Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Kekacauan Ferdi


__ADS_3

"Apa suamiku yang menyuruh mu?" tanya Raisya.


"Benar nona, tuan Ferdi sedang rapat sekarang makanya Anda tidak di ijinkan menelpon nya!" kata orang yang mengaku sebagai sopir kantor yang dikirim Ferdi.


"Mari non masuk! di luar panas,kalo sudah di dalam nona bisa menelpon kantor apa benar saya di utus ke sini!" bujuk sang sopir karena masih melihat wajah ragu yang Raisya perlihatkan. Akhirnya tanpa paksaan Raisya masuk ke dalam mobil tersebut, setelah masuk ke dalam sopir tadi menyemprotkan sesuatu ke muka Raisya dan dalam hitungan detik Raisya sudah tak sadarkan diri.


"Kita akan bermain-main dengan suamimu gadis kecil!!"


ucap lelaki tersebut yang tak lain adalah Damar, rupanya ada seseorang yang membantunya melarikan diri dari penjara, tujuan nya satu menghancurkan Ferdi si anak pungut.


Damar membawa Raisya yang tak sadarkan diri di sebuah villa di pinggir kota, villa yang dia sewa melalui online.


Damar membawa Raisya ke salah satu kamar di villa tersebut. dia membiarkan Raisya di ranjang tanpa terikat tali, karena dia yakin Raisya masih lama sadarkan diri dari obat bius yang dia semprot kan pada gadis tersebut.


"Cantik!! sepertinya bermain denganmu di atas ranjang akan sangat menyenangkan gadis kecil ha ha ha ha ha ha!" kata Damar kemudian memotret Raisya tak lupa dia menghancurkan ponsel memilik Raisya untuk menghilangkan jejak.


Sedangkan di ruangannya, entah mengapa Ferdi begitu gelisah.pikirannya tak lagi fokus pada berkas-berkas yang ada di tangan Nya. Hingga beberapa kali Amar mengetuk pintu Ferdi bahkan tak mendengar nya.


Beberapa saat kemudian Amar masuk di ikuti oleh sang mertua Papi Kenzo.


"Kau tidak dengar aku datang?"


"Papi? maaf pi aku sedang banyak kerjaan!"


"tumben papi ke sini?" tanya Ferdi sambil beranjak dari kursinya menuju sofa tempat duduk mertuanya.


"Papi pengen ngajak kamu makan siang! gimana? bisa?"


"bisa dong pi!" ucap Ferdi ambil nyengir.


Ketika sedang berbincang dan bersiap-siap untuk pergi makan siang bersama sang mertua, Ferdi yang di minta untuk menghubungi Raisya karena mereka rencananya akan makan bertiga siang hari ini.


"Gimana?" tanya papi Kenzo melihat raut wajah Ferdi yang seakan heran.


"Kok gak bisa di hubungi ya pi? padahal aku udah minta dia aktif kan ponsel siang ini selesai kuliah!"


kata Ferdi yang terus berusaha menghubungi sang istri.


"Apa dia masih ada kelas?"


"Harusnya tidak pi! ya udah pi kita langsung ke sana saja barangkali batrenya low"

__ADS_1


"Ya udah ayo berangkat!" kata papi Kenzo.


"Tunggu pi, aku hubungi Rosa dulu, sahabat dia!"


Tut....tut....tut...


"Hallo..." saut yang disana


"Hallo Rosa? ini Ferdi, apa kamu bareng Raisya?" tanya Ferdi


"Lho kak Ferdi? bukannya tadi sopir kakak sudah jemput si Sasya?" kata Rosa yang memang memanggil Raisya dengan sebutan Sasya..


"Oya...? kapan?"


"Satu jam yang lalu!"


"Okey Rosa makasih!" kata Ferdi dan menutup panggilan telepon nya.


"Bentar pi, aku panggil Ade dulu, kata Rosa dia di jemput sopirku! tapi aku merasa belum menyuruh Ade menjemput Raisya pi!" kata Ferdi sambil mengotak-atik ponselnya mencari nama Ade sopir sekaligus bodyguard nya itu.


"Dia berinisiatif sendiri barangkali Fer!"


Mata Ferdi melotot dan wajahnya terlihat sangat marah!Di ponselnya terlihat Raisya sedang tertidur di ranjang dengan tak berdaya, karena orang tersebut mengirimkan video pada Ferdi dengan kaki yang menendang kaki Raisya untuk membangunkan Raisya.


"Bangun...bangun....sapa suamimu sayang..... bangun!?!" begitulah suara yang terdengar di dalam video tersebut.


Namun Raisya nampak tak berdaya karena obat bius yang di semprotkan padanya tadi.


di dalam video tersebut beralih ke wajah sang membuat Video.


"Hallo anak pungut!! bagaimana rasanya kehilangan istri tercinta? sakit? ha ha ha ha ha ha! temukan dia sebelum jadi mayat!...aah aku akan membuat istri mu bergoyang di atas ranjang itu!! dan jangan khawatir!! aku akan mengirimkan video nya khusus untuk mu anak pungut!!! ha ha ha ha ha!!"


"Bangsaaat!!!! " Ferdi melempar ponselnya entah kemana, untuk saja ponsel mengenai sofa terlebih dahulu sebelum jatuh ke lantai.


"Ferdi?? ada apa?" kata papi Kenzo yang melihat Ferdi begitu marah, dia juga mendengarkan suara dari ponsel Ferdi walaupun tak ikut melihatnya isi video nya. papi Kenzo yakin anak perempuan nya dalam bahaya.


"Raisya pi!! bangsaaat!!! bedebah itu membawa Raisya ku pi!!!" Ferdi terlihat sangat panik hingga dia tak bisa lagi berpikir dengan jernih.


"Pi istriku pi!!! Damar sialan itu membawa istriku pi!!" teriak Ferdi yang tak peduli lagi mertuanya yang di Teriak i nya dari tadi.


"Tenang fer! tenang!!" bentak papi Kenzo yang juga ikutan panik, namun masih bisa mengontrol dirinya, namun beda dengan Ferdi yang sudah mondar-mandir dan memecahkan apapun yang ada di hadapannya.Mendengar beberapa barang pecah dengan sikap Ade masuk tanpa permisi, Amar yang melihat Ade panik ikutan masuk ke dalam.

__ADS_1


"Tuan?" kata Ade pada papi Kenzo karena melihat Ferdi yang sudah kacau sambil memecahkan apa yang dia pegang.


"Tenangkan dia Ade!!" bentak papi Kenzo pada Ade yang masih diam mematung! dengan sigap Ade memegangi Ferdi yang masih berusaha berontak dan...


bugh...


bugh....


bugh....


"Tenang bangsaaat!!!" bentak papi Kenzo sambil memukuli menantunya tersebut, Amar dan Ade yang belum paham akan keadaan hanya diam saja.


Ferdi terdiam dan Ade pun akhirnya melepaskan pegangannya pada Ferdi.


"Kalo kamu seperti ini!! kamu pikir bisa menyelesaikan masalah,haah???"


"Kalo dia bangsaaat!! maka kamu harus lebih bangsaaat lagi menghadapi dia sialaaan!!!" bentak papi Kenzo sambil mencekeram jas yang Ferdi kenakan.


Ferdi diam, dia mulai terlihat tenang! benar kata papi Kenzo, dia harus tenang, dia tak boleh terlihat kacau, kalo dia tenang maka dia bisa memikirkan langkah selanjutnya.


papi Kenzo melepaskan cekraman pada jas Ferdi karena di rasa sang menantu sudah tenang.


"Pikirkan kemana Raisya di bawa lelaki itu Fer!! kerahkan semua anak buahmu untuk mencari dia!" kata papi Kenzo tenang walaupun hati nya juga begitu cemas dengan keadaan sang putri.


Ferdi terdiam kemudian dia ingat sesuatu...


"Ade!"


"iya Tuan!"


"Kerahkan semua anak-anak jalanan itu!" ucap Ferdi sambil mengambil ponsel dari saku celananya!..


"Hallo om Davin! Bisa bantu Ferdi?"


bersambung...


"Ingat om Davin??? harus baca Mr. Galak suamiku kalo mau tau dia siapa...😁😁😁


nanti di usahain up lagi....buat ngantiin yang kemarin gak up.. maklum awal puasa!


o ya..."SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BAGI KAUM MUSLIM" para readers.... makasih yang masih setia pada pengorbanan Naina

__ADS_1


__ADS_2