Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Hancurnya hati Raisya


__ADS_3

"Diam kamu Sya!! kamu gak berhak berkata apapun tentang dia!! dan kamu bukan siapa-siapa aku!! jadi stop! kamu ngurusin semua urusan hidup aku!!" bentak Ferdi.


Deg.....


Raisya terdiam, seperti biasa dia mengigit ujung bibir bawahnya berusaha untuk tak menangis di hadapan Ferdi. Benar kata Ferdi ,siapa dia? dia bukan siapa-siapa! dia hanya seorang gadis yang mati-matian mengejar cinta Ferdi! hak Ferdi dong kalo mau menolak cinta Raisya, begitulah pikir Raisya. tanpa sadar Raisya mengigit bibirnya yang semakin bergetar dengan lebih kuat.


tes...tes... darah segar keluar dari ujung bibirnya.


"Sya...." ucap Ferdi lirih melihat darah yang keluar dari sana, Ferdi mencoba menyentuh bibir Raisya namun seketika terhenti karena Raisya mundur selangkah.


sambil menghapus darahnya Raisya berbicara tanpa melihat ke arah Kayla dan mama Syila, dia terus memandangi Ferdi dan kemudian tersenyum.


"Aku pulang dulu Kay, tante....aku lupa hari ini ada janji sama papi!"


"Benar kak! aku bukan siapa-siapa kakak!! maaf karena sudah menganggu kakak! maaf karena sudah menyusahkan kakak! maaf karena membuat kakak tidak nyaman selama ini! Raisya janji ini terakhir kali Raisya ganggu kakak!! Raisya akan membuat kakak nyaman kembali! sekali lagi maafin Raisya kak!...dan terima kasih atas waktu yang sudah kakak berikan pada Raisya!"


Raisya berlalu begitu saja, seketika tangisannya tumpah saat sudah keluar dari rumah Kenan. sakit!! sakit sekali rasanya, tapi kali ini Raisya benar-benar akan berhenti karena Raisya merasa Ferdi sudah menemukan orang yang tepat untuknya, dan itu adalah janji Raisya, Raisya akan berhenti menganggu Ferdi bila Ferdi belum bisa menerimanya atau sudah ada seseorang yang di cintainya, dan mungkin inilah saatnya,datangnya seorang wanita yang terlihat sangat ramah dan baik mampu membuat Raisya berhenti berjuang.


"Kak Ferdi!!!! kakak benar-benar ya!!"


pekik Kayla kemudian berlalu membawa Rio masuk ke dalam kamarnya, namun Kayla pun tak bisa menyalahkan Ferdi, cinta tak pernah bisa di paksakan.


"Ma....!" kata Ferdi.


"Sudah sana ke ruang kerja kamu! sekertaris kamu sudah menunggu! kasihan dia menunggu lama!"


"Maaf ma.... membuat semuanya tidak nyaman!"

__ADS_1


"Tidak apa-apa sudah sana!"


Ferdi berlalu dari sana,mama Syila hanya menatap punggung lelaki yang beberapa tahun ini baru saja menjadi anaknya, namun sayangnya mama Syila pada Ferdi sama besarnya sama seperti Naina dan Kayla, mama Syila tak peduli dengan siapa Ferdi bersanding asalka Ferdi bahagia itu sudah cukup bagi perempuan paru baya ini.


Setelah urusannya selesai Adel pergi, ketika Ferdi hendak mengantar Adel pulang Amar yang datang mengambil pesenan mama Syila menawarkan diri mengantar Adel, dan Adel mengiyakan tawaran dari Amar.


Setelah kepergian Adel dan Amar, Ferdi kembali ke kamarnya dan beristirahat melepaskan lelah hati dan lelah badannya, namun tiba-tiba saja ponselnya berbunyi.


"halooo bagaimana kak?"


"Aku sudah bertemu dengan dokter Albert dan di siani juga sudah ada tante Delina, kemungkinan dua hari lagi aku pulang! aku sedang mencarikan rumah untuk Haris,dokter bilang lebih baik di pinggir kota dengan udara yang sejuk!"


"Iya kak! urusan perusahaan beres! jangan khawatir!"


"Bagaimana dengan Naina? aku belum berani menghubungi dia! aku takut rindu!"


"Sudahlah tolong jaga anak dan istriku!!"


"Iya..iya kak! aku yakin kali Kamilaa lebih milih aku jadi papanya daripada kakak!!"


"Diam kamu!!"


"iya..iya kak!! udah ah disini dah malam, aku mau bobok cantik!!"


tut......


********

__ADS_1


"Sya? kok baru datang?" tanya mama Nayla.


"Iya tadi abis ketemu papi, aku ke toko buku dulu ma! beli novel!"


"Raisya masuk dulu ya udah ngantuk!"


"iya sayang!"


Raisya masuk kedalam kamar dan segera mengunci pintu serta mematikan lampu kamarnya.


Raisya masuk ke dalam kamar mandi dan disanalah dia menangis sesenggukan meratapi kisah cintanya yang sudah hancur, kali ini benar-benar hancur. setelah puas mencurahkan segala rasa sakitnya dia segera mengganti baju nya dengan piyama tidur dan naik ke ranjang nya.di atas ranjang dia melihat bantal miliknya yang bergambar Ferdi yang sedang tersenyum manis. Tiba-tiba saja Raisya merasa benci juga rindu Ferdi secara bersamaan.


"Ferdi brengsek!!!! aku benci sama kamu!!"


"Kamu pikir lelaki di dunia ini hanya kamu doang!! gak akan pernah aku biarin kamu masuk lagi ke hati aku!!"


"Aku akan ngeluarin kamu dari hati aku!!! lelaki gak ada akhlak!! lelaki b*ajiiingaan!!!,aku benci kamu sampai ke tulang-tulang!!"


teriak Raisya sambil memukuli guling putih bentuk manusia yang bergambar foto Ferdi itu. Seperti meluapkan seluruh rasa kecewa dan marahnya pada Ferdi, Raisya menindih, membanting dan mencekik guling itu bagai seorang pemain smackdown profesional. Raisya terus saja mengumpat dan memaki Ferdi di atas ranjangnya bersama gulingnya tersebut, untung saja kamarnya kedap suara jadi walaupun Raisya berteriak-teriak sekalipun orang-orang diluar kamarnya tak akan terganggu, diluar kamar Raisya tak berani menampakan wakah


"Ferdiiiiiiiiiii sialaaaaannnn!" teriak Raisya sambil melempar guling itu.


ngiiiiing........suara telinga Ferdi


"Kenapa tiba-tiba telinga ku mendengung!". ucap Ferdi lirih sambil menggosok-gosok telinganya beberapa kali.


Kemudian dia memutuskan untuk melanjutkan tidurnya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2