
Setelah 3 jam lebih berkebun Ferdi dan Krisna yang kelelahan berada di teras belakang dengan 4 gelas kosong jus jeruk segar, jam sudah menunjukkan hampir pukul 4 sore dan misi Ferdi kali ini adalah membujuk sang papa untuk mendesak papi Kenzo saudara kembar sang papa supaya mempercepat pernikahan dia dengan Raisya.
Dan disinilah Ferdi Sekarang...
"Pa.... ayolah masa' papa tega sih sama Ferdi!!"
ucap ferdi di buat se sendu mungkin agar papa Kenan mengabulkan permintaan Ferdi.
Kenan terus saja memberi makan ayam hias peliharaannya dan Ferdi sudah seperti anak ayam yang mengikuti induknya kemana-mana.
"Paaa..... ayolah pa....papa!!" Ferdi terus merengek-rengek seperti anak kecil.
"Ingat umur!! jangan seperti anak kecil!" ucap Kenan sambil menjitak kepala anaknya itu.
"Justru karena aku ingat umur pa!! makanya aku minta kawin!!"
Ucap ferdi ketus yang mana itu membuat Kenan terbahak-bahak.
"Ya besok papa ke kantor Om kamu itu! lagian udah bener dulu kamu gak mau sama Raisya ehh ternyata sekarang minta kawin!"
"Dulu ya dulu pa!...mana tau aku kalo sekarang cinta!"
"Makanya jangan jual mahal!"
"Udah di obral ini pa..udah di obral!!" ucap Ferdi kesel karena papanya terus menggodanya.
Kenan meninggalkan Ferdi di kursi teras belakang, datang Haris yang membawa dua cangkir kopi sore itu.
"Kopi Fer!"
"kak minum juga?"
"Iya ...ngantuk aku!"
"kenapa? suntuk amat?"
"Lagi bad mood!"
"Belum kelar masalah Raisya?"
"Iya kak!"
__ADS_1
"Udah cuekin aja! siapa tau kalo kamu cuekin anaknya bapaknya kelabakan!"
Seperti mendapatkan berlian, Ferdi memandang Haris dengan berbinar.Dia mulai berpikir kenapa harus dia yang bucin!! kan selama ini Raisya yang ngejar-ngejar dia, senyum licik terlihat di ujung bibir Ferdi.
"Gimana?" tanya Haris.
"Setelah di operasi otak kakak tokcer!!"
"Sialaaan kamu!!"
Beban pikiran Ferdi berkurang dengan ide dari Haris, akhirnya mereka membahas tentang pekerjaan, Haris tidak mau Ferdi menyerahkan kursi Ceo padanya, dia tak ingin otaknya berpikir terlalu keras dengan masalah dua perusahaan, ya Haris harus menjalankan perusahaan sang papa yang di alihkan ke sini dan baginya tidak mungkin dia memimpin dua sekaligus walaupun dengan bantuan Jhon.
"Aku gak enak aja kak! kakak tau kan aku bukan bagian dari keluarga ini! aku orang lain kak! harusnya perusahaan papa kak Kris atau kamu yang pegang kendali nya !"
"Kamu ngomong apa sih Fer!! kamu yang selama ini pantas memimpin perusahaan, di bawa kendali kamu perusahaan berjalan dengan baik"
"Sudah jangan bicara ngaco kamu!"lanjut Haris.
Ferdi meminum kopi di tangannya, kemudian menerawang ke depan melihat kebun yang baru dia bersihkan bersama Krisna.
"Aku merasa tak pantas kak!"
kata Ferdi.
"Berani bilang sekali lagi!! papa kulit i kamu!!" bentak papa Kenan yang sedari tadi sudah berada di ambang pintu bersama Krisna.
"Papa!" ucap Ferdi menunduk.
Kenan duduk di salah satu kursi kosong di ikuti oleh Krisna, suasana di sore itu terlihat mencekam karena curhat an Ferdi pada Haris dan di susul bentakan Kenan padanya.
"Papa tidak pernah membedakan kalian! kalian semua anak papa! bagian dari keluarga Hardiansyah!!"
"Jadi kamu mengerti Ferdi Narendra Hardiansyah!!" sentak sang papa menyebutkan nama Ferdi.
Ferdi kaget dengan sebutan namanya, dia mulai berkaca-kaca melihat sang papa.
"Papa!" ucapnya lirih.
Pletak.....sebuah jitakan mendarat di kepala Ferdi, dan kali ini Haris yang melakukan nya.
"Dasar bocah!! mana garang dan dinginnya kamu kalo di kantor!! di sini kamu bahkan seperti anak kecil yang hanya bisa menangis dan merengek!!"
__ADS_1
"Bagaimana kalo anak buahmu tau! Bosnya yang galak dan dingin ini, kalo di rumah jadi kucing lucu!" lanjutnya.
hahahhahahah ketiga Lelaki di depannya itu tertawa bersama, Ferdi diam-diam tersenyum dan terus bersyukur. Dia memanjatkan doa sekaligus berterima kasih kepada seseorang yang membuat dia lahir ke dunia ini dan sekarang layak di panggil dengan nama belakang Hardiansyah, mereka adalah orang tuanya, orang yang telah melahirkan dan membesarkan Ferdi dengan baik hingga sampai ke titik ini.
Canda tawa dan sesekali di sisip i diskusi tentang perusahaan dan kapan setidaknya Jhon kembali ke tanah air untuk meneruskan bisnis keluarga Dawson.
Dan hari ini di akhir i dengan makan malam bersama keluarga besar Kenan.
Mama Syila sangat bersyukur ke 5 anak dan menantunya bisa berkumpul bersama dan bercanda tawa bersama, apalagi terdengar gelak tawa dan tangisan anggota keluarga baru di antara mereka yaitu Kamilaa, Eno dan Rio lengkap sudah kebahagiaan mereka. kini tinggal Ferdi menjalankan ide gila nya yang keluar dari mulut Haris tadi.
********
Sudah beberapa Minggu Ferdi benar-benar menjalankan aksinya, kali ini Kenzo sudah di buat pusing dengan aksi protes putri bungsunya. berawal dari Ferdi yang kembali ke sifatnya yang dulu sebelum menyatakan cinta pada Raisya, walaupun Ferdi masih kadang menuruti keinginan Raisya untuk sekedar makan siang bersama atau menjemput nya pulang dari kampus!
"Ini semua salah papi!! papi pake jual mahal segala!! kan kalo anak nya di lamar orang itu harus di terima pi! pamali pi, kalo papi menolak lamaran buat putrinya!! coba kalo kak Ferdi menyerah gimana pi?? Raisya tuh dapetin susah tau pi!!"
Raisya mengomeli papinya panjang lebar saat berkumpul di ruang keluarga, Rasya sang kakak yang sedang berkunjung ke rumah papinya hanya bisa melongo dengan tingkah sang adik!.
Rasya mempunyai sifat dan sikap sama seperti papinya, terkadang dia heran sifat siapa yang menurun ke adiknya yang kadang terlihat bar-bar.
"Bukan gitu Sya....pa.."
belum juga Kenzo meneruskan omongan nya Raisya sudah memotong nya.
"Pokoknya Raisya gak mau tau pi!!! papi harus lamarin kak Ferdi buat aku!! kalo tidak aku gak mau nikah!! aku mau jadi perawan tua aja!!"
"Ini salah papi...papi yang terlalu jual mahal!! di obral aja kenapa sih pi!! papi tuh beruntung dapat calon mantu kayak kak Ferdi!! ganteng iya! baik iya! so sweet iya!...aduuhh idaman banget deh!!"
celoteh Raisya sambil membayangkan Ferdi, yang mana membuat Rasya dan papi Kenzo melongo, sedangkan mama Nayla dan istri Rasya cekikikan berdua.
"Dah ah!! Raisya mau tidur dulu!! mau ngebayangin ayang fer-fer! dan papi jangan lupa rencana buat lamarin kak ferdi buat aku!!"
ucap Raisya lebih ke sebuah perintah buat sang papi, jika sudah seperti itu sifat Kenzo benar-benar muncul di dalam diri Raisya. sepeninggal Raisya, Kenzo terlihat geram.
"Ferdiiiiiiii!!!! kau apakan anakku!!! kenapa bisa bucin seperti itu!!!"
pekik Kenzo sambil membayangkan wajah kemenangan Ferdi yang mana membuatnya tambah geram!
Rasya dan mamanya hanya bisa menghela nafasnya saja!....
bersambung
__ADS_1