
Selama beberapa hari Raisya di rawat pasca melahirkan, gini dia sudah berada di rumah papa Kenan. Ferdi memang sudah menyiapkan rumah untuk keluarga kecilnya,namun dia belum siap bila harus meninggalkan papa Kenan dan mama Syila.Karena itu Ferdi membawa anak dan istrinya ke rumah papa Kenan, dan hari ini adalah hari syukuran kehadiran triple baby. semua keluarga berkumpul di sana ada Papi Kenzo, Mama Nayla, Tante Namira, Om Alex,Abizam dan istrinya, Kayla,Haris bahkan John pun datang kesana hanya Rassya dan Rania istrinya yang tidak bisa hadir karena anaknya juga masih terlalu kecil. kakek Richo juga tidak bisa hadir karena memang jarak rumah mereka sedikit agak jauh dan usia yang menjadi permasalahan utamanya,kakek Richo tidak bisa berpergian begitu saja.
seluruh pelayan di sana juga sangat senang dengan kedatangan triple baby,apalagi 2 penggemar Ferdi yang sangat mengagumi ketampanan anak pertama Ferdi dan juga 2 anak lainnya yang sangat cantik menurut mereka.
"aduh Ning cantik banget ya Ning ya?aduh kayak aku Ning!"
"Sembarang kalo ngomong!!! cantikan juga aku!"
dua pembantu penggemar Ferdy itupun akhirnya pergi meninggalkan si kembar tiga yang sedang diasuh oleh Mama syila dan juga Raisya, mereka meneruskan pekerjaan mereka di dapur karena sebentar lagi menginjak jam makan malam.
"selamat ya atas kelahiran mereka bertiga!" ucap Tante Namira, bersama dengan om Alex.
"Makasih Tante Om terima kasih atas kedatangannya!" jawab Ferdi.
"selamat ya Fer!" ucap Jhon yang datang bersama dnegan sang istri, tentunya dengan Farel anaknya yang terus saja menempel pada Kamilaa.
"terima kasih kak Jhon!" sejak menikah memang Ferdi memanggil Jhon dengan embel-embel kakak sama seperti dia lakukan pada Haris dan Krisna.
Mereka menikmati sore menjelang petang bersama, suara gelak tawa mewarnai ruangan tersebut, Kamila cucu tertua dari papa Kenan dulu menjadi princess pertama di keluarga tersebut, kini sudah ada Delina yang menemani nya, apalagi sekarang anak kembar tiga Ferdi,dua di antaranya adalah perempuan,lengkap sudah kebahagiaan papa Kenan mempunyai banyak cucu.Melihat kedekatan Farel dan Kamila, iseng Ferdi menggoda Jhon, yang sekarang sedang duduk manis menyuapi istrinya buah-buahan, Rika memang susah makan di kehamilannya saat ini, tapi buah adalah makanan utamanya yang masuk cukup banyak ke mulut Rika dan bahkan tidak merasa mual sama sekali.
"wah kak sepertinya kamu akan berbesan dengan kak Krisna!" kata Ferdi, hal itu membuat kening Ferdi berkerut.
__ADS_1
"maksudmu apa Fer?"
namun pertanyaan bukan keluar dari mulut Jhon melain dari Krisna yang baru datang dengan secangkir kopi dan merasa namanya di sebut-sebut.
"Tuh liat kak!! nempel banget si Farel sama Kamila, malah terkesan melindungi Kamila dari isengnya si kembar!"
kata Ferdi sambil menunjukkan keberadaan anak-anak yang sedang bermain bersama, sesekali si kembar yang lebih tepatnya Eno melempar bola atau mainan lain ke arah Rio dan naas nya mainan tersebut melewati Kamila,dengan sigap Farel menutupi dengan badan atau tangannya agar tak berakhir di tubuh Kamilaa.
"Mereka masih anak-anak Fer!!" ucap Krisna santai, sedangkan Rika ikut memperhatikan anaknya tersebut.
"Kalau memang harus berbesan aku siap saja!" ucap Jhon lebih santai dari Krisna sambil menyuapi buah ke mulut Rika.
"Aamiin! hahahahahhaah!" ucap Ferdi dan hanya di tanggapi Krisna dengan gelengan kepala nya melihat tingkah Ferdi.
"kamu sudah memberi nama pada ketiga cucuku Fer?" tanya papi Kenzo
"Belum pi! rencananya hari ini! gimana?" jawab Ferdi.
"Emang mau dikasih nama siapa kak?" tanya Kayla.
"Birendra, Bianca, Biarra! triple Bi....gimana?" kata Ferdi meminta pendapat semuanya.
__ADS_1
"Bagus kak!! aku suka!" saut Kayla yang pertama.
"Rendra....Acca...dan Arra? bagus kan panggilan nya!" lanjut Naina.
"Ya bagus! kalau mereka di panggil barengan tinggal panggil triple Bi.....!" saut Haris.
Kebahagiaan benar-benar terpancar di wajah Ferdi, tak lupa ledekan pingsannya Ferdi jadi bumbu percakapan mereka saat ini, bahkan Amar sudah di telpon beberapa hari yang lalu oleh papa Kenan untuk memberikan bonus kepada seluruh karyawan atas kelahiran triple Bi. Sayangnya setelah kelahiran triple Bi tak membuat Ferdi melupakan hukuman yang diberikan kepada Ammar karena sudah membentaknya beberapa kali di hari persalinan Raisya. istri Ammar yang notabennya adalah teman Ferdi hanya bisa cekikikan mendengarkan hukuman yang diberikan Ferdi kepada Amar.
bahkan segala urusan meeting selama beberapa hari ini Amar lah yang menghandle nya, seluruh pekerjaan Ferdi dikerjakan oleh Amar walaupun pada akhirnya Ferdi yang akan memeriksanya kembali. jangan lupakan bonus karyawan yang diberikan oleh pake nanti-nanti saja Amar tak menerimanya sama sekali.
namun Ferdi tak sekejam itu dia memberikan bonus itu diam-diam kepada istri Amar, tentu saja dengan syarat mereka harus meninggalkan rumah Amar selama beberapa hari untuk menginap di rumah orang tua Ammar. Ferdi menganggap ini hal yang setimpal,Ammar dibiarkan tidur sendiri tanpa istrinya.
"kau tega Bos membuatku menjadi duda dalam 3 hari ini!! bahkan aku tak bisa tidur tanpa istriku Bos!!" seringnya Amar beberapa hari yang lalu.
"tidurlah dengan berkas-berkas yang ada di mejamu Amar!!" ucap Ferdi dengan tenangnya kala itu.
"Aaarrrgggghhh Bos sialaaan!!!" teriak Amar ketika melihat Ferdi yang sudah jauh meninggalkan ruangannya, namun yang tak disangka oleh Ammar bahwa Ferdy sengaja kembali untuk mendengar teriakan Amar. bos gila itu cekikikan sendiri karena berhasil membuat Amar kesal.
"inilah hukuman harus kuterima Amar hahaha!" gumam Ferdi yang di akhir i dengan tawanya.
beberapa hari ini Ferdi tidak bisa tidur tenang sambil memeluk sang istri karena harus ikut menjaga triple Bi dan dia tak mau menderita sendiri sebagai hukuman untuk Amar maka Ferdi mengirim istri dan juga anak-anak Amar ke orang tua Amar sehingga Amar sendirian di rumah.
__ADS_1
Begitulah hubungan Amar dan Ferdi, kadang benar-benar terlihat seperti atasan dan bawahan, kadang terlihat seperti teman dan tak jarang seperti Tom dan Jerry yang tak bisa berhenti berdebat, namun Amar tetaplah asisten Ferdi dia masih merasa takut dengan harimau liar tersebut. harimau liar yang kadang secara tiba-tiba menjadi kucing anggora yang lucu, hanya Amar yang tahu bagaimana perubahan sikap Ferdi, seluruh karyawannya tak ada yang pernah tahu bagaimana kegesrekan bosnya itu,yang mereka tahu Ferdi adalah sosok yang galak, datar dan dingin walaupun terkadang dia bersikap ramah pada karyawan nya.
bersambung