Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Kemalangan keluarga Kenan


__ADS_3

"A-apa??? kecelakaan???? di rumah sakit mana??...dimana menantuku di bawa???!"


teriak mama Syila membuat semua orang yang ada di ruang sebelah berhamburan menuju ke arah mama Syila.


"Ma....siapa ma?" tanya Naina dengan cemas, sambil memegang perutnya.


"Kita ke rumah sakit sekarang ya!"


Mama Syila masih shock, hingga beberapa anggota keluarga yang bertanya tidak juga mendapat jawaban dari mama Syila, akhirnya mereka pasrah dan diam saja, toh sesampainya di rumah sakit dia akan tau siapa yang mendapat kecelakaan.


Sesampainya di parkiran rumah sakit, mereka semuanya bergegas masuk ke rumah sakit.


Dari kejauhan nampak Ferdi sedang duduk di ruang ICU dengan balutan perban di tangannya, serta celana panjangnya yang robek di bagian bawah.


"Ferrrrr......ya ampun anak mama..... bagaimana bisa... bagaimana bisa seperti ini!!??"


tanya mama Syila sambil berulang kali memeluk Ferdi.


Naina mencari keberadaan Krisna, dia tak melihat Krisna bersama Ferdi, kemudian dia melihat disamping nya adalah ruang ICU.


"Fer ....kak Kris mana??" tanya Naina yang berdiri di samping sang mama dengan memengang perut buncitnya.


"Iya....fer....mana Krisna!"


"Kak Kris......" belum juga Ferdi menjawab, Kayla Bu kasih dan pak Rahmat datang, mereka memakai mobil satunya.


"Kak fer!!! bagaimana bisa seperti ini?"


"Mana Krisna fer??" tanya Bu kasih


"Dimana suamiku fer!! dimana dia???"


pekik Naina dan tiba-tiba dia memegang perutnya kesakitan.


"Nai!!".... mereka hampir serempak memangil nama Naina yang sedang menahan nyeri di perut nya..


"Sayang!!!......" panggil Krisna sambil berlari ke arah Naina.


"Krisna!!..... kamu gak papa?". tanya papa Kenan.


"Kris gak papa pa....sayang....kenapa?? apa sakit lagi??"


tanya Krisna cemas dengan keadaan sang istri.


"Kamu.... kepalamu kenapa?" Naina malah tanya balik melihat luka di kening Krisna yang sudah di balut.


"Aku tidak apa!"


Mereka semua merasa lega, karena Krisna dan Ferdi hanya mengalami kecelakaan ringan saja, namun tiba-tiba...


"Kay?" panggil Ferdi.


"Ya ada apa kak?"


"Haris....."


"Oohh kak Haris masih di jalan tadi, aku lupa gak bawa HP aku, pinjem HP nya kak, takutnya kak Haris sampai rumah kak Kris eh kitanya malah gak ada disana!"

__ADS_1


Tiba-tiba Ferdi dan Krisna saling berpandangan, mereka semua tak menyadari bahwa di ujung lorong ruang ICU itu adalah ruang operasi.


Ferdi memeluk adik manjanya tersebut.


"Kenapa sih? jangan manja deh! yang sakit cuma tangannya doang!!"


"Sabar ya Kay....!"


"Maksud kakak?"


semuanya juga binggung dengan apa yang di ucapkan Ferdi, mereka saling pandang.


"Kami mengalami tabrakan beruntun di jalanan dekat komplek rumah kak Kris...dan....."


"Dan apa kak??"


"Haris salah satu korban yang mengalami luka cukup parah!"


"hehehehheehhe kakak jangan bercanda ah!! gak lucu!!"


"Kay..... aku sama kak Kris lagi nungguin kak Haris disini, dia lagi di ruang operasi!"


Semuanya kaget dan seakan tak percaya, Kay melepaskan pelukan dari Ferdi, namun Ferdi berusaha untuk meraihnya kembali.


"Kay...... Kay...dengarkan kakak!!"


"Gak....gak...gak kak, tadi baru aja Kay telpon kak Haris dia baik-baik saja Kay yakin dia baik-baik saja!!"


teriak Kayla.


"Sabar Kay...kamu harus kuat !! semuanya demi Haris!! kamu gak bisa seperti ini!!"


"Kay......." panggil mama Syila yang sudah berada di dekapan sang suami.


"Yang telpon ke HP mama tadi no. HP Haris Kay! mama rasa ini benar nak..hiks...hikss..!"


"Gak....gak mau!! Kay gak mau dia kenapa-kenapa..gak... Kay gak mau!!"


brugh....


"Kay!!!"


Semua begitu kalut melihat Kayla pingsan, Krisna langsung membopong adik iparnya itu ke ruangan dokter karena Ferdi tidak bisa membopong Kayla dalan keadaan tangan yang cidera. bersamaan dengan pintu ruang operasi terbuka.


"bagaimana dok?" tanya Kenan.


"Semua berjalan lancar, namun apa saja bisa terjadi karena pasien belum melewati masa kritis, berdoalah tuan!"


"Terimakasih dok!"


"kami akan memindahkan pasien ke ruang ICU! dan mari ikut ke ruangan saya pak!"


########


"Bagaimana ceritanya Fer? Kris?" tanya mama Syila yang sekarang sedang berada di ruang rawat karena Kayla pingsan.


"Ada bis yang kehilangan kendali ma, mereka bilang tadi rem nya blong, mengemudi dengan kecepatan tinggi hingga menyebabkan kecelakaan, apalagi pas kecelakaan berada di perempatan jalan.

__ADS_1


aku tak tau bagaimana kak Haris bisa berada di bagian paling depan, mobil nya ringsek...namun aku dan kak Kris baru menyadari nya ketika kami di bawa ke rumah sakit, kak Kris yang tau lebih dulu kalo kak Haris menjadi korban kecelakaan bersama kami juga!"


"Kasihan Kayla!... Kris kamu sudah hubungi tante Delina?"


"Sudah ma..."


Di ruang dokter


"Bagaimana menantu saya dok?"


"sepertinya benturan di kepalanya sangat keras? apa pasien pernah mengalami kecelakaan sebelumnya?"


"Saya kurang tau dok"


"Karena saya juga menemukan bekas pengobatan pada diri pasien! kami sudah melakukan upaya sebisa mungkin, setelah hasil tes dan CT scan keluar kami akan memberitahukan pada keluarga pasien!"


"Terimakasih dok! saya permisi dulu!"


Kenan keluar dari ruangan dokter dan mencari ruang rawat di mana Kayla di rawat karena pingsan.


"Bee!!!.....mana dia ma...mana dia??" teriak Kayla tiba-tiba ketika terbangun dari pingsannya.


"Kay......tenang sayang.....tenang!!"


"Ma.....kakak Haris mana ma ... Kay mau kak Haris maaa hiks.....hikss..... Kay mau kak Haris!!!"


bentak Kayla tanpa sadar. yang ada di benaknya sekarang adalah keselamatan Haris, dia harus mengetahui keberadaan dan keselamatan suaminya.


"Kay .....sabar sayang.....pulihkan dulu kesehatan kamu, kita nunggu papa ya..dia lagi bicara sama dokter!!"


"Nggak!!! Kay mau lihat kak Haris.....minggir!!" hardik Kayla menyingkirkan tangan sang mama yang terus memegangi dirinya.


"Kay.....tenang dulu dong!! jaga diri kamu juga!"


kali ini Ferdi yang bicara dia tak tega melihat mama Syila yang di bentak oleh Kayla.


"Nggak!!! Kay mau kak Haris!!! hiks....hiks..... minggir!!"


Kayla mulai berontak,Ferdi tak bisa menahan nya karena tangannya cidera akhirnya Krisna yang memegangi Kayla agar dia tidak berontak, semua mencoba menenangkan Kayla, Namun Kayla yang kalut seakan tak bisa ditenangkan, dia terus berusaha meronta dari cengkeraman tangan Krisna.


"Kay mau kak Haris!!! Kay mau kak Haris!!!"


teriak Kayla, terlintas di matanya wajah tenang Haris yang lebih sering tersenyum tipis padanya akhir-akhir ini.mengingat betapa dinginnya sang suami namun hangat di dalamnya.


Pada akhirnya Kayla hanya bisa menangis sesenggukan memikirkan nasib suaminya.


"Kay....tenang sayang...." ucap mama Syila sambil mengelus rambut Kayla.


"tenang ya....kita berdoa yang terbaik buat Haris,...ingat Kay....disini....ada calon anak kalian yang harus kamu jaga juga!"


lanjut mama Syila sambil beralih mengelus perut Kayla, karena pingsan tadi dari dokter akhirnya mama Syila tau bahwa Kayla hamil dan perkiraan hamilnya masih sangat muda serta rentan.


Kayla melihat ke perutnya yang sedang di elus mama Syila, bukannya berhenti menangis Kayla semakin menjadi-jadi.


"Maa....kak Haris gak boleh kenapa-kenapa!! dia harus tanggung jawab!!! dia gak boleh kenapa-kenapa!!!hiks....hiks... bagaimana Kay sama anak Kay tanpa dia ma.... Kay gak mau....hiks...hiks..."


kesadaran Kay melemah, pada akhirnya dia pingsan kembali.Sedangkan Haris masih setia dalam tidurnya.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2