Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
65


__ADS_3

"Jay kita telusuri jalanan ini Jay...mereka gak mungkin jauh dari sini..." ucap Kenan dengan cemas.


"Baik pak....."


Mobil Jay jalankan dengan pelan setelah melewati jembatan,disana terdapat beberapa warung dan rumah warga yang sedikit berjauhan, Kenan turun dan berjalan menanyakan barangkali ada 2 anak kecil yang melintasi jalanan itu,tak lupa Kenan memperlihatkan kepada mereka foto anak-anak nya.


Hingga beberapa puluh meter Kenan berjalan menanyakan ke setiap orang yang dia temui, Jay yang kasihan melihat majikannya itu,ikut turun dari mobil dan berjalan ke arah Kenan.


"bagaimana pak?ada yang liat anak-anak?"


"Gak ada Jay, sepertinya Naina tidak jalan kaki,aku bahkan sudah berjalan cukup jauh.. kalopun dia jalan kaki pasti singgah di salah satu warung atau rumah warga Jay"


"Pak ayo mampir ke warung itu,bapak sudah terlihat kelelahan" ajak Jay untuk mampir ke sebuah warung.


Kenan berjalan mengikuti Jay,sampai diwarung Jay memesan air mineral dan menawari Kenan makan siang yang sudah terlewat tentunya.


"Kau saja Jay,aku tidak lapar"


'Tuhan pertemuan aku dengan anak-anakku' doa Kenan dalam hati sambil menerawang memandang langit.


"Bukan warga sini ya mas?" tanya si empunya warung.


"Iya bu...." jawab Jay.


"nyari info korban banjir bu,ada keluarga kami yang terkena musibah itu" lanjut Jay.


"Ya mas, penebangan hutan noh...di atas" sambil menunjuk arah bukit di depan mereka.


"Kita aja yang warga sini,gak berani nebang-nebang pohon...eh yang dari luar malah seenaknya aja, sekarang kita deh yang kena dampaknya"


"emang sering ya bu,banjir kayak gini?" tanya Jay


"ini yang pertama mas sejak 2 tahun yang lalu,cuma ini gak seberapa besar,2 tahun yang lalu yang banjir bandang besar, korbannya gak tanggung-tanggung!"


"emang yang di cari siapa mas?"


"Anak-anak bos saya bu, mereka lagi liburan dan vilanya diterjang banjir"

__ADS_1


Kenan hanya jadi pendengar di antara mereka, Jay terus menimpali setiap pertanyaan ibu pemilik warung.


"Ini lho anak-anaknya.."


"mana coba saya liat..."


"ini bu..." Jay menyodorkan foto pada pemilik warung.


"Lhooo ini kan anak-anak tadi" ucap ibu warung.


mendengar itu Kenan langsung tertarik.


"ibu melihat anak-anak saya?" tanya Kenan antusias.


"iya tadi ada yang datang makan di sini"


" mereka hanya berdua bu?" tanyanya lagi.


"oya tidak...dia sama seorang remaja dan bapaknya" jawab ibu warung itu.


"Bagaimana keadaan anak saya bu?apa mereka terlihat baik-baik saja?"


"ibu kenal yang bawa anak saya? dimana rumahnya bu?"


"Kenal sih sama pak Rahmat,tapi saya gak tau asalnya dari mana,dia itu sopir yang kadangkala lewat sini bawa sayur mayur"


pupus sudah harapan Kenan,dia berharap bisa menemukan anaknya lewat orang yang bernama Rahmat itu,namun ibu warung itu tak punya banyak informasi tentang si pak Rahmat.


"Tapi tenang aja mas,selama anak-anak mas belum ditemukan dan dia masih bersama pak Rahmat, insyaAllah dia berada di tangan orang baik" ibu warung itu coba menenangkan hati Kenan, Kenan hanya manggut-manggut.


Perjalanan Kenanpun dia hentikan hari ini, Jay yang bertugas mencari tau siapa pak Rahmat barangkali saja ada sesama tukang angkut sayur yang tau nama itu.kenan pulang ke rumah yang ditempati dia dan istrinya sekarang.


"Syilaaa....kak mira.."teriak Kenan sambil berlari masuk ke dalam rumah, dilihatnya syila sedang duduk di ruang tengah.


"Ken....kamu sudah datang? bagaimana?" tanya Namira tidak sabar.


"Kak,syil.... anak-anak selamat! mereka selamat sayang..." ucap Kenan sambil memeluk syila istrinya.

__ADS_1


"syukurlah.... sekarang mana mereka ken?" tanya namira tidak sabar.


Akhirnya Kenan menceritakan bagaimana dia tahu Naina dan Kayla masih hidup,syila lagi-lagi menangis meratapi nasib anak-anak,dia bahkan tak bisa membayangkan bagaimana seorang anak 10tahun tiba-tiba harus berjuang bersama adiknya yang baru saja berusia 3 tahun.


terbayang bagaimana manjanya Kayla, membuat syila berpikir akankah sanggup Naina mengambil peran sebagai kakak,mama dan bahkan merangkap papa untuk Kayla.


Disisi lain


"Kita sudah sampai,.....bang turunin semua barangnya ya.." ucap pak Rahmat.


"Waduhh pak, makasih lhoo udah bisa bantuin saya,jarang yang mau ke desa sana gara-gara bandang kemarin"


"tenang saja pak Edi,saya selalu siap membantu"


setelah semua angkutan di bongkar tinggal mereka duduk disebuah warung untuk makan,daritadi Kayla yang nempel pada Krisna selalu mengeluh lapar dan lapar.


"Kamu makan apa Nai?" tawar Krisna yang sejak awal melihat Naina hanya diam saja, Krisna tahu bahwa Naina sungkan karena terus menyusahkan pak Rahmat, Krisna menebak isi pikiran Naina,karena dari awal Naina terus saja menyodorkan uang sebagai upah makan mereka.


"Gak usah kak,nai belum laper... Kayla aja..Dek pengen makan apa?"


"ayam...kay mau ayam" jawab kayla girang,memang kayla mencinta ayam sejati,setiap hari harus ada ayam buat kayla kalo lagi di rumah dulu.


Naina binggung,kalo ayam pasti lebih mahal,dia harus hemat karena setelah pak Rahmat bongkar muatan pasti mereka akan pulang dan Naina harus memikirkan bagaimana dia tidur malam ini.


"Gimana kalo telor ayam aja"


tawar Naina dan Krisna hanya memandang interaksi dari 2 anak didepannya, sedangkan ayahnya masih sibuk dengan telponnya di luar warung.


"Tapi kay mau ayam?"


"Nanti kalo di rumah kay boleh makan banyak-banyak, sekarang kita hemat dulu ya...telor ayamnya bakal jadi ayam juga dek"


"beneran?? "


" iya dong....makan telor dulu ya?" tawar Naina sekali lagi,dengan lesu Kayla menganguk tanda setuju.


Naina melihat muka sedih sang adik...hanya bisa tersenyum walau hatinya sakit.

__ADS_1


"kakak janji... seterusnya kay akan makan pake ayam, khusus hari ini aja ya telornya" bujuknya lagi.


bersambung


__ADS_2