
kenan memang manja, diantara ketiga anaknya kenanlah yang paling ceria dan juga manja pada mamanya.tapi kali ini erlita tau pasti ada sesuatu yang membuat kenan seperti ini.
"lepaskan dulu kenan....apa yang lain dirumah juga?" tanya erlita.
Saat itulah aryo datang,kenan menatap datar pada sang papa.
"papa kok sudah pulang?" tanya erlita.aryo hanya mengangguk sambil tersenyum.
"lepaskan mamamu ken!kamu sudah bertemu enzo?" tanya aryo memastikan kalo kenzo sudah bercerita kepada kenan.kenan yang masih memeluk erat erlita hanya mengangguk menjawab pertanyaan aryo dan secara otomatis membuat aryo tau sebab kenan begitu terlihat protektif pada mamanya.
aryo menghembuskan nafas kasarnya.
"ma....minta anak-anak berkumpul di ruang kerjaku.. sekalian kamu juga ikut".
"siang mas" richo yang memang ada dirumah itu tiba-tiba menyapa aryo sambil mengambil minum didalam kulkas dan meneguknya.
"kamu juga ikut". aryo berlalu masuk ke dalam ruang kerjanya.
"ikut kemana kak? " tanya richo pada erlita.
"ke ruang kerja masmu"
"emang ada apa?ada masalah?"
"kakak juga gak tau"
kenan yang sudah melepaskan pelukannya dari mamanya hanya memperhatikan interaksi keduanya.terlihat jelas richo juga manja pada mamanya.
" kak...... Nadin nyidamnya aneh-aneh!" richo sambil memanyunkan bibirnya.erlita otomatis mencapit bibir adiknya itu sambil berkata
" kalo gak mau nadin nyidam makanya jangan di hamilin lagi,kamu itu udah mau punya ada 2 masih aja manja"
"kak.....ayo doongg...bikinin kue brownies permintaan nadin" rengek richo pada erlita.
"iya...iya nanti kakak bikinin" ucap erlita kesel dengan sikap manja richo yang meminta dia memenuhi acara nyidam adik iparnya itu.
"makasih kak....kakak yang terbaik! ya gak ken?" ucap richo sambil memeluk erlita.
__ADS_1
"ya om....tapi jangan peluk2 mama aku" jawab kenan sambil menarik Erli dari pelukan richo.
" pelit amat sih!! dia itu kakak om ken...om juga berhak!"
"udah-udah....ken panggil kakakmu dan juga enzo" perintah erlita.
Di ruang kerjanya,aryo sedang memandang foto gadis manisnya,siapa lagi kalo bukan foto naina.
"heeh....maaf nai, mungkin ini sudah takdirnya kalo anak-anak tau tentang kamu,aku sudah tak bisa lagi menyimpan semuanya".
"pa.....ini mama bikinin teh jahe" ujar erlita yang masuk sambil membawa beberapa minuman dan camilan.
aryo memandangi istrinya, perlahan dia menarik tangan erlita sampai berdiri disampingnya.aryo memeluk pinggang sang istri.menenggelamkan wajahnya di perut sang istri.
"ada apa? kenapa ngumpulin anak-anak di sini?"
"enzo tau tentang naina kita er"
"aa..apa??" betapa kagetnya erlita.tubuhnya langsung lunglai terduduk di sofa,ada perasaan takut dan lega datang sekaligus.
lega karna pada akhirnya dia bisa memperkenalkan naina pada anak-anak nya,takut karena dia takut mereka tak dapat menerima dia sebagai mamanya karna tak pernah melahirkan mereka.
"ya ma.... tenanglah semua akan baik-baik saja"..ucap aryo sambil memeluk bahu erlita dan berusaha menenangkannya.
kreet.....
pintu terbuka, di sana muncul anak-anak dan juga richo.
richo yang tahu akan semuanya hanya santai saja dan langsung masuk ke ruangan itu.
dia lebih memilih mendudukkan diri di sofa singel di depan erlita.
"mama....!!!" namira berhamburan ke pelukan sang mama,disusul oleh kenan yang juga memeluk mamanya,namira yang bengkak matanya membuat erlita sadar bahwa namira sudah tau semuanya.begitu juga dengan kenan.
"hiks....hiks....mira sayang mama sayang banget ma..."
"mama juga sayang kalian...kalian anak-anak mama yang sangat mama sayangi"
__ADS_1
"enzo? kamu gak ingin peluk mama sayang?"
"ma...enzo sudah besar,masak mau dipeluk-peluk terus!" begitulah kenzo yang memang tak mau bermanja-manja ria,namun untuk soal kasih sayang kenzo memang tak pernah mengatakan langsung,dia lebih suka membuktikan dengan tindakan.
"baiklah.... baiklah...kali ini mama boleh meluk enzo" ucapnya kemudian.
Mereka berpelukan satu sama lain,richo yang mulai paham akan situasi itu mencoba melirik aryo,dan seketika aryo membalikkan bingkai foto menunjukkan pada richo seolah berkata ' mereka tau tentang naina'.
"ma.......namira sayang mama..hiks....hiks...."
"sudah jangan cengeng"
mereka melepaskan pelukannya, erlita sangat bahagia walaupun mereka sudah tau kenyataan yang sebenarnya tapi tak menyurutkan kasih sayang mereka pada sang mama.apalagi si bungsu kenan yang sedari tadi hanya menempel pada mamanya seakan tak mau lepas.
"om bener-bener hebat juga berakting!" celetuk kenzo.
"apa?? om tak pernah berbohong padamu kan?"
"tapi om gak pernah cerita sama aku, padahal aku selalu saja terbuka sama om!"
kenzo dan richo memang sangat dekat,kalo kenan sangat dekat dengan uncle daniel maka kenzo lebih menempel pada papa dan om nya.
"kamu gak nanya kok!"
"sudah-sudah! sekarang semua sudah tahu kan? kita akan merayakan ulangtahun bunda kalian mulai saat ini"ucap aryo melerai mereka.
"ini ada sesuatu untuk kalian liat" aryo menyodorkan sebuah flashdisk dan di ambil oleh kenzo.
"kalian bisa mengenal siapa orang yang telah melahirkan kalian,kalian bisa mengenal naina lewat ini"
"namnam....kau tau...bundamu yang memberi nama itu,demi bisa mengeratkan ikatan batin kita,dia rela tersiksa tanpa bisa menyentuh mu waktu itu!dia bener-bener melepaskan kamu demi mama" pecah lagi tangisan Erlita ketika teringat bagaimana naina menghindari namira agak tercipta ikatan batin antara erlita dan namira.
namira hanya bisa ikut menangis di samping mamanya.
"kamu bener-bener mewarisi wajah dan perilaku naina nam!....dia sama persis seperti dirimu,kalo mama kangen naina hanya dengan memandang wajahmu kangen mama terasa terobati"
"kamu nainanya mama nam,kamu nainanya mama"
__ADS_1
bersambung....