sudah menjabat sebagai Ceo baru di perusahaan Kenan ikut menyapa kolega papanya tersebut.
"Tuan Kenan! anak lelaki anda sungguh sangat tampan dan dia orang yang luar biasa hahahahhaa!"
puji tuan Malik saat berkumpul disana bersama Kenan, Kenzo Ferdi dan beberapa kolega bisnis mereka.
"Anda bisa saja tuan Malik! saya sudah terlalu tua untuk bisa menjalankan perusahaan,giliran yang muda yang harus maju!"
"Bagaimana kalo saya kenalkan dengan putri saya....dia sedang ada di luar negri sekarang tapi sebentar lagi dia wisuda"
"Terimakasih pak, senang bisa berteman dengan putri bapak!" saut Ferdi.
"Oh ya tuan Kenzo, bukannya anda juga punya seorang putri?"
"Benar tuan Malik putri saya masih kuliah!"
"Waahhh hahahahhahaa seperti kita bisa berbesan juga, keponakan yang saya asuh juga masih sendiri tuan Kenzo!"
__ADS_1
"Terimakasih tuan Malik, tapi anak saya tipe seorang pembangkang butuh pawang yang tangguh untuk menjinakkannya!"
Hahahahhahaha.....mereka semua tertawa dan meneruskan perbincangan mereka, Namun tuan Malik tiba-tiba melihat seseorang..
"Mr. Dawson?"
semuanya menatap pada orang yang di panggil tuan Malik. dan mata mereka mengarah pada sosok Haris.
"Anda mengenalnya Tuan?" tanya Kenan.
"Dia pasien adik saya!"
Semuanya kaget! termasuk Ferdi yang merasa apa yang disembunyikan olehnya selama ini akan terbongkar saat ini juga, dia tak tau kalo dokter Agatha adalah adik tuan Malik,kolega bisnis sang papa.
Deg....
Kenzo dan Kenan bersamaan memandang ke arah Ferdi, karena kaget Ferdi menjadi salah tingkah sendiri. Akhirnya dengan berbagai cara Kenan berhasil membuat tuan Malik undur diri tanpa terlihat mereka sengaja mengusir nya.
bersamaan dengan itu, Kenzo mendapatkan laporan lewat ponselnya.
"Ikuti papa fer!!" ucap Kenan tegas.
"Ini kunci kamarnya, aku menyusul setelah ini!" kata Kenzo.
Ferdi yang pasrah akhirnya mengikuti kemana sang papa pergi. sesampainya disana Kenan duduk di sofa yang ada di dalam kamar tersebut.
"Jelaskan!!papa tau kamu tau sesuatu!!" ucap Kenan.
"Tentang amnesia nya? bukannya dokter mengatakan itu tidak berbahaya walaupun dia tidak bisa sembuh total!"
"Bukan pa! papa harus tau,aku menerima posisi Ceo ini bukan hanya karena aku tidak ingin papa kelelahan tapi juga karena kak Haris pa!"
"papa tidak paham, jelaskan!"
sebelum Ferdi menjelaskan semuanya, Kenzo ikut masuk ke dalam, Kenzo adalah orang yang harus tau semua masalah Kenan, karena tanpa oranglain katakanpun Kenzo akan tau sendiri dari Kenan.
Akhirnya ferdi menjelaskan semuanya pada Kenan dan Kenzo, bagaimana asal mula dia tau tentang penyakitnya Haris, penyakit yang ada karena cidera yang dialami Haris saat dua kali mengalami kecelakaan fatal di tempat yang sama,dan bagaimana dia mencoba untuk menyembuhkan Haris namun masih di tolak Haris dengan alasan dia tak ingin jauh dari Kayla dan anak-anaknya. kalo Haris berobat sesuai saran Ferdi maka secara otomatis Kayla harus tau saat Haris berpamitan nanti dan itu juga jadi pertimbangan Haris, dia tak ingin Kayla sedih.
"Tapi tak seharusnya kamu sembunyikan semuanya dari papa Fer!!"
"Aku hanya tak ingin papa cemas! darah tinggi papa bisa kambuh kapan saja pa!"
"Lalu apa yang akan kamu lakukan Fer?" kali ini Kenzo yang tanya.
"Tadi dia pingsan lagi Om, dan aku sudah memaksa dia untuk berangkat,aku rasa kali ini dia akan melakukan perintah ku Om!!"
"Bagus Fer!! papa harap dia mau berangkat!"
"papa keluar dulu!" lanjutnya.
__ADS_1
"Iya pa..."
Tinggal lah Kenzo dan Ferdi sekarang.
"Om, aku juga mau pulang dulu! permisi Om!"
"tunggu Fer!" cegah Kenzo yang terlihat ke sifat aslinya menurut Ferdi..garang!!!.
"Iya Om?" Ferdi merasakan hawa dingin yang tak biasa, aura dari Kenzo rasanya yang dirasakan oleh Ferdi.
"Antar Raisya pulang!!" perintah Kenzo sambil berdiri dan hendak keluar dari kamar tersebut, namun sebelum keluar dia berhenti dan tanpa menoleh dia mengeluarkan suaranya lagi.
"Lain kali cari tempat yang lebih pantas!! jangan mesum di taman hotel!!"
ucap Kenzo dan brakkk!! suara pintu di tutup keras.
Ferdi hanya melongo mendengar apa yang dikatakan Kenzo, bisa dipastikan kalo Kenzo mendapatkan laporan dari orang suruhannya dan tau kejadian di taman hotel ketika Raisya menciumnya disana.
"Ohh Tuhan!! seram sekali...!! Dasar Om garang!! yang mesum anaknya kenapa aku yang disalahkan!!" gerutu Ferdi kemudian berlalu dari situ mencari Raisya sesuai perintah Kenzo.
******
"Nai.... sudah tidur adek?"
"udah.. kecapekan kali ya yank!"
"hemmm....aku juga kecapekan deh yank!"
"Oya....he'eh....mau pijitin aku gak?"
"bentar aku taruh adek dulu di box nya!"
Krisna berbaring terlentang di atas ranjang, kemudian Naina datang dan memijit kakinya.
"Yang ini capek ya?" tanya Naina sambil memijit betis Krisna.
"Naik lagi yank!" perintah Krisna.
"Yang ini?" Naina sambil memijit lutut dan bagian paha Krisna.
"Naik lagi yank!" Krisna lagi.
"Yang mana sih? ini ya?" Naina sudah memijit paha Krisna, sudah sebagian dia pijit.
"Naik lagi yank!"
Mendengar permintaan Krisna, Naina seketika melihat sang suami dan benar saja Krisna menatapnya penuh arti.
"Dasar mesum!!!" pekik Naina sambil melepaskan pijitannya namun Krisna malam menarik Naina, dan pertempuran serta acara pijit memijit sebenarnya baru aja akan di mulai.
__ADS_1
bersambung