Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Anggota baru keluarga


__ADS_3

"berapa hari kamu disana Fer?" tanya papi Kenzo


" 3 hari pi!" jawab Ferdi namun dia tak terlalu fokus dengan papin Kenzo,yang dia lihat adalah istri nya dengan perut buncitnya,dia merasa tak rela jika harus meninggalkan Raisya di rumah orangtuanya sedangkan Ferdi harus menyelesaikan masalah pekerjaan nya di luar kota! kenapa bukan Amar saja? pekerjaan ini harus ditangani langsung oleh Ferdi karena menyangkut proyek yang cukup besar,dan klien minta bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan tersebut yaitu Ferdi.


"Papi ngomong sama kamu!! ngapain kamu liatin anak papi mulu'??" ucap papi Kenzo ketus.


"Ehh..iya pi maaf! tapi anak papi kan istri ku pi!! masa' gak boleh di liatin!! nanti aku berangkat lho pi.... 3 hari lagi!!"


"Dasar!! sebenarnya sekarang tuh yang budak cinta tuh kamu apa Raisya sih??!!"


"Raisya dong pi!!" jawab Ferdi cepat


"Mana ada seorang Ferdi jadi budak cinta!!! cinta iya..tapi bukan budak cinta juga!!"


selalu gak mau ngalah, begitu lah Ferdi bila berdebat tentang rasa cintanya pada Raisya. mulutnya selalu bilang bukan bucin pada Raisya,tapi segala perilakunya mencerminkan bahwa dia bucin banget pada Raisya.


"Boleh di bawa gak sih?" gumam Ferdi melihat ke arah Raisya kembali yang sedang duduk bersama sang mama.


"Apanya??" tanya papi Kenzo


"Raisya pi!! boleh di bawa gak?" tanyanya sambil terus menatap sang istri.


"Mau berapa?" tanya papi Kenzo,karena tidak fokus Ferdi hanya jawab sekenanya.


"Satu aja!!"


"Pake sambel apa biasa aja?" lanjut papi Kenzo yang entah dari mana jahilnya muncul, lagi-lagi Ferdi belum fokus.


"Yang hot aja!" jawab Ferdi sambil tersenyum entah apa yang di bayangkannya.


"Yang kecil apa yang beranak??" ucap papi Kenzo sambil berdiri.

__ADS_1


"Beranak aja, lebih mantep!!"


Pleeetakk...... suara jitakan nyasar ke kepala Ferdi


"Kamu kata Raisya bakso beranak!!! Dasar budak!!! di bilang budak cinta ogah!!! tapi kelakuan lebih parah dari budak cinta!!!" omel papi Kenzo.


Ferdi hanya bisa cengengesan memperlihatkan deretan gigi-gigi rapinya.Raisya berpapasan dengan sang papi yang meninggalkan menantu gesreknya itu.


"Lhoo papi mau kemana?" tanya Raisya


"Mau istirahat!! papi takut terjangkit otak suamimu!!" jawab papi Kenzo santai,membuat Raisya binggung sendiri.


"Ada apa sih bang?" tanya Raisya, perut buncitnya membuat Raisya sedikit kesulitan waktu mau duduk di sofa.


"Sini...Bocil sayang! abang bantu!!" kata Ferdi


"Iihh bang!! kok Bocil mulu'!! nih aku dah bisa bawa triple Bocil tau!" ucap Raisya dengan memanyunkan bibirnya.


"Ini kok makin ke bawa ya sayang?" kata Ferdi sambil mengelus perutnya.


"iya kan udah mendekati tanggal nya lahiran bang! kurang dari dua Minggu lagi bang!" ucap Raisya berbinar.


"sayang.... Caesar aja ya?" tawar Ferdi lagi


"udah ah bang!! dokter bilang aman bang!!"


"Abang yang takut!!" ucap Ferdi sambil memeluk istrinya dari samping.


Belakangan ini Raisya lebih memilih pulang ke rumah papi Kenzo, alasannya ingin dekat dengan sang mama dan apalagi kakak iparnya baru saja melahirkan seorang anak perempuan, Raisya merasa betah di rumah itu dengan suara tangis bayi yang setiap saat terdengar.Seperti saat ini, Ferdi seharian nempel terus pada Raisya,karena beberapa jam lagi dia harus berangkat ke luar kota untuk bertemu kliennya, klien yang tidak mau bila diwakilkan sekretaris Ferdi yaitu Amar karena dia ingin bertemu dengan Ferdi secara langsung. karena berkaitan dengan proyek besar Ferdi pun harus meninggalkan istrinya dalam keadaan hamil besar demi kelangsungan perusahaan. ini juga merupakan salah satu tanggung jawabnya terhadap perusahaan Papa Kenan yang sudah diserahkan kepada dirinya.


Rasanya benar-benar tidak rela meninggalkan Raisya sendirian tanpanya walaupun banyak orang yang menemani nya, Kiki bahkan siap dalam 24 jam, seharian Ferdi membuntuti istrinya ke mana pun istrinya pergi,di dapur,di kamar bahkan sampai ke kamar mandi pun Ferdi ingin ikut. seperti saat ini, Ferdi terus saja memeluk istrinya dari samping, sesekali menciumi pipi istrinya. tiba-tiba Amar datang diantar oleh seorang pelayan menemui Ferdi.

__ADS_1


"selamat sore tuan! waktunya kita berangkat, pesawat akan berangkat satu jam lagi kita harus berangkat ke bandara tuan, agar tidak terlambat!" ucap Amar.


"Kau sungguh jadi pengganggu Amar!!...sayang aku berangkat dulu ya!...jaga baik-baik mereka!" ucap Ferdi sambil mengelus perut Raisya.


"Kiki!'' panggil Ferdi


"Saya tuan!" saut Kiki yang datang sambil berlari dari arah dapur.


"Jaga istriku baik-baik Ki!!'


"baik tuan Ferdi! saya akan menjaga nyonya dengan baik?"


setelah berpamitan dengan Mama Nayla dan juga papi Kenzo serta menitipkan Raisa kepada mereka, Ferdi segera berlalu menuju bandara itu bertolak ke luar kota.


Disisi lain, Jhon sedang berada di rumah sakit, karena Rika Beberapa hari ini mengalami muntah dan mual, Rika bilang kemungkinan dia hamil dan dengan hati gembira Jhon membawa Rika ke rumah sakit, di sana dia bertemu dengan dokter kandungan untuk memeriksa benarkah Rika hamil. Farel ikut bersama dengan Jhon dan Rika, dia juga ingin mendengarkan sendiri apakah benar di bersama Mama ada calon adiknya.


"Dad!! apa nanti kita bisa melihat adik bayinya dari layar?"


tanya farel ketika berada di ruang dokter dan Rika sedang berbaring di sana,dokter memberikan sejenis cairan gel pada perut Rika dan mulai mengarahkan alat USG ke perut Rika. karena sang dokter melihat Farel begitu antusias Dia memanggil Farel dan menunjukkan di layar bahwa itu adalah calon adik bayinya, Farel terlihat sangat bahagia begitupun dengan John wajahnya yang selalu datar kali ini tersenyum sangat tipis.


Rika tak menyangka dia hamil kembali setelah beberapa tahun yang lalu pernah dialami bersama suami pertamanya, pernikahan keduanya pun tak memerlukan waktu lama untuk bisa hamil, kasih sayang Jhon yang begitu besar kepada keluarganya menambah kebahagiaan Rika.


"adik bayinya cewek atau cowok dokter"tanya Farel


"adik bayinya masih kecil jadi belum terlihat cewek atau cowok!doakan sehat saja ya buat Mama dan adik bayinya!" kata sang dokter dan diangguki oleh farel.


Setelah dari rumah sakit, Jhon mengantar mereka pulang dan kembali lagi ke perusahaan karena masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan, hari ini dia izin untuk mengantar istrinya ke rumah sakit. lengkap sudah kebahagiaan John setelah menikah dan mempunyai keluarga baru kini istrinya sedang hamil, rasa syukur terus terucap dari hati lelaki berwajah datar tersebut. tiba-tiba Jhon teringat dengan mama kandungnya dan juga mama Delina.


"Ma...aku akan menjadi seorang Ayah!" ucapkan sambil memejamkan matanya membayangkan kedua wanita tersebut berada di depannya dan ikut tersenyum bahagia.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2