
"Raisya....sayang!!" ucap Ferdi dean meletakkan istrinya di ranjang ruang UGD, dokter dengan sigap menolong Raisya yang tengah pingsan, sedangkan Ferdi dan teman-teman Raisya sudah berada di depan ruang UGD.
"Apa yang terjadi!!"
teriaknya pada sekelompok anak muda di hadapannya, mereka semua yang tak tau siapa Ferdi hanya diam dan saling pandang.
"Katanya sekali lagi!! apa yang terjadi pada istriku??" ucap Ferdi kali ini dengan penuh penekanan.
Mendengar kata istri membuat salah satu teman Raisya angkat bicara.
"tadi kami berencana makan siang bersama, namun di parkiran tiba-tiba saja Raisya merasa pusing dan ambruk, dari tadi kami membuat dia siuman tapi tidak berhasil, karena panik kami membawa Raisya ke rumah sakit!"
jelasnya pada Ferdi.
Ferdi memijat pangkal hidung nya sendiri, dia merasa cemas dengan keadaan istrinya itu, Setelah beberapa saat dokter keluar dari ruang UGD.
"Kerabat pasien?"
"Saya suaminya dok!" saut Ferdi cepat.
"Mari masuk tuan!"
Teman-teman Raisya meminta ijin untuk pergi, karena bagi mereka sekarang Raisya aman bersama suaminya, Setelah mengucapkan terimakasih,Akhirnya dokter tersebut dan Ferdi masuk ke dalam UGD, Raisya sudah terbangun dan terlihat sedikit lemas.
"Jangan banyak bergerak dulu nona!" kata sang dokter
"Bagaimana keadaan istri saya dok?"
"Alhamdulillah.. keadaan nya baik-baik saja, sesuai perkiraan saya dan sudah diperiksa dokter kandungan, pasien sedang hamil 8 Minggu!" kata dokter.
Ferdi yang mendengar itu hanya terbengong! otak cerdas nya belum bisa mencerna apa yang dikatakan oleh sang dokter.
"Tuan?? tuan Ferdi!!" panggil sang dokter
"Apa dok? bisa di ulangi dok?"
"Baiklah tuan, saya ulang i istri anda sedang hamil 8 minggu!"
"Hamil??? anak?? maksud nya aku akan segera jadi ayah? begitu?"
"Iya tuan!"
__ADS_1
"huuuuuu...ye...ye...ye..... Raisya sayang!!! kamu Hamil!!!?"
Teriak Ferdi seperti anak kecil yang kebagian permen lollipop, Raisya tersenyum sambil meneteskan airmatanya, dia sangat senang akhirnya apa yang ditunggu suaminya terjadi juga...hamil! itulah yang di alami Raisya sekarang.
"Sayang....kenapa menangis?" tanya Ferdi lembut.
"Aku senang bang..hiks...hiks....aku nangis bahagia!" jawab Raisya.
Mereka berpelukan dengan senang tanpa mempedulikan dokter yang masih berdiri disampingnya.
"Ehemm....." deheman si dokter membuat Ferdi melepaskan pelukannya.
"Maaf dok!"
" Tidak apa-apa tuan, baiklah saya permisi dulu tuan!"
"Baik dok terimakasih!". dokter pun meninggalkan mereka berdua, Ferdi segera menelepon sang papa, mengabari kalo Raisya hamil, memang Ferdi lebih terbuka dengan papa Kenan daripada mama Syila. Apa-apa saja papa Kenan lah yang pertama akan tau tentang Ferdi, segala keluh kesahnya,dan segala kebahagiaan nya.
tut ..tut....tut......
"Hallo" saut papa Kenan
Akhirnya papa Kenan menghidupkan mode loud speaker karena dia masing sayang dengan telinga nya.
"Ada Fer?? jangan teriak-teriak!" kata papa Kenan
"papa akan dapet cucu baru!"
"Sudah tadi kan? Naina kan sudah melahirkan bayi laki-laki Fer!" kata papa Kenan santai
"pa..lain pa!! Raisya hamil pa!!"
"Oohh Raisya hamil?" ucap papa Kenan santai..tapi sedetik kemudian.......
"apa?? Raisya hamil??" pekik papa Kenan ikutan senang, karena dia tau bagaimana Ferdi begitu sangat menginginkan anak.
"Dasar mantu laknat!!! itu anak papi!! kenapa telponnya ke Kenan!!!" saut papi Kenzo yang ikut mendengarkan pembicaraan mereka. di sebrang sana Ferdi hanya bisa menelan saliva nya dengan pelan.
"Eh Enzo!! dia anakku!! wajar dong kalo yang di telpon aku!!' kata papa Kenan yang membela anak lelakinya, sedang Ferdi hanya mendengar perdebatan si kembar.
"Tapi Raisya anak aku Ken!! harusnya aku dulu yang ditelpon kan yang hamil Raisya! bukan Ferdi!" kata papi Kenzo gak mau kalah.
__ADS_1
"Yang ngehamilin kan anak aku!! jadi wajar kalo aku yang lebih tau dulu!!" papa Kenan pun tak mau kalah.
di sebrang sana Ferdi sudah memijit pangkal hidung nya mendengar si kembar cekcok di sana.
"Ohh Tuhan, apa yang sebenarnya mereka perebutkan" batin Ferdi.
"Ehem...ehemmm...pa...pi.....hallo!" ucap Ferdi.
"Apa???" kali ini papi Kenzo yang menyauti.
"Heheehhe heheheheh sudah dulu ya..pi...pa.... Raisya minta rujak nih! Ferdi beliin dulu!" alasan Ferdi dan akhirnya menutup panggilan teleponnya.
"Siapa yang mau rujak bang?' tanya Raisya yang binggung karena merasa tak ingin makan rujak.
"Abang!! abang yang pengen rujak level 30!!" ucap Ferdi kesal yang terbawa karena mendengar perdebatan papa dan papi mertuanya. Hal itu malah membuat Raisya cekikikan.
"Kita pulang aja ya.. istirahat kamu!" ajak Ferdi
"Kok abang tau aku di sini?"
"Abang baru aja nemeni Naina melahirkan sayang! anaknya cowok!"
"Kak Nai melahirkan? aku mau lihat bang!"
"Kamu masih capek! harus istirahat!"
"Bentar aja abang....!" rengek Raisya,yang mana itu malah membuat Ferdi gemas.
"Ohh Tuhan!! jangan lakukan hal mengemaskan lagi sya!!" kata Ferdi.
"Kenapa?" tanya Raisya tanpa dosa.
"Karena kamu gak bisa sembarang di gempur sekarang!!' bisik Ferdi sambil membopong dang istri, terlihat jelas semburat merah di pipi sang istri. Ya.... Ferdi memang aneh, dia tak pernah mau di katakan bucin pada Raisya, tapi bila tingkah Raisya membuat dia gemas, tanpa tau tempat atau waktu Ferdi langsung bisa menggempur sang istri di mana saja, pernah waktu itu di kantor, dengan Amar yang terus mengedor-ngedor pintu karena rapat sebentar lagi di mulai namun Amar tak tau kalo mereka sedang mantaf-mantaf di dalam.Saat bertamu di rumah Kayla, dengan seenaknya saja Ferdi masuk ke kamar tamu dan ber asyik-asyik ria di sana, lagi-lagi dengan tak menghiraukan suara gedor-gedor dari luar yang dilakukan si Eno yang terus mencari uncel kesayangan nya itu, walhasil Kayla menatap tajam sang kakak saat makan malam.
"Dasar gak tau waktu!!" kata Kayla waktu itu, sambil menatap tajam si kakak lelakinya itu.
"Apa Kay....." saut Ferdi tenang dan pelan tanpa dosa.
Begitulah Ferdi, yang tak mau di bilang bucin, karena baginya Raisyalah yang harus bucin akut padanya, padahal bila sedikit saja terjadi hal buruk pada Raisya, kucing mengemaskan itu benar-benar bisa menjadi harimau liar yang tak pernah pandang bulu pada siapa saja yang menyakiti Raisya.
bersambung....
__ADS_1